Hidayat Nurwahid Ingatkan SBY, Jangan Anggap Cawapres Partai Tak Profesional

Hidayat Nur Wahid
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar calon wakil presiden tidak dibeda-bedakan antara calon dari partai dan non partai. “Jangan ada dikotomi seolah-olah kalau dari parpol itu tidak profesional dan dari luar parpol itu profesional,” kata Hidayat saat ditemui disela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan NAsional di Hotel Bumikarsa, Selasa (12/05).
Menurut Hidayat yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, yang penting calon akil presiden itu profesional baik dari partai politik maupun non partai. “Siapkah dia capres atau cawapres mempertimbangkan masak, mempertimbangkan keseluruhannya, bagaimana tantangan indonesia ke depan, harapan masyarakat indonesia,” katanya.
Mengenai pendamping Yudhoyono yang juga akan diusung PKS dalam pemilihan presiden mendatang, Hidayat mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada calon presiden incumbent tersebut. “Kita persilahkan ke Pak SBY agar beritiqarah dengan benar memikirkan dengan cermat dan memilih dengan baik, tidak hanya mengulangi permasalahan yang ada,” katanya.
Lebih lanjut, Hidayat berpendapat Boediono sebagai salah satu calon terkuat yang akan dipilih SBY cukup profesional. Boediono pernah menduduki jabatan sebagai Menkeu, Menko dan saat ini Gubernur Bank Indonesia.”Tapi apakah cocok dengan SBY dan tepat tentu itu SBY yang menentukan dan rakyat indonesia yang memilih,” katanya.
Hidayat juga salah satu calon yang dinominasikan mendampingi SBY. Rencananya, calon presiden dari Partai Demokrat tersebut akan di deklarasikan esok di Bandung.
Hidayat Nurwahid Ingatkan SBY, Jangan Anggap Cawapres Partai Tak Profesional
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta agar calon wakil presiden tidak dibeda-bedakan antara calon dari partai dan non partai. “Jangan ada dikotomi seolah-olah kalau dari parpol itu tidak profesional dan dari luar parpol itu profesional,” kata Hidayat saat ditemui disela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan NAsional di Hotel Bumikarsa, Selasa (12/05).
Menurut Hidayat yang juga mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, yang penting calon akil presiden itu profesional baik dari partai politik maupun non partai. “Siapkah dia capres atau cawapres mempertimbangkan masak, mempertimbangkan keseluruhannya, bagaimana tantangan indonesia ke depan, harapan masyarakat indonesia,” katanya.
Mengenai pendamping Yudhoyono yang juga akan diusung PKS dalam pemilihan presiden mendatang, Hidayat mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada calon presiden incumbent tersebut. “Kita persilahkan ke Pak SBY agar beritiqarah dengan benar memikirkan dengan cermat dan memilih dengan baik, tidak hanya mengulangi permasalahan yang ada,” katanya.
Lebih lanjut, Hidayat berpendapat Boediono sebagai salah satu calon terkuat yang akan dipilih SBY cukup profesional. Boediono pernah menduduki jabatan sebagai Menkeu, Menko dan saat ini Gubernur Bank Indonesia.”Tapi apakah cocok dengan SBY dan tepat tentu itu SBY yang menentukan dan rakyat indonesia yang memilih,” katanya.
Hidayat juga salah satu calon yang dinominasikan mendampingi SBY. Rencananya, calon presiden dari Partai Demokrat tersebut akan di deklarasikan esok di Bandung.
Sumber : GUNANTO E S tempointerkatif