Prediksi Kecenderungan dalam Pemilu 2009

Survei Prediksi Kecenderungan dalam Pemilu 2009
Survey dilakukan oleh LSI secara nasional pada 26 Oktober - 5 November 2008. Jumlah sampel sebanyak 2.197 dengan tingkat keyakinan 95 persen. responden adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling.
Masyarakat menilai bahwa Partai Demokrat merupakan partai yang dapat dipercaya dalam memimpin bangsa ini jika Pemilu legislatif diadakan pada hari ini (saat survey berlangsung). Ini terbukti dengan 16 persen dari jumlah responden memilih Partai Demokrat. Hanya 15,9 persen yang memilih Partai Golkar, PDIP 14,2 persen, PKS 4,9 persen, dan PKB 4,2 persen.
Dibandingkan Januari 2008, tren partai yang dipilih oleh masyarakat mengalami perubahan. Partai Demokrat mengalami peningkatan, yang awalnya 13 persen, kemudian meningkat menjadi 17 persen di bulan November 2008. Partai Golkar mengalami penurunan, dari 18 persen menjadi 16 persen. PDIP mengalami penurunan cukup signifikan, yaitu dari 21 persen, menjadi 14 persen. Partai lain yang mengalami penurunan adalah PKB, yaitu dari 7 persen menjadi 5 persen.
Partai yang mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. yaitu PKS dari 4 persen (Januari 2008) menjadi 5 persen di bulan November 2008. Sementara partai yang tidak mengalami perubahan persentase pemilih tahun ini adalah PPP tetap sebanyak 5 persen dan PAN tetap sebanyak 3 persen.
Partai baru, seperti Gerindra menunjukkan kinerja peningkatan yang menarik, yaitu sebanyak 1 persen masyarakat memilih di bulan Juni 2008, kemudian meningkat menjadi 3 persen di bulan September 2008 dan meningkat lagi menjadi 4 persen di bulan November 2008.
Sumber
• VIVAnews
Apakah survey survey tersebut telah di kalkulasikan dengan jumlah sebaran penduduk dan jumlah perolehan untuk mendapatkan satu kursi di dpr? kalau sampai saat ini saya belum percaya terhadap survey kecuali setelah selesai pencontrengan. seperti pilkada jawa barat mengapa kok LSI kurang akurat dalam memprediksi siapa yang menang sebelum pilkada.
yang disurvai kebanyakan bapak2 jarang pada mahasiswa jadi suara emosional yang tercatat coba mahasiswa / pekerja pabrik juga ada pasti hasil beda