Masalah Teknis Bakal Picu Golput

Abdul Gaffar Karim
Jumlah golongan putih (golput) pada Pemilu 2009 diprediksi akan meningkat dibanding Pemilu 2004. Selain alasan politis, munculnya golput ini lebih akibat faktor teknis, seperti kesalahan mencentang atau tak terdaftar. Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Abdul Gaffar Karim, di sela-sela diskusi sosialisasi pemilu, kerja sama Depkominfo dengan UGM, di Yogyakarta, Sabtu (14/2).
“Saya kira munculnya golput pada pemilu tahun ini lebih banyak didominasi adanya problem teknis. Dan, itu akan menggelembungkan jumlah golput. Kendati belum ada penelitian yang menunjukkan perbandingan, karena alasan politis dan teknis,” tutur Gaffar.
Dia menambahkan, selain dua hal tersebut, ada faktor kejenuhan masyarakat setelah mengikuti proses pilkada. Setelah pilkada, muncul kecenderungan jumlah partisipasi masyarakat terus menurun. “Ini patut dikhawatirkan, meski golput tidak bisa dikaitkan dengan proses demokratisasi,” katanya.
Persoalan teknis ini, katanya, akibat kurangnya sosialisasi terkait tata cara pemilu. Padahal, sistem pendaftaran secara de jure sudah ideal dan sudah semestinya begitu jika dibandingkan dengan sistem de facto sebagaimana diterapkan pada Pemilu 2004. “Dengan sistem de jure, kecil kemungkinan orang bias mencoblos dua kali karena semua harus tercatat berdasarkan KTP.
“Tapi karena ada unsur ketidaksiapan, banyak warga masyarakat yang sebenarnya memiliki hak pilih tapi tidak terdaftar. Persoalan ini bisa menjadikan banyak suara tidak sah, yang kemudian bisa diartikan sebagai golput,” papar Gaffar.
Sementara itu, Direktur Kelembagaan Komunikasi Pemerintahan Ditjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Depkominfo Drs Subagio MS, ketika ditanya soal golput mengatakan, pemerintah tidak memiliki catatan angka golput. Namun, katanya, pemerintah terus berupaya melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui tata cara dalam pemilu dengan menandai satu kali mencentang. Apabila suara tidak sah besar jumlahnya, akan banyak merugikan.
“Kami mengimbau semua warga negara menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bijak. Suksesnya pemilu adalah tanggung jawab kita bersama, keterlibatan semua pihak sangat penting untuk keberhasilan Pemilu 2009,” ujarnya.
(yuyuk sugarman)
Memang di TPS 2 pada bingung ngak usah di Pusatnya, bagaimana cara menghitung suaranya ya, Pasti pada bingung mana parpol mana caleg truz pusing dan jadi rame.