PKS Jajaki Koalisi Dengan Gerindra dan Hanura

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menilai ada kemungkinan PKS melakukan koalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Hanura di Pemilu mendatang.
“Kalau suara mereka cukup besar, kenapa tidak, PKS berkoalisi dengan mereka,” kata Tifatul di Balikpapan, Minggu (15/2).
Opsi koalisi dengan Gerindra dan Hanura tersebut, menurut Tifatul merupakan hasil kajian dari Litbang PKS. Pasalnya, dua partai pendatang baru itu diprediksi Litbang PKS, akan mendulang perolehan suara cukup besar dalam Pemilu Legislatif nanti.
“Menurut kajian Litbang PKS ada dua partai baru yang akan mendapat cukup banyak dukungan suara, yaitu Partai Gerindra dan Hanura,” ungkapnya.
Tifatul tidak memungkiri bahwa PKS juga berniat untuk berkoalisi dengan partai besar lainnya seperti Golkar dan PDI Perjuangan.
“Saya cenderung ingin PKS koalisi dengan partai besar, supaya kekuatan 40 persen suara tercapai dan koalisi jadi solid,” tuturnya.
Disinggung pilihan PKS untuk berkoalisi dengan Golkar atau PDI Perjuangan, Tifatul mengatakan, sampai sejauh ini pamor PDI Perjuangan dianggap jauh lebih gemilang dibanding Golkar.
“Masih hasil pengamatan kita, popularitas PDIP saat ini masih jauh lebih besar dibanding Golkar. Tapi, itu bukan berarti kita akan berkoalisi dengan PDIP,” ujarnya.
Saat ini PKS, ujar Tifatul akan menjajaki koalisi dengan Parpol yang memiliki himpunan suara pemilih di atas 40 persen suara. Dia mengatakan, PKS cenderung akan mengusung koalisi dengan partai politik yang total himpunan suaranya mencapai 40 persen. Hal itu penting, agar koalisi yang dibangun cukup tangguh menghadapi berbagai tekanan yang muncul.
“Dalam Bayangan saya, koalisi dibawah 40 persen suara sangat rapuh. Idealnya koalisi itu 40 persen,” kata Tifatul.
Tifatul mencontohkan, pada Pemilu 2004 lalu, koalisi PKS dengan empat partai lain seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB) dan PKPI adalah koalisi yang rapuh karena hanya menghimpun total 18 persen suara.
“Koalisi kita di 2004 sangat rapuh, mudah digoyang, bahkan waktu pemilihan Ketua Fraksi DPR, kita tidak kebagian apa-apa,” jelasnya
PKS … kok nggak punya pendirian sih? Percaya diri lah ….
aduhh hati-hati kalo ngomong pak tifatul PKS partai islam idealnya berkoalisi dengan partai islam dan memperjuangkan islam jangan hanya ingin kuat koalisi tapi tidak punya komitmen terhadap islam koalisi model apa, apa hanya untuk bagi-bagi kursi aja kasihan dong kader PkS udah banyak berkorban tapi elitnya cuma ngejar kursi aja.satu hal pak tifatul PKS hanya bisa besar dengan islam
PKS tuh lambangnya bulan sabit saling membelakangi, maka saya jamin PKS tidak akan pernah berkoalisi dengan partai berazas islam lainnya. Sesuai dengan filosofi gambarnya bulan sabit pantat-pantatan. Terbukti !!!