PDI-P: Ditinggalkan Demokrat, Golkar Tak Akan Sendiri

PDI Perjuangan
Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan, opsi untuk bekerja sama dengan Partai Golkar terbuka lebar. Golkar, yang sepekan ini disinyalkan akan ditinggal mitra koalisinya, Partai Demokrat, dihibur PDI Perjuangan. Pramono mengatakan, jika Demokrat memang berpaling, Golkar tak perlu merasa sendiri. Apa maksud ucapannya?
“Dengan Golkar hubungan kami baik dan opsi terbuka lebar. Bisa saja bekerja sama dengan Golkar. Selain di DPR, di luar pun komunikasi Golkar dan PDI-P sudah berjalan dengan baik. Kalau Golkar ditinggalkan Demokrat dia tidak akan sendirian,” ujar Pramono, Jumat ( 13/2 ) di Jakarta.
Pramono menambahkan, PDI-P bisa bekerja sama dengan partai mana pun, termasuk Demokrat. “Perbedaannya adalah Demokrat sudah memberitahukan SBY sebagai capresnya, begitu juga PDI-P dengan Megawati. Maka kemungkinan itu jadi lebih kecil,” ujar dia.
Ia menegaskan, PDI-P tidak mempunyai konflik dengan Demokrat ataupun SBY. Namun, ia mengakui adanya perbedaan politik dan pandangan. “Kami tidak mau dikompori untuk berkonflik. Kami berharap punya presiden yang bisa bertanggung jawab dan bisa tegas dalam mengambil keputusan sehingga dalam krisis global ini kita tidak terombang ambing tanpa keputusan yang tegas,” kata Pramono.
Inggried Dwi Wedhaswary
Bangsa ini seudah sangat lelah melihat ungkapan-ungkapan politis dari elit partai, sudah saatnya kita berbenah diri, perkecil perbedaan, tumbuh kembangkan persamaan, dalam alam demokrasi, menang dan kalah adalah sama, yang menang janganlah sombong, yang kalah tak usah berkecil hati, bukanlah kekalahan adalah kesuksesan yang tertunda. Mari kita menatap bangsa Indonesia jauhy ke depan, kita bangun sendi-sendi kehidupan anak bangsa, bangsa ini perlu figur dan pimpinan yang kuat, yang bisa mengayomi seluruh anak bangsa. Kita akan bangga bla anak bangsa bersatu bahu-membahu dalam ikatan persaudaraan Indonesia, tanpa terkecuali para elit politik ataupun pemerintahan. Ingatlah para pejuang yang rela mati demi anak cucu, jagalah warisan para pejuang tanah air Indonesia, Setelah proses pencontrengan berakhir, mari kita satukan pikiran, perasaan, demin mewujudkan Indonesia yang penuh cinta kasih. Indonesia bukan hanya milik segelintir orang, Indonesia milik kita, rakyat Indonesia, mari kita sama-sama berjuang, tabnpa mengenal lelah, untuk mewujudkan impian : Ketentraman, Kedamaian, Keadilan, Kesejahteraan yang kita cita-citakan. Berbesar hati merupakan ciri anak bangsa yang menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. SEMOGA INDONESIAKU AKAN TETAP MENJADI NEGARA YANG AMAN, DAMAI, SEJAHTERA, SERTA DAPAT DIHORMATI DAN DISEGANI OLEH BANGSA MANAPUN DI DUNIA”
SETUJU PAK!!!!! PERTAHANKAN KMERDEKAAN UNTUK MAJU…..JANGAN MAU DI ADU DOMBA. OKE…
PDIP belum berhasil karena nilai jual ibu mega itu hanya dibalik bpk presiden sukarno, tentu bung karno hanya diingat oleh mereka yang mengenal bung karno dulu, jadi mestinya PDI Ppunya leader yang dari genari muda, lihat aja nanti kalau ibu mega sudah tidak ada, hanyutlah PDI , mendingan golkar biar pak harto masihlah berkibar kuningnya.Era sekarang ini lain dengan tahun 1945 , dan janganlah jadi oposisi kretiknya masih belum beretika politik. biar awak ini tidak ngerti politik praktis tapi jadi pengamat politik tingakt dusun bolehlah, kan gitu
Yang ngak tegas itu Bu Mega contohnya soa; B:T, partainya oke-ibunya menolak jadinya ikut juga mau. Bagaimana bisa dipercaya? Memang lidah tak bertulang.