Mengapa LSI Umumkan Sumber Dana Survei
Mengumumkan sumber dana survei itu adalah bentuk pertanggungjawaban publik.
Lembaga Survei Indonesia secara terbuka mengakui survei terbarunya dibiayai Fox Indonesia, konsultan kampanye pasangan calon presiden dan wakil presiden, Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono. Pengakuan ini terang saja menuai sambutan negatif, meski ada yang menilai positif.
Burhanuddin Muhtadi, Peneliti Senior LSI, menyatakan pengakuan itu bentuk pertanggungjawaban publik lembaga mereka. Dengan membuka sumber dana survei, publik bebas mau menghubungkan atau memisahkan sumber dana dengan hasil penelitian. Mereka bisa memfokuskan pada metodologi risetnya, dan mempercayai hasilnya; bisa pula mereka memfokuskan pada sumber dananya dan tak percaya hasil risetnya.
“LSI ingin menunjukkan bahwa sumber dana itu sama sekali tak menentukan hasil survei,” kata Burhanuddin dalam pesan elektronik ke VIVAnews. “LSI tak berambisi mengelola persepsi publik, lha wong para kandidat capres dan cawapres saja terlihat kewalahan mengelola persepsi publik. Sumberdaya capres dan cawapres itu jauh melampaui sumberdaya sebuah lembaga survei,” ujar lulusan Australian National University itu.
Dan LSI telah memulai tradisi pengungkapan sumber dana survei dan mengambil risiko dengan langkah itu. “Kami menganggap, langkah ini secara etis jauh lebih bagus ketimbang menyembunyikannya,” ujar Burhan.
Tak Langgar Etika
LSI juga menyatakan survei 25-30 Mei 2009 itu sesuai dengan kode etik Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi). Tidak ada prinsip etika yang dilanggar LSI dalam survei atau pun saat mengumumkan riset dibiayai Fox Indonesia.
“Sponsor boleh memberikan bantuan pendanaan untuk melakukan survei sepanjang tidak melakukan intervensi terhadap data,” kata Burhan.
Sebagai tambahan informasi, prinsip ini diadaptasi dari kode etik World Association for Public Opinion Research (WAPOR) yang dipraktikkan di banyak lembaga riset opini publik di manapun. Ini prinsip dan praktek yang lazim belaka di mana-mana.
Karena itu, Burhanuddin menyatakan data survei yang didapat LSI bukanlah manipulasi. “LSI tahu persis bahwa bisnis survei itu berbasis kepercayaan. Sekali kami memanipulasi dan ketahuan, tak akan ada klien yang datang. LSI tak seceroboh itu. Rugi belaka jika berpikirnya mengutamakan kepentingan jangka pendek dengan mengorbankan keuntungan jangka panjang akibat memanipulasi data,” katanya.
Survei termutakhir LSI menemukan pasangan SBY-Boediono meraup dukungan 70 persen responden, sementara Megawati-Prabowo Subianto 18 persen dan Jusuf Kalla-Wiranto 7 persen. Survei melibatkan tiga ribu responden dengan teknik multistage random sampling. Margin of error sebesar kurang lebih 1,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Tim sukses JK-Wiranto dan Mega-Prabowo kemudian menuduh survei ini berat sebelah. Indra J Piliang menyatakan beberapa kesimpulan survei tidak tepat, meski tidak menyentuh segi metodologi survei. Sementara Jusuf Kalla menanggapi survei itu tidak masuk akal karena partainya sendiri mendapat 14 persen suara dalam Pemilu.
Sumber : Arfi Bambani Amri arfi.bambani@vivanews.com • VIVAnews
Yah….namanya jg survey… bisa aja diatur samplingnya diambil dr daerah yg pemetaannya lbh banyak warna biru toh….
“LSI tak berambisi mengelola persepsi publik” adalah salah satu contoh kalimat atau ucapan dari orang yang merasa berintelek dan merasa selalu ilmiah. Kalau jujur niat dan ucapannya tersebut, adalah merupakan KEALPAAN, karena ke-intelekan-nya tidak mampu menjangkau waktu, suasana dan keadaan. Sehingga reaksinya menjadi perdebatan. Yang bahaya adalah jika niatnya demikian tetapi pengakuannya menolak, itu adalah KEBOHONGAN yang ingin ditutupi.
kalau benar SBY mendapat 70 % itu artinya sebanyak 120 juta pemilih yang akan mendukungnya jadi presiden..
suatu kebohongan publik mulai lagi untuk enggiring opini publik..
sadarlah wahai LSI dan KPU
yang nga percaya ya tunggu fakta. melaului poling disini juga sudah nampak kebenarannya.
UNTUK pasangan yang mendapat surveynya masih rendah , jangan berkecil hati , terutama pak JK-WIN , jangan terlalu percaya bapak2
”
itu hanya survey “
Betul LSI itu lembaga yang baik dan terpercaya jadi apabila mengumumkan sumber dana survei itu adalah bentuk pertanggungjawaban publik. Lanjutkan satu putaran !!!!!!!!!!!!!!