Menjelang Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar : Yang Harus Dipahami Aburizal dan Paloh

Aburizal Bakrie dan Surya Paloh sekarang ini sedang giat melakukan sosialisasi sebagai persiapan maju ke bursa pemilihan Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya.
Yang mereka lakukan merupakan tindaklanjut menjelang detik-detik terakhir masa kepemimpinan Jusuf Kalla di partai itu pascakekalahan di Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2009.
Bagi Malkan Amin, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, dari segi mengelola organisasi, pengalaman yang dimiliki kedua tokoh nasional itu sama sekali tidak ada yang meragukan.
Akan tetapi, kata Malkan, ada hal yang jauh lebih penting lagii yang wajib dimiliki kandidat pemimpin partai beringin.
Modal itu ialah mereka harus memahami betul permasalahan yang tengah melanda partai beringin dewasa ini. Yaitu, partai ini telah kalah telak di Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.
“Ini kan berarti ada kemunduran-kemunduran dalam rangka mendapat dukungan dari masyarakat di dua pemilihan itu,” katanya kepada VIVAnews.
Itulah sebabnya, pemimpin partai ke depan haruslah memiliki semangat untuk mengembalikan Partai Golkar agar kembali mencorong. Untuk mencapai hal itu, dibutuhkan kemampuan memberdayakan semua SDM pendukung partai untuk bahu membahu membangun partai.
“Jadi pemimpin Golkar harus dipimpin orang baik yang diyakini masyarakat tidak bermasalah,” katanya. “Jadi, prinsipnya air bersih dan kain pel bersihlah yang mampu membersihkan.”
Nah, siapa kandidat pemimpin beringin ke depan yang memiliki kemampuan seperti itu, Malkan mengatakan akan diuji lagi melalui seberapa besar mereka mendapat restu dari daerah.
Sesuai AD/ART DPP Partai Golkar, kandidat yang keluar sebagai pemenang adalah yang mendapat dukungan mayoritas dari daerah.
“Nah sekarang ini sejauh mana mereka itu mampu menggarap daerah untuk memberikan dukungan,” kata Malkan.
Senin, 3 Agustus 2009, 08:36 WIB
Siswanto - VIVAnews


SP saya kira lebih bisa atau lebih mudah untuk membawa perubahan golkar kedepan karena tidak ada catatan yang buruk selama ini. ARB terbentur masalah lapindo yang walaupun disebutkan bencana alam, tetapi bangsa kita saat ini sudah lebih kritis, sudah pintar. Jadi jika ingin membawa perubahan golkar menjadi lebih baik, pilih SP untuk jadi ketum. Krn saya sendiri dahulu pernah jadi simpatisan golkar yang pindah ke demokrat. Tapi jika SP menjadi ketum, bukan tidak mungkin saya kembali ke golkar.