Agus Condro Sarankan Mega Tak Calonkan Diri

Agus Condro
Mantan politisi senior dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Agus Condro menyarankan agar Megawati tak mencalonkan diri menjadi presiden. Menurut Agus, langkah ini jauh lebih baik untuk mengamankan kader dan partai secara umum daripada memaksakan diri bertarung yang berujung pada kekalahan.
“Jangan memaksakan diri dengan realitas politik yang sudah jelas seperti ini,” kata Agus Condro saat dihubungi Tempo Rabu (22/4) malam tadi.
Menurut Agus, kemenangan Megawati dalam pencalonan presiden mendatang dinilai suatu yang mustahil, bahkan upaya Mega mengkritisi pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif tak mampu mengubah opini dimasyarakat tentang profil Susilo Bambang Yudhoyono.
“Upaya mba Mega yang mengkritisi pelaksanaan Pemilu legislatif kemarin hanya mampu mengubah sedikit opini, tapi tak mampu mengalahkan dukungan kepada SBY, ” kata Agus menambahkan.
Bahkan sikap Mega yang hendak menolak hasil Pemilihan Umum dinilai akan sia-sia dan menyakiti Caleg PDI P yang terlanjur berjuang dan mengeluarkan biaya banyak.
Sumber : EDI FAISOL tempointeraktif
Ass. Ulasan MAs Agus yang menyarankan Bu Mega agar tidak mencalonkan diri di pilpres secara hitungan politik memang sesuai asalkan bukan sakit hati karena dicutat dari PDIP.Ada 2 arus politik di PDIP yang mengalir saat ini :
1. Yang Tetap menghendaki Bu Mega menjadi Capres.
Dasar argumen ini adalah PDIP walaupun suaranya hancur, tapi bila koalisi dngan 3 atau 4 partai akan bisa memenuhi syarat 25%.Selain itu figur Bu Mega di mata simpatisan PDIP masih kuat khususnya pada pemilih tradisioanl.Selain itu, bila mengajukan selain Bu Mega, apakah PDIP siap mengajukan figur lain yang mampu menandingi pak SBY?Karena berdasrkan prediksi lembaga survey hnya Bu Mega dan Pak SBY yang bisa diatas 25% nilai elektabilitasnya.Tapi hal ini ada resikonya menang ataupun kalah di Pilpres nanti yaitu bila menang, Bu Mega pasti kurang fokus ke partai dimana partainya sekarang butuh perhatian yang khusus karena ada fenomena partai2 eks Orde Baru mulai tidak populer lagi.Tapi bila kalah akan semakin terpuruk nama beliau untuk pilpres 2014.Tapi bisa fokus untuk memprkokoh dan memperbaiki kinerja partai.
2. Yang menghendaki bu Mega tidak ikut Pilpres dignti calon lain
Dasar argumen ini diutarakan biasanya oleh pengamat politik yang mempunyai tujuan agar PDIP menjadi kokoh di 2014.Tapi hal ini pasti akan mendpatkan penolakan tegas dari simpatisan dan kader PDIP.Padahal opsi ini sebenarnya yang paling aman dan paling bermanfaat, cuma ya itu tadi Bu Mega sudah melekt di hati simpatisannya.
Semua tergantung dari Bu Mega apakah opsi yang dipilih, apapun yang dipilih semoga bu Mega bisa mengemban amanat rakyat sampai akhir hayatnya.
Salam dari saya pendukung SBY yang peduli kepada nasib bangsa walaupun cuma wong cilik
PENDAPAT AGUS CHONDRO CUKUP DIMENGERTI DAN SEBAIKNYA BEGITU.
SAYA SIMPATISAN PDIP SEJAK KASUS 27 JULI ITU, DAN WAKTU ITU MEMANG KANS BU MEGA SANGAT BAIK, NAMUN SEKARANG NAMPAKNYA PERLU INTROSPEKSI KEMAMPUAN DIRI , KARENA MASYARAKAT SUDAH PANDAI MENILAI SESEORANG.
BANYAK INFORMASI MIRING YANG KAMI KETAHUI BAIK MELALUI INTERNET MAUPUN DARI KALANGAN PARTAI PDP, MEREKA LEBIH TAU ISI PERUT PDIP.
Saya setuju pendapat bung agus, bu mega jangan maju lagi melawan pak beye.yang pantas melawan pak beye adalah kader PDIP Rano”si Doel” Karno(saya pastikan akan menjadi lawan berat pak beye) karena sama2 jago akting… Dipastikan pertarungan akan berlangsung lebih dari 1 putaran karena penonton pasti suka (ratingnya bakalan bagus..)
Saya setuju apabila Ibu Mega mengundurkan diri, harus ada re-generasi baru yang bukan dari keturunan Bapak Soekarno. Saya yakin banyak orang yang potensial memimpin negara ini dari partai PDIP.
Saya lihat sebagai wanita Ibu Mega hanya seorang Ibu seperti orang kebanyakan namun di belakangnya terdiri dari orang-orang pintar. Tapi bukan seorang Pemimpin Negara adalah orang yang mempunyai kemampuan tinggi dan pintar mengatur strategi. Dan Ibu Mega bukan seorang pemimpin yang baik, jikalau seorang pemimpin yang baik dia mempunyai dendan oleh siapa pun. Kita lihat saja dari Presiden Soeharto sampai Presiden SBY apakah mereka menjalin sirahturahmi.
Inilah cermin dr sebuah partai yg msh menganut hirarki kerajaan, tahta tdk akan dilepas sampai akhir hayat, dan hrs diwariskan kpd keturunannya (red puan maharani). Jd kata demokrasi hanyalah dipakai utk menipu sbg kamuflase pembungkus kediktaktoran. Bgmn bs beliau memimpin rakyat dlm alam kemokrasi yg sebenarnya. Rakyat rindu nyanyian mas Condro yg lainnya, please!.
Mas Agus, Anda kayaknya orang yg Plin Plan, kayaknya anda bukan orang yg konsisten di Partai, sadarilah yg bakalan bisa ngalahin SBY hanyalah Megawati, kalo bukan dia ga bakalan ada yg ngalahin SBY, sebenarnya kalo kita liat lebih jauh SBY hanyalah ngadalin rakyat dg BLT, UMKM, PNPM, padahal semuanya itu adalah karena SBY naikin BBM sampai lebih 100%, anak TK juga bisa jadi Presiden kalo gitu caranya, coba perhatikan lagi & mikir lagi anda kalo mengeluarkan statement, Anda siapa? bisa apa? Jadi pengamat doank…
Jadi Kesimpulannya, lawan SBY hanyalah Mega, tidak yg lain, SBY itu kalo anda tau dia adalah Ajudan Suharto dulu, makanya pemerintahannya ga beda dg Suharto, emang anda mengerti dg kesulitan rakyat yg diciptakan pemerintahan SBY sekarang?
Sekedar pendapat tentang statemen Agus Condro, raktyatlah yang akan menentukan, siapa yang akan menjadi pemenang pada Pilpres yad. Menurut saya forum ini, mungkin tidak salah, hanya menuangkan pendapat masing-masing saja dan bukan untuk saling membalas pendapat orang lain. Rakyat kita sekarang ini pada umumnya sudah punya siapa yang akan dia contreng pada pilpres yad? lanjutkan?
Menurut saya urus saja terus itu yang 500 juta X 10 orang agar lego mas Condro, nanti malah sampeyan lho yang jadi kambing hitam, bukannya kambing putih.
Tidak usahlah kita banyak argumentasi tentang Megawati . . .kan sudah pernah menjadi RI 1 sebagai warisan dari Gus Dur . . . .apa dan bagaimana kinerja seorang Megawati . . . .?
ya saya setuju lebih baik bu mega duduk manis jadi negarwan, itu malah lebih terhormat dari pada maju lagi…selain berat melawan sby dan kalopun menang saya gak yakin bu mega bisa memimpin negeri ini lebih baik dan malah partainya gak keurus…gak usah memaksakan diri bu, negara ini memang di proklamirkan pak karno tapi negara ini bukan warisan dari bapak bu….lebih baik mundur cari kader yng lebih baik….
Menurut saya usulan anda sudah kadaluwarsa, setidaknya oke lah. Tapi tolong itu urusan pribadi seseorang dan tergantung dari yang mngusulkan. Andai dia mau sebaiknya begitulah.hendaknya. Tapi jangan lupa mega punya pengagum bawah yang cukup kuat itu perlu dipeertimbangkan. Calon lain dari PDIP menurut saya cuma Pramono Anung yang mempunyai bobot.