Gerindra Deklarasikan Enam Program Aksi
JAKARTA - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) membeberkan program yang akan direalisasikan jika mendapat mandat dari rakyat untuk memimpin pemerintahan 2014-2019. Kemarin (15/7) partai yang digawangi Prabowo Subianto itu mendeklarasikan enam program aksi transformasi bangsa Indonesia.
Enam program aksi itu akan disosialisasikan seluruh calon anggota legislatif (caleg) Gerindra untuk memenuhi target meraup lebih dari 20 persen suara dalam pemilu. “Kami punya keyakinan (perolehan suara) tembus di 20 persen berdasar assessment kami dari bawah dan didukung hasil survei-survei,” kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Dia optimistis dengan target itu meski perolehan suara pada Pemilu 2009 hanya 5 persen. Prabowo menyebut, tingkat partisipasi pemilih masih tergolong rendah. Nah, suara dari golput itu yang dibidik Gerindra. “Yang golput itu sekitar 40 persen. Bahkan, untuk pilkada, ada yang 50 persen. Ini menjadi tantangan caleg-caleg Gerindra memberikan pendidikan kepada rakyat supaya jangan menyia-nyiakan hak mereka,” terang mantan Danjen Kopassus itu.
Untuk Pemilu 2014, Gerindra total memasang 20 ribu caleg. Sebanyak 560 di antaranya DPR RI. Sisanya DPR provinsi dan kabupaten/kota.
Selain itu, lanjut Prabowo, partainya berharap suara dari partai-partai yang pada Pemilu 2009 tidak lolos parliamentary threshold (PT). Saat itu, di antara 38 partai peserta Pemilu 2009, hanya sembilan yang lolos PT. Sementara itu, Pemilu 2014 akan diikuti 12 kontestan. “Dari 27 partai itu (yang tidak lolos PT, Red), kalau dijumlahkan, suaranya bisa 20 persen. Itu peluang bagi kami kalau bisa mengambil sebagian,” katanya.
Enam program aksi yang dideklarasikan Gerindra kemarin dibacakan secara bergantian oleh Ketua Dewan Pakar Partai Gerindra Burhanuddin Abdullah dan Direktur Eksekutif Rachmat Pambudy. Enam program itu adalah membangun ekonomi yang kuat, berdaulat, adil, dan makmur; melaksanakan ekonomi kerakyatan; dan membangun kedaulatan pangan dan energi serta pengamanan sumber daya air.
Kemudian, meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia melalui program pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya; membangun infrastruktur dan menjaga kelestarian alam serta lingkungan hidup; dan membangun pemerintahan yang bebas korupsi, kuat, tegas, dan efektif. Enam program aksi tersebut masih dirinci dalam butir-butir dengan jumlah total 46 butir.
Prabowo mengakui, program aksi yang berbasis ekonomi kerakyatan tersebut memang ambisius. “Tidak hanya ambisius, tapi juga sulit. Tapi, kami harus mengimplementasikannya. Kita harus menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.
Terkait dengan pencalonannya sebagai presiden, Prabowo belum berbicara banyak. Menurut dia, keputusan siapa yang akan menjadi cawapresnya masih menunggu hasil pemilu legislatif. Dia hanya menyatakan siap bekerja sama dengan siapa saja, apalagi pengajuan capres-cawapres harus memenuhi presidential threshold. “Yang saya lihat, politik itu sangat dinamis. Prinsip saya, seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” tandasnya.(fal/c6/tom)
SUMBER : http://harianrakyatbengkulu.com//