“Golkar Didirikan untuk Rebut Kekuasaan”

Partai Golongan Karya

Partai Golongan Karya

Anton Lesiangi tidak menutupi tabiat partainya yang selalu bergerak ke arah kekuasaan.

Resistensi sejumlah pihak pada keinginan Golkar untuk masuk kembali ke kabinet, ditanggapi oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat PP Golkar, Anton Lesiangi.

Golkar didirikan sebagai alat perjuangan untuk merebut kekuasaan,” ujar Anton tegas kepada wartawan, Selasa 14 Juli 2009.

Anton tidak menutup-nutupi tabiat partainya yang selalu bergerak ke arah kekuasaan. Menurutnya, partai sebagai perebut kekuasaan hanya alat bagi Golkar. Sedangkan. sambung dia, tujuan akhir Golkar bukanlah kekuasaan. “Setelah kekuasaan berhasil direbut, maka tugas Golkar cuma satu, yaitu menyejahterakan rakyat,” jelas Anton.

Ia juga membenarkan pernyataan sejumlah elit Golkar yang mengatakan bahwa posisi Golkar tetap mendukung pemerintah. “Golkar akan menjadi partai pendukung pemerintah, tapi bukan partai pemerintah,” kata Anton di Gedung DPR RI.

Partai pemerintah, lanjut Anton, saat ini hanya dipegang oleh satu partai, yakni Partai Demokrat. Sedangkan partai-partai lain yang tegabung ke dalam mitra koalisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hanyalah partai pendukung pemerintah. Meski posisi Golkar mendukung pemerintah, Anton menegaskan bahwa partainya akan tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Pada akhirnya, Anton mempersilahkan apabila SBY ingin mengambil beberapa kader Golkar untuk membantu dalam pemerintahannya.

Sumber : Ita Lismawati F. Malau, Anggi Kusumadewi • VIVAnews

5 Responses to “Golkar Didirikan untuk Rebut Kekuasaan”

  1. MR.GONZZALES July 15, 2009 at 10:09 am

    Partai Golkar Udah berkuasa 36 Thn Yang Sejahtera 1 % Itu pun Masih Golongannya . Terus Mau Berkuasa Berapa Lama Lagi Untuk Mensejahterakan Rakyat Indonesia. Petinggi - Petinggi Partai Dulunya Juga Mantan Orang Golkar Termasuk Partai Demokrat . Kalau Bisa Jangan Mengambil Keuntungan Dari Penderitaan Rakyat Untuk Golongan Tertentu Saja. Kasihan Pak Rakyat Kita Udah Lama Hidup Susah Di Bumi Yang Kaya Raya Hasil Buminya.

  2. Kader Muda Golkar July 15, 2009 at 11:05 am

    Yaaaaa..bgitulah tabiat kalian yg cm mikir jabatan..Negara jahiliyah ya di pimpin pemimpin yg jahiliyah, dan pendukungnyapun juga jahiliyah..

    Malu..malu..malu..ngaca dulu kalian..hidup gk cm soal kekuasaan, tp amal baik yg dimulai dr sesuatu yg baik..

    Kalah y kalah, terima saja, tp harus konsekuen..mendukung boleh, tp tidak harus berkuasa..

    Pikir pake otak, jangan pake dengkul..Kader Golkar memang mayoritas pintar dan mumpuni orang2nya, tp jg mumpuni soal akal bulus..

    Dasar gk tau malu..Ane jg kader golkar, tp gk berfikir selicik itu, biarkan dan kasi kesempatan orang lain yg memerintah dan berkuasa..

  3. Agung July 15, 2009 at 9:59 pm

    Du ilah, bener itu..! Lha masak ada, partai politik didirikan yang tidak untuk alat perjuangan merebut kekuasaan? Dan setelah kekuasaan berhasil direbut, maunya ya sama, yaitu mensejahterakan rakyat. Soalnya kalau nggak begitu, ya rakyat marah.

  4. sandal jepit July 16, 2009 at 3:30 pm

    Bangsaku pernah dijajah belanda 350 tahun, sempat merdeka dari th. 1945 s/d th. 1965 dibawah kepemimpinan bung Karno . . . .
    Sehabis itu bangsaku dijajah lagi oleh belanda hitam dan belanda sipit,
    Para penjajah itu masih terus berebut kekuasaan, dengan menghalalkan segala cara.
    Bangsa kami yang terjajah hanya menunggu munculnya lagi seorang pemimpin yang berjiwa Soekarno.

  5. Satochid Sosrodiredjo July 27, 2009 at 9:53 pm

    Jiwa soekarno yang mana?. Saya sependapat apabila jiwa Soekarno yang saat beliau menjadi Presiden pada awal2 pemerintahannya. Jangan setelah merasa dirinya super power dan hebat, jalannya sangat keliru dan tidak benar.
    Setelah itu bangsa kita dijajah dengan pemerintahan yang hampir mirip yaitu pola otoriiter jadi sejak merdekapun kita masih belum benar2 merdeka. Mari kita bersatu meningkatkan ketajaman pikiran dan jangan mau diperbudak oleh bangsa sendiri yang neko-neko.
    Mari kita berjuang demi masa depan rakyat kita serta anak cucu dikemudian hari, Heh malah pemilu sekarang diwarnai ribut yang mengecewakan pada ngambeg ngak mau kalah yang jelas sudah kalah malahan rebutan kekuasaan. Cari-cari masalah yang jelas sudah tidak menang.
    Kapan kita mau merdeka seratus persen ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone