Generasi Muda PDIP Diminta Dobrak ‘Dinasti’

megawati_soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri hampir dipastikan kembali memimpin PDI Perjuangan untuk periode 2010-2015. ‘Terpilihnya’ Mega dikhawatirkan hanya dimanfaatkan untuk mempertahankan dinasti politik semata yang pada akhirnya akan terjebak pada pengelompokan ‘geng-geng’ antarkader.
“Situasi politik di tubuh partai yang berlambang banteng moncong putih itu selama ini tidak ada perubahan,” kata pengamat politik UGM Yogyakarta, Arie Sudjito, Senin 5 Maret 2010
Dengan memanfaatkan momentum Konggres III di Bali ini, kata Arie, generasi muda PDIP seharusnya berani membuat terobosan dan berbenah diri dengan membuat gugus reformasi di internal partai, tanpa merusak tata krama politik. “Semangat politik Soekarno dan Megawati seharusnya dijadikan spirit untuk memperkokoh ideologi partai,” katanya
Lebih lanjut Arie menyatakan, wacana oposisi atau koalisi seperti yang berkembang akhir-akhir ini sebenarnya sia-sia saja karena tidak ada relevansi dengan keadaan internal partai yang butuh direformasi.
“Para kader muda yang memiliki integritas dan mewakili ideologi Soekarno harus berperan agar PDI Perjuangan tidak terbawa arus menjadi partai yang pragmatis,” tandasnya.
Ke depan, tantangan partai bergambar kepala banteng moncong putih ini adalah bagaimana bisa mentranformasikan diri menjadi partai modern. Salah satu konsekuensi sebagai partai modern adalah membenahi manajemen partai.
“PDI Perjuangan harus menjadi partai modern dengan membenahi manajemen partai. Saat ini godaan PDI Perjuangan menjadi partai pragmatis sangat besar,” pungkasnya.
sumber: KDW | Yogyakarta• VIVAnews

