KPU Akui Kurang Sosialisasikan Tahapan Pemilu ke Publik
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima kritikan Ketua Komisi II DPR RI, Agun Gunanjar Sudarsa yang mengatakan sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU masih lemah melakukan sosialisasi tahapan pemilu.
Demikian disampaikan komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/7/2013). Menurut Ferry, memang KPU kurang prima dalam melakukan sosialisasi tahapan pemilu kepada publik secara terbuka.
“Memang kita kurang prima lakukan sosialisasi. Hambatannya karena banyak hal, termasuk aspek aktivitas kegiatan yang kita lakukan, aspek penganggaran, dan aspek proses produksi yang sedang berjalan seperti lelang yang tak bisa dihambat,” ujarnya.
Sebagai masukan, lanjut Ferry, KPU dalam waktu dekat mulai menggalakkan sosialisasi lebih baik dengan berkomunikasi lewat media, iklan elektronik dan media cetak. Tak kecuali komunikasi tatap muka dengan masyarakat akan diintensifkan KPU Provinsi, Kabupaten atau Kota.
Masih kata Ferry, sosialisasi juga akan dilakukan penyelenggara pemilu sampai tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), ditambah dengan menggandeng peran serta tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, jejaring LSM, perguruan tinggi dan organisasi kepemudaan.