“Karena Saya Ditanya Soal Taufiq Kiemas”

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Achmad Mubarok

Achmad Mubarok

Achmad Mubarok, Wakil Ketua DPP Partai Demokrat, kembali menjadi sorotan. Pernyataan Achmad yang dipublikasi media tentang kedekatan antara Partai Demokrat dan PDI Perjuangan adalah permainan politik untuk menetralisir partai mitra koalisi, yang banyak tuntutan menjelang penyusunan kabinet SBY-Boediono, mengundang reaksi politik karena dianggap tidak etis.

Sebenarnya apa motivasi Achmad Mubarok dengan mengeluarkan pernyataan, “Dengan seolah mendekat ke PDI Perjuangan, kan, partai-partai koalisi yang lain jadi tidak berani macam-macam.”

Apalagi pernyataan itu diungkapkan pada waktu wacana koalisi antara PDI perjuangan dan Partai Demokrat terus menguat. Berikut petikan wawancara VIVAnews dengan Achmad Mubarok, Kamis 27 Agustus 2009.

Anda membuat pernyataan kontroversi lagi dengan menyebut kedekatan Partai Demokrat dengan PDIP hanya permainan politik untuk menekan mitra koalisi, mengapa demikian?

Sebenarnya tidak ada yang yang baru dengan pernyataan saya itu, cuma di berita media massa di potong-potong, jadinya ya provokatif. Maksud saya begini, politik adalah permainan, game, dan game itu menyenangkan. Maka bagaimana tentang politik, itu tergantung bermainnya.

Apa motivasi anda mengeluarkan pernyataan yang ternyata mengundang kontroversi itu?

Itu kan sebenarnya karena saya ditanya wartawan soal kemajuan komunikasi Taufiq Kiemas (Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP) dengan Partai Demokrat. Saya katakan, memang ada komunikasi ke arah itu, tapi finalnya tergantung permainan. Bisa tidak tidak memasukkan gol di ujung permainan.

Karena permainan, maka biasanya jika ada operan ke kiri atau ke kanan, lalu ada pihak yang tertekan.

Dari segi permainan, komunikasi dengan PDIP itu bagus, akibatnya kemudian semangat tuntutan partai oposisi itu mereda sehingga sekarang sistem presidendsiil bisa berjalan karena semua mempercayakan kepada SBY.

Jadi, sebenarnya tidak ada yang baru. Tetapi Karena beritanya dipotong-potong, ya jadi kontroversial.

Betulkah ada partai-partai mitra koalisi Partai Demokrat dalam Pemilihan Presiden yang banyak menuntut, seperti yang anda sampaikan?

Tidak ada, kan tidak partai yang menuntut. Dulu, memang ada suara-suara semacam ini bahwa PDIP jangan hanya berselancar atas keringat orang lain. Akan tetapi setelah disebutkan bahwa ini hanya masalah etika soft power, dan ternyata sekarang semua bisa terima.

Jadi, itu rupanya media lagi yang memang butuh berita hangat.

Jadi kalau dikatakan, beritanya 24 partai mau masuk ke kabinet, saya bilang tidak demikian. Paling-paling hanya yang lolos parliamentary threshold. Jadi, tidak mungkin semuanya.

Apakah anda tidak mempertimbangkan pernyataan semacam itu bisa mengundang kontroversi. Bukankah itu bisa merugikan Partai Demokrat?

Itu tujuannya bukan untuk menekan. Sebuah permainan, game itu pasti oper-operan ke kanan dan ke kiri, tapi bukan tekanan politik. Karena itu saya katakan, dengan PDIP ini kami (Demokrat) maklumilah. PDIP punya gagasan seperti itu wajar saja.

Partai Demokrat, hanya membuka pintu, siapa yang datang dengan mengatakan assalamualaikum, ya tentu kami jawab walaikumssalam.

Maka ketika kami ditanya, mengapa Partai Demokrat ke Teuku Umar (rumah Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri), ya karena ada orang datang (ke Partai Demokrat) kami harus jawab lebih bagus lagi dong.

Kenyataannya, pernyataan anda soal permainan dan menekan partai mengundang reaksi. Bahkan Sekjen DPP Partai Demokrat, Marzuki Alie, mengakui telah banyak menerima pengaduan soal itu?

Mungkin-mungkin saja. Tapi Marzuki malah mempertanyakan mengapa kontroversi itu terjadi, apakah karena salah pengutiban pernyataan saya atau bagaimana. Tetapi, yang jelas dalam persoalan ini tidak ada hal yang baru.

Saya juga mengatakan karena seandainya Pemilu Presiden berlangsung dua putaran, pasti SBY akan tersandera oleh kekuatan baru. Tapi karena, satu putaran selesai, maka SBY tidak punya utang budi terlalu signifikan kepada satu partai, tapi seluruh rakyat.

Kasus saya ini persis seperti yang dialami Andi Mallarangeng (Ketua DPP Partai Demokrat), kata-katanya tidak ada salah, akan tetapi berita yang keluar sangat luar biasa.

Sumber : Vivanews
Kamis, 27 Agustus 2009, 10:29 WIB
Siswanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone