DPR Baru ‘Ditantang’ Benahi Persepsi Publik

Gedung DPR - MPR
Sebanyak 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terpilih akan dilantik bersama 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada 1 Oktober 2009. Sejumlah kalangan kemudian menilai anggota DPR periode 2009-2014 tersebut akan bekerja standar tanpa banyak memberi perubahan ke depan.
Pengamat politik dari LIPI, Lili Romli mengungkapkan perjuangan anggota DPR yang baru terpilih kian berat, akibat rendahnya persepsi publik atas kinerja para pendahulunya. “Mereka harus mengembalikan citra dan wibawa DPR yang terlanjur terpuruk di mata masyarakat,” ujar Lili saat dihubungi okezone, Rabu (9/9/2009).
Persepsi buruk yang dialamatkan ke gedung parlemen tersebut penyebabnya adalah ulah sejumlah anggota DPR periode 2004-2009 yang terlilit kasus hukum. “Terlilit tindakan amoral, korupsi, dan sering bolos saat sidang,” tambahnya.
Guna meyakinkan publik bahwa anggota DPR terpilih benar-benar prorakyat, maka mereka diharuskan menunjukan kredibilitas dan tanggung jawabnya langsung kepada rakyat. Lili optimis mereka dapat melakukan hal tersebut karena ada sebagian dari mereka yang baru masuk ke parlemen sehingga belum terkontaminasi hal negatif. “Kita harus optimis sambil terus mengawasi kinerja mereka,” sambungnya.
Menurut Lili, untuk memaksimalkan kinerja dewan ke depan, Badan Kehormatan DPR mesti melakukan fungsi pengawasan secara efektif tanpa perlu ada kompromi politik antarsesama fraksi. “Sensor internal ini sangat dibutuhkan, agar tindak-tanduk anggota Dewan bisa sejalan dengan tugasnya,” ujar dia.
Berdasarkan survei Indo Barometer yang dilangsungkan pada 18 sampai 26 Agustus 2009 sebanyak 51,4 persen responden merasa puas dengan kinerja DPR, 36,2 persen merasa tidak puas, sementara 11,4 persen sisanya tidak memberikan pendapat. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden di 33 provinsi se-Indonesia
Survei itu juga memperlihatkan ekspektasi publik terhadap anggota DPR periode 2009-2014. Sebanyak 61,6 persen responden merasa yakin bahwa DPR mendatang akan bekerja dengan lebih baik. Hanya 20,8 persen responden yang merasa tidak yakin, sementara 18,6 persen sisanya tidak memberikan penilaian.
Sumber : Okezone
Rabu, 9 September 2009 - 12:21 wib
Ferdinan