Kemungkinan Demokrat Beri PDIP 1 Kursi Saja

Kedekatan Taufiq Kiemas dengan SBY menjelaskan bahwa tidak ada musuh politik abadi.
Partai Demokrat sebagai pemenang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2009 membuka lebar-lebar pintu bagi PDI Perjuangan untuk bekerjasama di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Tetapi, karena PDI Perjuangan tidak ikut berjuang dari awal untuk memenangkan SBY menjadi Presiden, maka kursi di kabinet yang kelak diberikan Partai Demokrat kepada partai moncong putih, tidak akan banyak-banyak.
“Soal berapa kursi untuk PDI Perjuangan, yang tahu pastinya tentu hanya SBY. Tapi, yang pasti banyak. Bisa saja hanya satu,” kata Achmad Mubarok, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Senin 3 Agustus 2009.
Dan tempat yang diberikan kepada PDI Perjuangan, kata Achmad Mubarok, kemungkinan adalah posisi sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Posisi Ketua MPR dinilai Achmad Mubarok sangat tepat untuk PDI Perjuangan. Sedangkan posisi Ketua DPRnya dari Partai Demokrat. Dengan demikian, kata dia, kedua partai besar ini betul-betul bisa saling bahu membahu melaksanakan program-program memajukan bangsa ke depan.
Achmad Mubarok menjelaskan dalam kerjasama ini bukan masalah jumlah kursi yang diberikan kepada partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu. Melainkan, pada tujuan utama kerjasama dua partai besar ini yaitu betul-betul mampu memajukan pemerintah Indonesia yang lebih baik.
Mubarok menjelaskan soal wacana koalisi itu untuk menanggapi mesranya hubungan Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan, Taufiq Kiemas, dengan Presiden SBY di sela-sela sidang paripurna luar biasa di gedung DPR/MPR, pagi tadi.
Setelah pertemuan dengan SBY itu, menjawab pertanyaan wartawan apakah PDIP sudah setuju bekerjasama sebagai mitra koalisi di pemerintahan, Taufiq Kiemas mengatakan, “Insya Allah terbuka (masuk kabinet).”
Hubungan baik antara SBY dan suami Megawati yang dipertunjukkan depan publik itu, kata Achmad Mubarok, memang tidak dapat begitu saja dimaknai sebagai bentuk persetujuan bahwa PDI Perjuangan bersedia koalisi.
“Yang diungkapkan Taufiq itu kan bukan jawaban matematis, tapi politis,” katanya.
Akan tetapi kedekatan semacam itu, walaupun sebenarnya bukan baru pertama kalinya dilakukan Taufiq dengan SBY, kata Achmad Mubarok, telah menjelaskan kepada publik bahwa tidak ada musuh politik yang abadi.
“Semuanya akan kembali bersaudara,” kata Achmad Mubarok.
Senin, 3 Agustus 2009, 13:11 WIB
Siswanto - VIVAnews
SAYA SANGAT BERSYUKUR YA KALAU KOMPONEN BANGSA SECARA BERSAMA-SAMA MEMBANGUN NEGERI INI UNTUK LEBIH MAJU DAN BERKEMBANG….
INI ADALAH CONTOH KENEGARAWANAN BP. SOESILO BAMBANG YUDHOYONO…YANG MAU MERANGKUL LAWAN POLITIKNYA DAN MENGAJAK DUDUK BERSAMA UNTUK MEMBANGUN NEGERI INI…
EMANG SUDAH TIDAK ADA WAKTU LAGI UNTUK MEMPERDEBATKAN YANG TIDAK PENTING-PENTING…ACTION INILAH SEBAGAI BUKTI BAHWA BP. SBY BETUL2 KONSEN MEMIMPIN NEGERI INI.
DAN UNTUK BAPAK TAUFIK KEMAS…SAYA JUGA SALUN DENGAN BAPAK DENGAN MAU DUDUK BERSAMA TANPA ADA RASA DENDAM…DAN KALAU BISA DIIKUTI MAKMUMNYA YAITU MEGAWATI SANG ISTRI.