KPU Bantah Arahkan Pemilih Lewat Spanduk

pilpres 2009
Semua keberatan terhadap pemasangan spanduk pilpres itu akan dibahas KPU.
Anggota Komisi Pemilihan Umum, Syamsul Bahri, membantah anggapan pembuatan spanduk sosialisasi pemilihan presiden 2009 bertujuan untuk mengarahkan publik untuk menyontreng pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
“Tanda contreng yang dibuat di kolom tengah (yang seolah-olah kolom nomor urut dua), itu pertimbangan waktu itu hanya untuk memudahkan sosialisasi saja,” kata Syamsul di sela-sela kunjungan kerja ke KPU Kabupaten Purwakarta, Jumat 26 Juni 2009.
Dalam spanduk yang dikeluarkan KPU itu terdapat gambar kolom yang jumlahnya enam buah dan posisinya berderet.
Persoalan timbul karena ada tanda contreng warna merah. Tanda itu dicontrengkan poada satu kolom diurutan tengah. Mereka yang mempersoalkan tanda ini khawatir dapat mengarahkan pemilih ke pasangan nomor urut dua.
Sebelumnya, kandidat presiden Jusuf Kalla memberikan reaksi terhadap spanduk semacam itu. Dia akan minta klarifikasi kepada KPU untuk menjelaskan pembuatan spanduk.
Syamsul mengatakan sama sekali tidak ada keinginan untuk mengarahkan pilihan karena motivasi pembuatan spanduk itu adalah untuk membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
Akan tetapi semua keberatan terhadap pemasangan spanduk-spanduk sosialisasi pemilihan presiden itu akan diterima KPU.
“Kalau memang ada keberatan materiil (surat atau pengaduan langsung) dari masyarakat, kami akan langsung rapat pleno membahasnya,” kata Syamsul.
Sumber : Siswanto, Suryanta Bakti Susila • VIVAnews
KPU telah mengkhiati rakyat Indonesia dan laknat sang Pencipta pasti akan diterimanya.
Adfatira, maunya apa???
Coba kalo kamu yang design form nya…
repot… repot…, semuanya diartikan memihak, kasihan KPU. “Apa ketiga-tiganya mau dicontreng biar seakan2 tdk memihak”. Marilah berpikir positif…., tp silakan KPU memplenokan utk mencari solusi… dr pd nanti kalo ada pasangan kalah tdk mengkambing hitamkan “spanduk pilpres”. Maklum saat sekarang “kambing hitam” paling bnyak dicari.
yeeeeeeee… dasar orang Indonesia… kaya gini aja dipermasalahin… keabisan bahan yak??