“Quo Vadis” Partai Islam?

Konflik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan, kini mereda. Sebelumnya, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali dianggap sering mengambil keputusan tak sesuai mekanisme partai oleh kubu Bachtiar Chamsah. Namun, baru-baru ini, kedua belah pihak menyatakan telah terjadi kesalahpahaman.

Di tempat terpisah, tepatnya dalam pertemuan aktivis partai Islam di Jakarta, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais menegaskan pilihan paling rasional bagi PAN saat ini adalah bergabung dengan Partai Demokrat. Dan sekaligus mengajukan calon wakil presiden atau cawapres bagi Susilo Bambang Yudhoyono.

Sebetulnya, rencana Amien tak senada dengan petinggi PAN lainnya. Belum lama ini Sekretaris Jenderal PAN Zulkifli Hasan yang bersama Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir tidak hadir di Yogyakarta, menyatakan pertemuan Yogyakarta hanyalah bersifat informal.

Pengamat politik Syamsuddin Harris menilai langkah Amien memang pertanda ketidakharmonisan di tubuh partai berbasis massa Muhammadiyah tersebut. Dalam pandangan Syamsuddin Harris, pertemuan 23 ketua dewan pengurus wilayah PAN di kediaman Amien di Yogyakarta, kemarin, tanpa kehadiran petinggi PAN termasuk Ketua Umum Soetrisno Bachir adalah upaya sang lokomotif reformasi itu memaksa Dewan Pimpinan Pusat PAN mendukung koalisi dengan SBY.

Sumber (ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

One Response to “Quo Vadis” Partai Islam?

  1. bunga septia April 22, 2009 at 11:35 am

    Ass. Prihatin juga denger partai berlabel Islam kok carut marut, ada PKS, ada PBB, PAN, PKB,PPP,PMB,PKNU,macem2 lah.Mbok yao kalo bawa islam itu yang istiqamah jangan nurut perutnya sendiri, malu2in Islam.Lha Tuhannya sama, nabinya sam kitabnya sama kok ototnya keluar semua hanya demi sebuah kursi?Waduh , lalu letak Allah disitu dimana?dibawah kursi?atau dibawah pantat pemimpin2 Islam yang jadi ketua Parpol itu?terus Muhammad dimana, Quran dimana?Kalo bisa dicontoh kasta di agama Hindu :
    1. Brahmana ( ulama dan ahli agama )
    2. Ksatria ( para pejabat dan pemimpin negara )
    3. Waisya ( para pedagang,rakyat yang hiduopnya relatif sejahtera )
    4. Sudra ( wong cilik )
    Kalo sudah level brahmana ( level tertinggi diatas ksatria ) mana mau yak2 an jadi pejabat dan pemimpin negara ( Ksatria ) lha ini ustadz2 dan yai2 rebutan jadi Anggota Legislatif dan pejabat. Padahal kalo level brahmana itu sudah harus banyak dekatnya ke Allah SWT , bukannya yak2 an jadi Ksatria.Kalo pedagang ( Waisya ) mau jadi Kstria wajar karena naik derajadnya, lha sudajh level paling terhormat dan tertinggi malah turun level jadi ksatria ini bgaimana?Wahai umat Islam khususnya pemimpin2 Umat, rukunlah, jangan mengejar kekuasaan semakin kau kejar semakin menjauh.Kekuasaan adalah amanat, dan amant tidak bisa dipaksakan. Ingatlah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone