Hidayat Nur Wahid: Lebih Baik Pemilihan Presiden Satu Putaran

Hidayat Nur Wahid
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonsia Hidayat Nur Wahid menilai sebaiknya Pemilihan Presiden berlangsung satu putaran. Hal itu dinilai lebih praktis dan efisien jika dilihat dari sisi apapun.
“Siapa pun pemenangnya, lebih baik satu putaran karena akan menghemat anggaran,” ujar Hidayat, dalam acara konsolidasi dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Banten di Hotel Permata Krakatau Cilegon, Ahad malam (14/6).
Menurut Hidayat, dengan digelarnya Pemilihan Presiden satu putaran, maka dapat menghemat anggaran negara hingga Rp 4 triliun. Selain itu, ujar mantan Presiden PKS tersebut sambil menyitir slogan calon presiden masing-masing, Pemilihan Presiden satu putaran itu “lebih cepat lebih baik“, lebih enak me”lanjutkan” program pro-rakyat, serta lebih peduli terhadap “ekonomi kerakyatan” karena lebih hemat anggaran.
Sebaliknya, kata Hidayat, jika pemilihan presiden dua putaran, penyelenggaraan Pemilihan Umum lebih boros. “Belum lagi kampanye yang lebih lama, presiden terpilih tidak langsung dilantik dan bekerja, sedangkan bangsa ini membutuhkan kerja pemerintah tang cepat dan tepat,” kata dia.
Meski begitu, kata anggota majelis syuro PKS ini, pemilihan dalam satu putaran harus dilaksanakan secara bermartabat, jujur dan menjunjungtinggi sportifitas, “Tidak boleh menggunakan cara-cara licik, saling menghujat dan fitnah,” kata dia.
SUmber : MABSUTI IBNU MARHAS tempointeraktif
Pemilu bertujuan untuk menyelenggarakan pesta demokrasi. Jadi yang menjadi fokusnya adalah penyelenggaraan demokrasi yang bebas langsung tanpa dipengaruhi baik secara eksplisit maupun implisit.
Dengan selalu mencekoki rakyat dengan berita pemilu sebaiknya 1 putaran akan menggiring pemikiran rakyat untuk menguntungkan satu pihak. Ini berarti merusak kesucian demokrasi kita.
Biarkanlah rakyat bebas mengembangkan pandangan dan pemikirannya dalam menentukan pilihan tanpa harus ditakut-takuti kalau pilihannya itu akan mngakibatkan proses pemilihan berlangsung dua putaran.
Dari awal pemilu kita memang sudah menghabiskan biaya trilyunan, sedangkan hasil yang diperoleh buruk untuk harga tsb. Inilah yang seharusnya disebut pemborosan.
Memang terkadang demokrasi harus dicapai dengan harga relatif besar dan ada juga demokrasi yang tercapai dengan harga relatif kecil.
Jadi sudahlah berhenti membicarakan polemik 1 putaran atau 2 putaran, hal ini jelas merusak kesucian demokrasi. Waktu tahun 2004 SBY memenangkan Pilpres juga dengan 2 putaran, tapi demi tujuan demokrasi yang lebih penting maka kita tidak membesar-besarkan polemik 1 putaran/2 putaran.
Lagi pula untuk era reformasi sekarang ini dimana pemilihan presiden diselenggarakan dengan pemilihan langsung amat wajar jika terjadi perolehan angka yang ketat sehingga terjadi 2 putaran. Sekarang jangan dibikin seperti jaman Orde Baru lagi yang selalu diperoleh kemenangan mutlak dimana rakyat digiring dan dikondisikan untuk mengacu pada satu suara tertentu.
kalo yang bicara itu partai pendukung SBY ya ga usah heran laaahh kalo dia berharap pemilu satu putaran, wong dah ga sabar lagi untuk terima kursi menteri….
ada gula ada semut ya pasti kalo sby merasa yakin jadi peresiden lagi jadi banyak yang mendekatinya
SIAP PAK HNW..!!! SUKSESKAN 1 PUTARAN..!!!
Setuju 1 putaran, siapapun pemenangnya. “LEBIH CEPAT, LEBIH BAIK”…. bisa super hemat, dan dananya bisa digunakan untuk program “PRO RAKYAT”. Jadi mengapa tidak…… “LANJUTKAN !!!!” .
setuju pak, Pilpres 1 putaran saja. mending duitnya buat pembangunan yang bermanfaat buat rakyat…….
Untuk yang saat ini setuju dengan pilpres 1 putaran, pasti UUD (Ujung Ujungnya Duit/Djabatan). Dan itu melekat pada seseorang seperti HNW maupun partainya HNW (ya PKS lah) serta orang2 yang suka membawa2 hukum islam tapi kenyataannya UUD (ya PKS lagi lah).
Lha mbok biarin rakyat maunya apa!!! Wong rakyat ya payar pajak, ya mbok biarin rakyat berpesta demokrasi 2 putaran!!!
Reseh amat sih…!!!
Panik ya…???
Lha ya pasti PANIK. Karena klo 2 putaran PASTI KALAH….!!!
Nggak Percaya…???
Ya Ayo BUKTIKAN 2 PUTARAN…!!!
BERANI…???
Setuju banget pilpres 1 putaran saja……Lebih hemat uang Rp 4 Trilyun dapat membangun 1 jembatan Jawa-Bali.
iya satu putaran aja…langsung kerja..siapapun presidennya pasti ok kok….
aneh nih HNW…kalo mau lebih hemat gak usah ada pemilu, gak usah ada partai macam macam, ngapain doi bikin partai PKS yg katanya partai dakwah kalo akhirnya koalisi sama patai sekuler..
untuk mengurangi beben kerja penyelengaara pemilu mulai ppk sampai kpps yang dianggap sebagai pekerja sosial
siapapun pemenangnya lebih cepat lebih baik biar kagag bosan dengan urusan pemilu dan risih memdengar dan melihat orang saling hujat dan fitnah yang kayak orang orang itu yang paling baik dan benar, semakin banyak menghujat orang lain akan smakin sedikit menawarkan progran kerja dan pada akhirnya orang kurang tahu program kerja yang sebenarnya
Semua pasti berharap 1 kali putaran aja. Tapi faktanya liat aja nanti… OK??!!!
Satu putaran aja lah…. sudah jelas pemenangnya pasti SBY-Boed.