Penyebar Selebaran soal Istri Boediono Tak Penuhi Panggilan

Adi Zain Ginting, terlapor dalam penyebaran selebaran tentang agama istri calon wakil presiden Boediono, tak memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Medan. Hingga Sabtu (27/6) pukul 10. 00 WIB, pria berusia 56 tahun itu tak hadir di Kantor Panitia Pengawas Kota Medan Jalan Sicanggang, Medan.

Pria yang disebutkan berprofesi sebagai tukang pijat itu, dilaporkan Tim Pemenangan SBY-Boediono, Rahmat Shah dan Rahmad P. Hasibuan. Dalam laporan yang diterima Pengawas Kota Medan, Kamis (25/6), dinyatakan, adanya penyebaran selebaran hasil wawancara Tabloid Indonesia Monitor, edisi 49 tahun I/3-9 Juni 2009 dengan Habib Husein Al Habsy, yang bertitel, “Apakah PKS Tidak Tahu Istri Boediono Kataloik?”, saat Jusuf Kalla berkampanye di gedung Madinatul Hujjah, Asrama Haji Medan, sehari sebelumnya.

Ketua Panitia Pengawas, Muhamad Aswin kepada Tempo, mengungkapkan, Adi Zain Ginting akan dipanggil kembali. “Hari ini dia (Adi) tidak hadir, kita akan melayangkan surat panggilan kedua,” kata Aswin. Dikatakannya, atas laporan itu, Panwas Kota Medan telah melakukan klarifikasi kepada Tim Pemenangan Jusuf Kalla-Wiranto. “OK Chaidir kemarin sudah kita klarifikasi,” jelas Aswin.

Adi yang dihubungi Tempo melalui telepon, mengaku belum menerima panggilan. “Saya lagi di Lubuk Pakam,” kata Adi.

Sumber : SOETANA MONANG HASIBUAN

2 Responses to Penyebar Selebaran soal Istri Boediono Tak Penuhi Panggilan

  1. Saitosan June 29, 2009 at 9:54 pm

    Yang saya kepingin tahu kenapa sipenyebar lembaran bernuansa negatif tentang Ibu Budiono saat itu tidak langsung ditangkap. Karena selebaran itu merupakan fitnah.
    Yang kedua aneh lagi kenapa Adi Zen direkam terus dikamera , apakah ada suatu kesengajaan, aneh?

  2. jordan pradana June 30, 2009 at 9:00 am

    Saya sangat setuju dengan pendapat “SAITOSAN” kejadian tersebut banyak kejanggalan nya :

    1. Kenapa tidak langsung ditangkap karena itu fitnah
    2. Kenapa disyutting terus dengan jelas
    3. Kenapa pelaku bebas berkeliaran
    4. Kenapa Polisi sampai saat ini tidak bergerak atas peristiwa itu
    5. Kenapa memakai pakaian selayaknya peserta lainnya dan memakai logo
    JK-Win.
    6. Kenapa tidak dikenai undang-undang subversi karena ingin menggagal
    kan pemilu dengan mengadu domba/menfitnah.
    7. Kenapa yang memanggil kok cuman bawaslu aja bukan aparat hukum

    Tolong para anak bangsa tuntaskan permasalahan ini keakar-akarnya dan serahkan kepada yang berhak menanganinya…. Dan kami berharap kembali konsentrasi ke pemenangan pemilu para teamnya masing2 yaitu

    1. Team SBY-BOEDIONO
    2. Team JK-Win

    Kedua team jangan menghabiskan tenaga, energi, dan waktu membahas hal tersebut diatas malah-malah kedua team akan ketinggalan start dengan 1 Team yang tidak diganggu yaitu Mega-Prabowo (dia sudah lari kencang) kalian berdua berkutit masalah tersebut diatas aja……serahkanlah ke yang berwajib dan kembali berkampanye karena waktunya tinggal sedikit lagi…………………..

    Hayo Team SBY-BOEDIONO & Team JK-WIN berjuang lagi….berjuang lagi lalui kompetisi dengan kesehatan dan kesantunan……………………ingat yang berjuang bukan kalian berdua masih ada satu team yang perlu anda lalui/kalahkan………

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone