Ancam Boikot, Mega-Wiranto Kalah Sebelum Perang

Ruhut Sitompul

Ruhut Sitompul

Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat Ruhut Sitompul menilai ancaman boikot pemilihan presiden yang disampaikan oleh Wiranto dan Megawati adalah bentuk ketakutan atas tingginya elektabilitas calon incumbent Susilo Bambang Yudhoyono.

Ruhut menilai sikap itu justru akan merugikan mereka. “Janganlah kalah sebelum berperang,” katanya kepada Tempo, Senin (20/04).

Menurutnya, pupularitas Yudhoyono juga akan semakin melambung dengan ancaman tersebut. Rakyat, kata Ruhut, akan semakin tak simpatik pada keduanya. “Saya khawatir SBY justru nantinya akan menang dengan perolehan 90 persen,” katanya.

Ruhut menilai kedua tokoh tersebut melihat berbagai persoalan pemilu secara tidak utuh.

Persoalan daftar pemilih tetap dan buruknya kinerja Komisi Pemilihan Umum, kata dia, bukanlah kesalahan pemerintah. Komisi Pemilihan, dibentuk oleh parlemen yang sebagian besar kursinya diduduki oleh PDI Perjuangan dan Golkar. Ketua Komisi Pemilihan disebutnya sebagai mantan kader Partai Golkar dan beberapa anggota lainnya merupakan mantan kader PDI Perjuangan. “Tidak ada satupun kader Partai Demokrat di KPU,” katanya.

Sumber : GUNANTO ES tempointeriaktif

7 Responses to Ancam Boikot, Mega-Wiranto Kalah Sebelum Perang

  1. bunga septia April 21, 2009 at 9:22 am

    Horas Lae. Benar apa yang lae katakan itu. Memang aneh ya Indonesia ini, lha wong jadi pimpinan itu tanggungjawbanya besar kok malah jadi rebutan,dan ini dilakukan oleh orang2 yang dianggap pantas sebagai guru bangsa seperti Mega dan Wiranto lha kok malah kelakuan kaya orang tidak terdidik dan kekanak-kanakan. Biarkan aja boikot, biar aja capres tunggal, biar aja Mega yang dulunya penentang paling keras Demokrasi Orde Baru menjadi Lokomotif utama untuk Kembali ke Model Demokrasi Orde baru dengan Capres tunggal.Rakyat sudah tahu kok dan tidak buta lagi,biar aja rakyat yang menentukan siapa pemimpin yang dicintai dan dipercayanya. Biar aja boikot kalo tidak mau partainya hancur di 2014. Lha sekarangaja dah hancur lebur gitu karena Moncongnya Mega yang asal mangap tidak pakai etika dan aturan.Mereka gak sadar kalo sudah bikin blunder bukan pada figur saja tapi pada partainya,untung Golkar gak ikut2 an ya, berarti Golkar masih waras ,sayang dan cinta pada bangsa ini.Lae, jangan terpaku pada figur SBY saja ya, tapi terus tingkatkan kinerja partai melalui kader2 terbaiknya untuk langsung mengabdi pada rakyat setiap waktu,saat, bahkan detik.Agar partai ini terus bertahan siapaun pimpinannya atau figurnya.Lae ya saya ini wong jowo asli yang jadi warga batak saat ini, cuma pesen sama lae, terus bantu rakyat khususnya rakyat kecil, biar orang lain yang mengaku Partainya Wong Cilik, tapi demkrat adalah hatinya Wong Cilik.Lebih hebat mana lae Partainya wong cilik apa Hatinya wong cilik?

  2. ira April 21, 2009 at 1:43 pm

    Setuju, Biar saja mereka mundur, toh selama mereka mencalonkan diri bukan hal-hal baik yang disampaikan, tapi malah bikin pusing rakyat yang melihat dan mendengar. Mereka bukan tipe orang yang berjiwa Panglima perang, yang selalu siap turun ke medan perang, siap menghadapi situasi terburuk sekalipun dan siap mengorbankan jiwanya agar prajuritnya bisa selamat. dan tidak menyealhkan siapapun atas kekalahan yang di derita. Mereka berjiwa Pangeran manja, maunya mendapat kekuasaan karena turunan bukan karena kepribadiannya, maunya di layani dan senang berkoar-koar tentang cita-cita negara, kalau kalah tinggal menyalahkan bawahannya dan mengancam musuhnya, tanpa mau mengevaluasi kenapa kalah!!
    kalau memang ksatria memang lebih baik mereka dan partainya siap mundur, jika selalu mempermasalahkan DPT. berikan kesempatan pada orang yang benar-benar ingin memperbaiki bangsa ini.

  3. bunga septia April 21, 2009 at 5:13 pm

    Ass. Wah mbak Ira ini jos juga komentarnya, salut mbak. Bukan karena sama2 bela SBY lho, tapi isi komentarnya pas untuk dibaca rekan2 di forum ini.Mbak kita hnagtkan forum ini dengan semangat adil, arif, dan usahakan janagn mendiskreditkan dengan keterlaluan salah satu pihak, setuju mbak Ira? Bravo SBY.

  4. bunga septia April 21, 2009 at 5:22 pm

    Ibu pertiwi tersedu saat ini
    Langit Nusantara mendung tak henti
    Apa gerangan terjadi?

    Wahai Ibu Pertiwi
    Lihatlah putra - putrimu tercerai berai
    Demi sebuah Kursi

    Wahai Ibu Pertiwi
    dukunglah kami rakyat kecil ini
    menghentikan segala yang terjadi
    bersamamu diridhoi Illahi
    menjadi Nusantara yang dihormati

  5. Andre Witjaksono April 22, 2009 at 2:43 am

    Saya hanya bisa mendoaken supaya daripada yang mana anak-anak asuh saya berhasil memenangken daripada pemilu untuk menguasai republik ini, jangan mau dipecah belah oleh para kekuatan daripada komunis yang mau merubah undang-undang dasar 1945 dan pancasila yang sudah dilaksanaken secara murni dan konsekwen…

  6. bunga septia April 22, 2009 at 4:11 pm

    Betul bung Andre. Bung kerasa juga ya ada kelompok2 yang mau menggoyang UUD45 dan Pancasila?kalo saya baru merasa saja belum ada buktinya,nah siapa pelakunya belum bisa dirasakan, bagaimana menurut bung Andre?

  7. Wong Blitar June 25, 2009 at 1:58 pm

    Sing mundur yo wis ben mundur, itu artinya mereka gak punya jiwa pemimpin. lah mau jadi pemimpin koq ngambek…piye toh???

    ojo lali tgl 8 juli 2009 coblos No.2….LANJUTKAN ..!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone