Jika Gagal, Tommy Diminta Ikut Urus Golkar

Malkan Amin
Jika kelak Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) tidak memenuhi prosedur untuk maju menjadi calon Ketua Umum DPP Partai Golkar, partai beringin tetap akan menerima putra bungsu mendiang Presiden Soeharto itu sebagai pengurus partai.
“Itu seandainya kalau dia tidak bisa ikut. Kalau memang ada niat memberi dukungan ke partai, hemat saya jadi pengurus partai di bawah kepemimpinan ketua umum terpilih,” kata Malkan Amin, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar kepada VIVAnews.
Menurut Malkan dengan bersedia menjadi pengurus partai, Tommy dapat sekaligus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk maju kembali menjadi ketua umum partai periode berikutnya.
Ditanya posisi apa yang akan diberikan kepada Tommy jika bersedia menjadi pengurus partai, Malkan tidak dapat menyebutkan secara pasti. Tapi, Malkan menyarankan agar Tommy tidak dimasukkan untuk membidangi masalah antarlembaga.
“Karena itu tidak tepat. Karena dia kan tidak tidak dalam posisi bagaimana harus ke peresiden, ke wakil presiden, ke menteri dalam negeri,” katanya.
Posisi yang paling tepat untuk Tommy, kata Malkan, hanya dia sendiri yang dapat menjelaskannya setelah nanti masuk menjadi pengurus. Partai tinggal menyetujuinya dan memberikan kewenangan sesuai bidang yang ditekuni selama ini.
“Misalnya, dia itu tepat di posisi ketua yang membidangai wiraswasta yang ditekuni beliau.”
Sementara itu, mengenai rencana Tommy maju ke bursa pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golkar belum dinyatakan secara formal ke partai beringin. Akan tetapi wacana itu telah menyedot perhatian internal partai.
Sebagian tokoh senior partai beringin langsung membuka pintu lebar-lebar menyambut Tommy, tapi ada pula yang meragukannya.
Yang meragukan Tommy beralasan bahwa dia dinilai tidak aktif ikut mengelola organisasi itu sehingga langkah Tommy dipastikan terganjal. Apalagi, ada persyaratan bagi mereka yang ingin maju ke pemilihan ketua umum, harus pernah menjadi pengurus partai selama satu periode.
Malkan mengatakan sekarang ini masih ada waktu bagi kader Partai Golkar untuk mengajukan permohonan ikut bursa ketua partai. Penutupan pengajuan permohonan, kata Malkan, biasanya paling lambat 7×24 dari waktu pelaksanaan Musyawaran Nasional 4 Oktober 2009.
Sumber : Vivanews
Kamis, 27 Agustus 2009, 11:09 WIB
Siswanto