Saat Pilpres, JK Akui Difitnah

Jusuf Kalla
Wakil Presiden, yang juga calon presiden Muhammad Jusuf Kalla, mengakui saat pemilu presiden dan wakil presiden 8 Juli lalu, dirinya difitnah berbagai isu.
Fitnah dalam bentuk selebaran dan pemberitaan itu di antaranya menuduh Kalla dan keluarganya akan bertambah kaya dengan kebijakan konversi minyak tanah ke gas elpiji. Selebaran dan spanduk itu diakuinya beredar di Provinsi Jawa Barat.
Hal itu diakui Kalla saat memberikan pengarahan pada Konferensi Kewirausahaan, Inovasi serta Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia atau yang disebut The First Indonesian Conference on Innovation, Entrepreneurship and Small Business (ICIES), yang diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7) siang.
Dalam acara itu hadir Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan, Rektor ITB Djoko Santoso, dan sejumlah stafnya, seperti Deputi Seswapres Bidang Politik Johermansyah Johan serta Sekwapres Tursandi Alwi.
Kalla mengungkapkan serangkaian fitnah tersebut saat tengah menjelaskan contoh kemandirian bangsa di bidang ekonomi dengan cara mengonversi minyak tanah dengan gas elpiji. “Saya terapkan kebijakan pengalihan beban subsidi minyak tanah yang sangat besar dengan gas elpiji, namun saat pilpres kemarin ternyata saya justru difitnah dengan kebijakan tersebut,” ungkap Kalla.
Menurut Kalla, hal itu perlu diungkapkan mengingat selebaran dan spanduk fitnah itu banyak ditemukan di sejumlah daerah Jawa Barat. “Sekarang ini saya buka karena kebetulan sekarang ada di Bandung,” tandas Kalla.
Kalla kemudian menceritakan sejumlah spanduk dan selebaran fitnah yang didokumentasikan dalam sejumlah foto. “Saya lihat foto-fotonya. Ada spanduk yang dipasang dengan bunyi Minyak Tanah Kosong, JK Kaya Raya. Lalu ada lagi yang isinya mengatakan Kalau JK Menang, Minyak Tanah Kosong dan lain-lain,” papar Kalla.
Selanjutnya, menurut Kalla, ia tidak apa-apa dengan fitnah tersebut yang menyebabkan ia kalah dalam pilpres. “Buat saya tidak apa-apa. Biarkan saja karena yang memfitnah akan menerima dosa-dosanya,” demikian Kalla.
SUmber : KOMPAS Suhartono
Yah Pak JK … mohon banyak me-review juga dech. Pada masa kampanye banyak juga kok isu2 negatif yg ingin menjatuhkan Pak SBY-Boediono … ingat kan Pak. Banyak juga KRITIKAN, HUJATAN, PROTES2 TAJAM, SINDIRAN & BLACK CAMPAIGN yg dilancarkan ke beliau …. Tapi apa reaksi rakyat Indonesia?? Tetep MEMBERI KEPERCAYAAN pada BELIAU …
Itu artinya … rakyat tidak akan melihat & mendengar apa kata orang luar, kita mendengat kata hati sendiri.
Mungkin Pak JK juga perlu introspeksi … bukan isu2 spt itu yg bikin Pak JK kalah pilpres … (kami malah tidak tau kalo ada isu itu), tapi krn ULAH DAN MANUFER Bapak+timses Bp sendiri selama kampanye yg dinilai kurang etis & rakyat bisa merasakan pemimpin mana yg diinginkan. Jadi lebih banyak introspeksi aja & semua dijadikan pembelajaran aja dech Pak …
Buat Pak JK yg terhormat, saya turut prihatin dengan ada fitnah yg mungkin ingin Bapak nyatakan sebagai penyebab kekalahan Bapak.
Sekalipun Bapak kalah, tetaplah menjadi orang yang bermartabat dan terhormat dengan cara menerima kekalahan secara elegan dan bijaksana, sebagaimana mestinya menjadi Bapak Bangsa.
Saya sangat sayangkan dan sesalkan karena Bapak memilih utk menunjukkan sikap ngotot tidak mau kalah secara legowo…., sehingga kami jadi trenyuh melihat kenyataan pahit bahwa…
MUNGKIN SAJA memang TUHAN dan RAKYAT YG BELUM MENGIJINKAN BAPAK MENANG, karena secara kejiwaan, Bapak belum siap untuk menang!!! karena Bapak belum sanggup kalah, dan tidak mau dikalahkan…!
Saya ingat pernyataan Bapak pada debat capres terakhir kali ttg bila kalah…. Bapak sudah muliai mennujukkan sikap tidak mau kalah…….. SAYANG SEKALI…………………. Mungkin ini efek negatifnya yg lebih dahsyat ketimbang fitnah-fitnah tersebut….
COME ON BE a REAL LEADER!!!! not just PRESIDENT
Mudah mudahan Dosa -dosa Nya Tidak Menambah Bencana Baru.