Boediono: Jusuf Kalla Orang Baik

Boediono

Boediono

Calon Wakil Presiden Boediono tidak mempermasalahkan pernyataan calon presiden Jusuf Kalla yang mengatakan pernah marah kepada Boediono karena penolakan pemberian jaminan proyek listrik 10.000 MegaWatt (MW).

Saat berkampanye di taman budaya, Denpasar, Minggu (28/6), Boediono mengatakan Jusuf Kalla adalah orang baik dan tidak pernah mengatakan sesuatu yang tidak baik di hadapannya.

“Pak Jusuf Kalla itu orang baik. Saya kira tidak pernah di hadapan saya beliau itu mengatakan suatu yang tidak baik,” ujarnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menganggap perbedaan pendapat soal penjaminan proyek listrik 10.000 MW adalah hal lumrah yang terjadi di dalam kabinet. “Saya dengar masalah gebrak meja itu bukan masalah. Masalahnya adalah bahwa kita harus mengamankan uang rakyat. Uang rakyat harus diamankan jangan sampai tidak akuntabel. Bagi saya, menjaga uang rakyat itu sangat penting,” tuturnya.

Boediono menjelaskan penolakannya untuk memberikan jaminan pemerintah dalam proyek listrik 10.000 MW hanya berdasarkan alasan kecermatan, meski akhirnya jaminan itu pun diberikan oleh pemerintah. “Akhirnya kan sudah diselesaikan. Soalnya memang harus ada waktu untuk dikaji, karena memang ini menyangkut uang rakyat. Dikaji, supaya cermat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kampanye di Denpasar, Boediono juga mengatakan ia tidak mempermasalahkan pelarangan dirinya memasuki ruangan VIP Bandara Ngurah Rai, setibanya di Bali pada Sabtu 27 Juni 2009. “Saya malah tidak menyadari itu, dan bukan masalah bagi saya. Yang penting, saya bisa datang ke Bali dan bertemu masyarakat, sudah bagus,” ujarnya.

Selama di Bali, Boediono mengatakan ia mendapatkan kesan ekonomi masyarakat berjalan baik dan ingin memberi jaminan keamanan kepada masyarakat Bali apabila ia dan pasangannya, Susilo Bambang Yudhoyono, terpilih memimpin Indonesia pada Pemilu Presiden 8 Juli 2009.(ANT/ONO)

Sumber : indonesiamemilih

8 Responses to Boediono: Jusuf Kalla Orang Baik

  1. lina June 29, 2009 at 2:17 am

    Semua bicara atas nama rakyat,……………………..memang yang rakyat itu adalah obyek dan subyek yang dijual, namun apakah rakyat juga sudah aman dan nyaman dengan hasil kerja mereka……..yang serba lambat untuk alasan cermat.

  2. jordan pradana June 29, 2009 at 3:31 pm

    LINA :

    saudara mungkin belum pernah diberi tanggungjawab untuk mengelola sautu organisasi, baik organisasi swasta, pemerintah, atau organisasi apapun……..atau bahkan saudara belum pernah diberi tanggungjawab mengelola rumahtangga……………………………………………karena kalau sudah
    tentunya komentar saudara tidak demikian……..segala sesuatu itu harus dipertimbangkan lebih teliti, tepat dan bijak bagaimana dampaknya apabila keputusan itu diambil…jadi bukan cepat2an…tapi tepat atau tidak kedepannya setelah dipertimbangkan segala sesuatunya dengan analisa yang realistis dengan memperhatikan efektifitas dan efisiensi serta keamanan baru secepatmungkin diputuskan dan secepatmungkin dilaksanakan.
    Apalagi mengurus negeri Indonesia ini bukan adu cepat2an kayak arena balapan formula 1, bukan sesederhana itu Lina…..

  3. lina June 29, 2009 at 10:53 pm

    Saya sudah merasakan bagaimana berada di lingkungan sebagai pegawai negeri, saya juga pernah selama 10 tahun bekerja di lingkungan BUMN penghasil LNG terbesar di negeri ini , dan kegiatan lainnya selama belasan tahun sampai saya hijrah dari sana. Yang saya pegang adalah idealis dan kepercayaan , cita-cita dan keyakinan akan kuasa Allah SWT. Saya melihat dan merasakan serta prihatin atas saudara2 saya serta daerah tertinggal di luar lainnya dan tentunya jika anda WNI yang melihat Indonesia seluas wilayahnya bukan Jawa saja dan berada disana yang sebagaian warga masyarakat hanya penonton dari eksploitasi SDA disana tentu akan berbeda menilai saya. Sejak 1982 kebakaran dan rusaknya hutan. Sekian puluh tahun bila kemarau tiba mereka menghisap asap yang dapat merusak kesehatan dan fasilitas kesehatan yang tersedia, dan sekarang bila hujan tiba bencana banjirpun menghajar mereka dan saya merasakan itu. Memang harus berpikir, bertindak dan bekerja cerdas cermat dan cepat . Efektifitas dan efeisinsi itu mutlak diperlukan, tapi yang harus diperhitungkan juga adalah kepekaan akan kesenjangan yang sekian lama ada , sehingga bergerak cepat bukan lambat. Untuk ikut arena formula 1 itu butuh persiapan dan kecekatan memanfaatkan kondisi . Begitu juga mengelola negeri ini dengan segala potensinya untuk bangkit. Masihkah…….. ragu-ragu dan bergerak lambat. atas nama rakyat…..

  4. lina June 29, 2009 at 11:11 pm

    Kasihan deh lho……..PNS , pekerja BUMN ,Swasta sudah saya jalani. Justru itu saya berani komentar. Ini fakta bung…kesenjangan itu jelas. Saat ini dibutuhkan pemimpin yang berani berpikir, bertindak dan bekerja secara cerdas,cermat dan cepat. Analisa yang realistis dengan efektifitas dan efisiensi itu perlu tapi juga diperlukan kepekaan pada keadaan rakyatnya seluas wilayahnya. Untuk ikut arena balapan formula 1 butuh persiapan dan kecekatan mengatasi dan memanfaatkan kondisi dan situasi………………Jelas tidak sesederhana komentar anda Jordan

  5. Kontra June 30, 2009 at 1:08 am

    Kalau kapabilitas keduanya sama dalam hal ketelitian, ketepatan, kebijakan dan keputusan, pastinya yang LEBIH CEPAT ITU LEBIH BAIK.

  6. Westerling June 30, 2009 at 9:29 am

    Udahlah kalian ini kayak anak keciol saja, yang mau lebih cepat lebih baik silahkan yang mau pro rakyat silahkan yang jelas Pak Bud orangnya berpendidikan tinggi dan opemikir yang ulung dan pernah bertanggung jawab sebagai Gubernur BI itu kenyataan. Oleh sebab itu beliaulah yang bertanggung jawab sola pengeluaran uang negara atau uang rakyat dan yang menyetujui bukannya Wakil akan tetapi Presidennya, jelas dan Cukup kan, mari kita sukseskan pemilu satu putaran saja biar ngak kacau

  7. Westerling June 30, 2009 at 9:35 am

    Bandara Denpasar sudah keterlaluan menolak Budiono masuk ruang VIP, untung beliau tidak mempermasalahkan.

  8. lina June 30, 2009 at 11:31 pm

    Belum tau ya…. ikut arena balapan formula 1 diperlukan persiapan ,strategi jitu peka dan cekatan dalam mengatasi , memanfaatkan potensi dan kesempatan untuk berbuat dalam situasi dan kondisi balapan untuk nilai tambah yang lebih baik……………Sajian yang enak dinikmati bagi penikmat Formula 1, begitu juga mengelola negara…………..bung Jordan. Semoga anda WNI yang wawasannya seluas wilayah Indonesia…….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone