Penerus Mega, Puan, Guruh, atau Pramono?

Mega - Puan

Mega - Puan

Puteri semata wayang Megawati, Puan Maharani, selama ini disebut kandidat kuat. Tapi?

Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan dilaksanakan hari ini. Agenda utamanya mengevaluasi hasil Pemilihan Presiden dan konsolidasi internal partai. Tapi, masalah regenerasi kepemimpinan partai moncong putih juga ikut membayangi perjalanan yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini ke depan.

Internal partai mengakui bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan tidak selamanya diduduki Megawati. Hanya saja, yang jadi problem sekarang ini siapa yang meneruskannya. Nah, untuk memutuskan siapa yang nanti akan dijadikan pemimpin partai, tidak semudah membalik telapak tangan.

Puteri semata wayang Megawati, Puan Maharani, selama ini memang disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Bahkan, di beberapa kesempatan Megawati pernah bilang, Puan punya kesempatan, dan dia termasuk calon yang bagus.

Namun, Puan justru menghadapi tentangan keras dari pamannya sendiri, Guruh Soekarnoputra, yang juga mengincar mahkota PDI Perjuangan. Guruh yang juga anggota DPR itu punya pendapat, dia merasa lebih pas menggantikan kakaknya, Megawati.

Alasan Guruh ialah merasa lebih matang dari segi pengalaman politik. Sedangkan, bagi Guruh, Puan masih terlalu muda dan masih perlu banyak belajar. Puan, katanya, baru siap menerima tongkat kepemimpinan partai sekitar lima atau sepuluh tahun lagi.

Pramono Anung, yang sekarang ini menjabat Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan juga santer disebut akan diberi tongkat estafet itu.

“Saya juga lihat ada Anung dan Budiman Sudjatmiko yang bagus. Banyak sekali kader yang suatu hari dapat memimpin PDIP,” ujar Mega Jumat 3 Juli 2009 di Intercontinental Midplaza.

Tidak semua pihak menganggap komentar Megawati itu serius. Budiman mengatakan, hal itu lebih seperti apresiasi Mega kepada Budiman dan Pramono.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit, berpendapat seharusnya PDI Perjuangan memikirkan masa depannya secara serius dan tidak hanya bersandar pada politik dinasti.

Menurutnya, faktor mutlak yang membuat suatu partai bisa lebih baik adalah kepemimpinan berbasiskan kompetensi. “Kalau mempertahankan dinasti tapi partai terpuruk, buat apa?” ujar Arbi kepda VIVAnews.

Arbi berpandangan negara tidak dapat dibangun berdasarkan dinasti. Bila itu yang terjadi, maka Indonesia akan kembali ke zaman kerajaan seperti di masa lalu. Negara dan partai, lanjut Arbi, tidak dapat dikorbankan demi dinasti.

“Mana yang lebih hebat antara Puan, Guruh, atau Pramono” Arbi balik bertanya. Dia mengatakan siapapun di antara ketiganya yang lebih hebat dan lebih kompeten, maka dialah yang pantas untuk membawa PDI Perjuangan melangkah ke depan.

Sumber : Siswanto, Anggi Kusumadewi • VIVAnews

2 Responses to Penerus Mega, Puan, Guruh, atau Pramono?

  1. Benyamin July 18, 2009 at 3:41 am

    Ibu Mega masih memilikki harapan besar untuk menang pada Pilpres 2014 karena 5 tahun mendatang Pak SBY sudah tidak bisa jadi Capres lagi , sehingga Ibu Mega akan menjadi Capres yang paling populer.
    Semoga berhasil.

  2. a.kahar July 19, 2009 at 6:29 pm

    yang terpenting sesudah ini PDIP harus konsolidasi dan mandiri,
    soal figur ketua nanti itu bisa menjadi bagian dari bentuk konsolidasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone