Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)


Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)


Ketua Umum : H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si *
Sekretaris Jendral : Zanuba Arifah (Yenni Wahid) *

Kantor DPP
Alamat : Jl. Sukabumi No.23 Menteng
Jakarta Pusat
Telp : 021- 3155138
Fax : 021- 3155138

Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2009 : 13

Website : http://www.dpp-pkb.org

Visi

MABDA’ SIYASY PARTAI KEBANGKITAN BANGSA

  1. Cita-cita proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia adalah terwujudnya suatu bangsa yang merdeka, bersatu, adil dan makmur sejahtera lahir dan batin, bermartabat dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain didunia, serta mampu mewujudkan suatu pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia menuju tercapainya kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, keadilan sosial dan menjamin terpenuhinya hak asasi manusia serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
  2. Bagi Partai Kebangkitan Bangsa, wujud dari bangsa yang dicita-citakan itu adalah masyarakat yang terjamin hak asasi kemanusiaannya yang mengejawantahkan nilai-nilai kejujuran, kebenaran, kesungguhan dan keterbukaan bersumber pada hati nurani (as-shidqu), dapat dipercaya, setia dan tepat janji serta mampu memecahkan masalah-masalah sosial yang dihadapi (al-amanah wa al-wafa-u bi al-ahdli), bersikap dan bertindak adil dalam segala situasi (al-‘adalah), tolong menolong dalam kebajikan (al-ta’awun) serta konsisten menjalankan ketentuan yang telah disepakati bersama (al-istiqomah) musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial (al-syuro) yang menempatkan demokrasi sebagai pilar utamanya dan persamaan kedudukan setiap warga negara didepan hukum (al-musawa) adalah prinsip dasar yang harus ditegakkan.
  3. Dalam mewujudkan apa yang selalu dicita-citakan tersebut, misi utama yang dijalankan Partai Kebangkitan Bangsa adalah tatanan masyarakat beradab yang sejahtera lahir dan batin, yang setiap warganya mampu mengejawantahkan nilai-nilai kemanusiaannya. Yang meliputi, terpeliharanya jiwa raga, terpenuhinya kemerdekaan, terpenuhinya hak-hak dasar manusia seperti pangan, sandang, dan papan, hak atas penghidupan/perlindungan pekerjaan, hak mendapatkan keselamatan dan bebas dari penganiayaan (hifdzu al-Nafs), terpeliharanya agama dan larangan adanya pemaksaan agama (hifdzu al-din), terpeliharanya akal dan jaminan atas kebebasan berekspresi serta berpendapat (hifdzu al-Aql), terpeliharanya keturunan, jaminan atas perlindungan masa depan generasi penerus (hifdzu al-nasl) dan terpeliharanya harta benda (hifdzu al-mal). Misi ini ditempuh dengan pendekatan amar ma’ruf nahi munkar yakni menyerukan kebajikan serta mencegah segala kemungkinan dan kenyataan yang mengandung kemunkaran.
  4. Penjabaran dari misi yang di emban guna mencapai terwujudnya masyarakat yang dicitakan tersebut tidak bisa tidak harus dicapai melalui keterlibatan penetapan kebijakan publik. Jalur kekuasaan menjadi amat penting ditempuh dalam proses mempengaruhi pembuatan kebijakan publik melalui perjuangan pemberdayaan kepada masyarakat lemah, terpinggirkan dan tertindas, memberikan rasa aman, tenteram dan terlindungi terhadap kelompok masyarakat minoritas dan membongkar sistem politik, ekonomi, hukum dan sosial budaya yang memasung kedaulatan rakyat. Bagi Partai Kebangkitan Bangsa, upaya mengartikulasikan garis perjuangan politiknya dalam jalur kekuasaan menjadi hal yang niscaya dan dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Partai Kebangkitan Bangsa sadar dan yakin bahwa kekuasaan itu sejatinya milik Tuhan Yang Maha Esa. Kekuasaan yang ada pada diri manusia merupakan titipan dan amanat Tuhan yang dititipkan kepada manusia yang oleh manusia hanya bisa diberikan pada pihak lain yang memiliki keahlian dan kemampuan untuk mengemban dan memikulnya. Keahlian memegang amanat kekuasaan itu mensaratkan kemampuan menerapkan kejujuran, keadilan dan kejuangan yang senantiasa memihak kepada pemberi amanat.
  6. Dalam kaitan dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kekuasaan yang bersifat demikian itu harus dapat dikelola dengan sebaik-baiknya dalam rangka menegakkan nilai-nilai agama yang mampu menebarkan rahmat, kedamaian dan kemaslahatan bagi semesta. Manifestasi kekuasaan itu harus dipergunakan untuk memperjuangkan pemberdayaan rakyat agar mampu menyelesaikan persoalan hidupnya dengan lebih maslahat. Partai Kebangkitan Bangsa berketetapan bahwa kekuasaan yang hakekatnya adalah amanat itu haruslah dapat dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan dan dapat dikontrol pengelolaannya oleh rakyat. Kontrol terhadap kekuasaan itu hanya mungkin dilakukan manakala kekuasaan tidak tak terbatas dan tidak memusat di satu tangan, serta berada pada mekanisme sistem yang institusionalistik, bukan bertumpu pada kekuasaan individualistik, harus selalu dibuka ruang untuk melakukan kompetisi kekuasaan dan perimbangan kekuasaan sebagai arena mengasah ide-ide perbaikan kualitas bangsa dalam arti yang sesungguhnya. Pemahaman atas hal ini tidak hanya berlaku saat memandang kekuasaan dalam tatanan kenegaraan, melainkan juga harus terefleksikan dalam tubuh internal partai.
  7. Partai Kebangkitan Bangsa menyadari bahwa sebagai suatu bangsa pluralistik yang terdiri dari berbagai suku, agama dan ras, tatanan kehidupan bangsa Indonesia harus senantiasa berpijak pada nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut haruslah dijiwai dengan sikap mengembangkan hubungan tali persaudaraan antar sesama yang terikat dengan ikatan keagamaan (ukhuwah diniyah), kebangsaan (ukhuwah wathoniyah), dan kemanusiaan (ukhwuah insaniyah), dengan selalu menjunjung tinggi semangat akomodatif, kooperatif dan integratif, tanpa harus saling dipertentangkan antara sesuatu dengan yang lainnya.
  8. Partai Kebangkitan Bangsa bercirikan humanisme religius (insaniyah diniyah), amat peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan yang agamis, yang berwawasan kebangsaan. Menjaga dan melestarikan tradisi yang baik serta mengambil hal-hal yang baru yang lebih baik untuk ditradisikan menjadi corak perjuangan yang ditempuh dengan cara-cara yang santun dan akhlak karimah. Partai adalah ladang persemaian untuk mewujudkan masyarakat beradab yang dicitakan, serta menjadi sarana dan wahana sekaligus sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan bangsa. Partai dalam posisi ini berkehendak untuk menyerap, menampung, merumuskan, menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat guna menegakkan hak-hak rakyat dan menjamin pelaksanaan ketatanegaraan yang jujur, adil dan demokratis.
  9. Partai Kebangkitan Bangsa adalah partai terbuka dalam pengertian lintas agama, suku, ras, dan lintas golongan yang dimanestasikan dalam bentuk visi, misi, program perjuangan, keanggotaan dan kepemimpinan. Partai Kebangkitan Bangsa bersifat independen dalam pengertian menolak segala bentuk kekuasaan dari pihak manapun yang bertentangan dengan tujuan didirikannya partai.

20 Responses to Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

  1. R WAHYU HARYAGUNG November 26, 2008 at 3:32 pm

    Siapa ya kandidat Presiden 2009 dari PKB?

  2. RISA February 10, 2009 at 9:03 pm

    YANG LEBIH DETAIL DONG WEBSITENYA.MANA PKB YANG DULU YANG SEMPET JADI JUARA DUA DI PEMILU

  3. Pingback: Kampanye Ala Obama Tak Bisa di Indonesia - Pemilu Indonesia 2009

  4. salomo marpaung February 16, 2009 at 6:21 pm

    caleg PKB untuk DPR RI yang juga masih menjabat menteri saat ini yaitu Bpk. Lukman Edy tolong dong Balehonya di rapiin masak di Pelalawan - Riau Baleho Bapak di cantolin di tiang listrik semua, kan KPU udah melarang di fasilitas umum, gimana kita mau memilih bapak lagi kalo peraturan KPU aja gak tau, padahal bukan pengalaman pertama jadi Caleg, gak takut kesetrum pak…ditiang listrik

  5. heni March 10, 2009 at 2:28 pm

    kacian deh pkb sekarang udah ompong kalah jauh tuh sama pks, gak usah gengsi donk..gabung aja ama partai islam yang lain, kacian deh loe..

  6. erwin rubiantara March 10, 2009 at 10:24 pm

    Fatwa Ketakutan MUI terhadap GOLPUT

    “Politik Memecah Belah”. Kalimat usang itu kita sudah kenal semenjak kita masih duduk dibangku Sekolah Dasar, pada pelajaran Sejarah Indonesia. kalimat tersebut telah membuat bangsa ini sengsara selama 350 tahun—ditindas, dijadikan budak, dibuat miskin, dibuat bodoh, dibuat pintar untuk memusuhi bangsanya sendiri, dibuat pintar untuk menipu bangsanya sendiri. Dibuat pintar menguras kekayaan negeri untuk kepentingan pribadi. Dan banyak lagi “hasil” yang kita dapatkan dari Politik Memecah Belahnya Penjajah.
    Perjalanan “Politik Memecah Belah” nya si penjajah terus dikawal dan di elus-elus oleh anak-anak bangsa yang memegang tampuk kekuasaan hingga kini, demi langgengnya politik tersebut.
    Bagi Negara ini… anak-anak bangsa harus mendapat pendidkan yang lebih dari layak, kekayaan alam yang ada di badan dan isi perut bumi ini adalah untuk kemakmuran rakyat Indonesia, bukan untuk isi pundi-pundi para pemegang kendali negeri ini.
    “Politik Memecah Belah” kini dikemas dengan pembungkus baru dengan nama “Politik Memecah Suara Pemilu”. Kalimat itu bukan mengada-ada, tapi inilah kenyataan sekarang. Ini perbuatan siapa? Tak ada yang mengakui…
    Seluruh Rakyat Indonesia bertanya-tanya. Apa maksud semua ini ? Pusing, bingung dan akhirnya gak peduli. Mau Golput dimarahin para Kiyai/Ulama -yang takut kalau suara umat Islam kalah, hingga mereka buat Fatwa MUI yang mengharamkan Golput.
    Kalau kita tanya ke para Kiyai/Ulama, kenapa mereka semua ramai-ramai buat Partai? Di Pemilu 2009 ini, suara umat Islam tidak bulat- terpecah belah oleh partai Islam itu sendiri. Ini semua karena salahnya para Kiyai/Ulama yang tidak memikirkan akibat dari semua ini. Kenapa tidak dibuat fatwa haram bila para Kiyai/Ulama berpolitik? Atau kalau mau berpolitik buatlah satu muara atau satu Partai Islam yg solid. Adakan pertemuan semua unsur di kalangan Tokoh-tokoh Islam untuk merumuskan atau menyusun strategi bagaimana membuat satu Partai Islam yang benar-benar memikirkan/meningkatkan harkat umat Islam dan tidak membuat bingung umat. Lantas bagaimana dengan partai Islam yang sudah eksis. Hal inilah yang harus dicetuskan mereka, karena mereka sendiri menyadari suara mereka justru terus menurun dengan hadirnya banyaknya partai Islam.
    Kita yakin, kalau kita bersatu, apa pun yang kita inginkan untuk kemajuan bangsa ini akan tercapai. Mari kita hilangkan politik “Memecah-Mecah Suara Umat Islam” dari bumi Indonesia.
    Para Kiyai/Ulama tahu betul bahwa bangkitnya Umat Islam di Indonesia bukan hanya melalui syiar, tapi yang lebih penting dan MENDESAK adalah BERSATUNYA Partai ISLAM dalam satu wadah Partai Islam yang Solid, Cerdas, Profesional dan Islami.
    Semoga ini dapat terwujud dan membuat suara umat Islam dalam Pemilu depan menjadi mayoritas.

  7. Noor Ichsan March 17, 2009 at 4:45 pm

    Assalamu’alaikum wr, wb.

    Caleg dari PKB, jadilah CALEG yang CERDAS DAN BERKUALITAS, buktikanlah segala janji yang dilontarkan kepada rakyat yang akan memilih CALEGnya sebagai wakil di Parlemen, Jangan Manis Jika Berhadapan, Balik Belakang Lain Bicara, seperti Blankon; Depan Rata balik Belakang Mengepal. Ada pepatah, JANGAN MEMBELI KUCING DALAM KARUNG

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  8. MBAHSHOLEH April 7, 2009 at 11:16 pm

    JANGAN LUPA BESOK HARI KAMIS TGL 09 APRIL MENUJU TPS SESUAI UNDANGAN COBLOS NOMER 13 PKB………………BIARIN AJE KALO GUSDUR KAGAK MAU……

  9. Kader NU+PKB April 11, 2009 at 10:31 am

    KADER MUDA NU SOKO TUBAN SIAP NANDINGI SIAPAPUN (SBY,MGWT,PRBW,WRNT) DALAM PILPRES 2009.

  10. SARKEEM April 21, 2009 at 2:17 am

    LUARRR BIASA….

    KEPADA PAK MUHAIMIN DKK. YANG TELAH BISA MEMPERTAHANKAN PKB,

  11. bunga septia April 21, 2009 at 10:19 am

    Ass. Lha mbok umat islam itu nyontoh Sri Paus dan Vatican nya. Walau Katholik berbagai macam aliran, kalo Sri Paus dah ngomong mana berani menentang keputusannya.Lha ini umat Islam di Indonesia banyak, tapi mereka dengan takabur bisa menjaminkan surga dengan berbagai macam alirannya , ya akhirnya yang di dapat bukan surga, sukur2 masih dapat neraka mending.Mbok ya yang rukun, undang seluruh aliran islam di seluruh dunia , tunjuk 1 ke Imaman , yang di dalamnya semua keputusan umat Islam di dunia di sahkan dan harus dijalankan apapun resikonya.Lha sekarang Ka’bah aja cma simbol naik haji, bukannya simbol untuk menyatukan visi dan misi umat Islam seluryuuh dunia.Dan yang lebih parah Rumah Suci tsb dijadikan sebagai lambang partai politik.Politik bisa baik dan bisa jahat, lha kalo jahat simbolnya Ka,bah apakah tidak menodai Ka,bah dan umat Islam secara umum?Pikirkan dan renungkan.

  12. Mansel May 21, 2009 at 8:51 am

    Ass wr wb.

    Dalam memilih koalisi parpol/capres, kita sebagai umat muslim harusnya kembali kpd alquran/hadist rasul apakah sudah sesuai dgn ajaran islam. Kitakan tidak tahu batasan hidup kita sampai kapan atau mungkin tinggal beberapa langkah kaki lagi. Untuk itu seharusnya tidaklah kita mencari dosa lagi. Demikian pula halnya dgn pilihan pasangan capres, seharusnya sebagai org awam dgn ilmu ajaran islam sedikit saja, tentunya akan bisa memilih pasangan capres dari keluarga yg benar2 terlihat Islam nya (bukannya membiarkan penampilan isterinya tanpa jilbab dimuka umum seperti SBY/Budiono & Mega Pro, bandingkan dengan JK Win) & mengutamakan misi ekonomi syariah (bukannya ekonomi orang kafir/neoliberalisme non pro rakyat pada SBY/Budiono). Bagaimana pendapat Kader/Pengurus/Pimpinan PKB agar supaya umat Islam dan pendukung partai Islam tidak lagi disesati atau dibohongi (karena mereka umat yang dizolimi bisa menuntut diakhirat nanti dengan hadist kebangkrutan). Semoga Allah akan selalu memberi pahala yang berlimpah kpd kita semua, aminnnnnnnnnnn.

    Wass wr wb.

    Dari : Hamba Allah yang selalu berusaha menjaga Islam.

  13. aris nugraha June 27, 2009 at 9:44 pm

    dont look the book just from the cover
    meski partai lagi pecah tapi semangat kami tak akan pernah hilang
    warga nahdilyyin pasti dukung PKB

  14. Muhamad agus subiyanto June 30, 2009 at 10:04 am

    Yang terhormat Bpk lukman edi, saya atas nama guru Bantu Propinsi Riau PGHR (Persatuan Guru Honor Prop.Riau) memohon dn mengharap Bapak lukman edi sudi membantu kami, untuk memperbaiki nasib kami yang tidak jelas, perlu diketahui jika jumlah Guru bantu yg ada dipropinsi riau kurang lebih 7200 Guru Bantu, dari jumlah guru bantu tersebut tdk ada satu pun yang masuk database/pengankatan otomatis, sekalilagi kami mohon kepada Bapak Lukman edi sebagai putra daerah Riau, mau membantu Guru Bantu Prop.Riau, sebagai wakil Rakyat Riau dan bukti rasa cinta, pengabdian pada tanah kelahiran.

  15. Herman B. July 2, 2009 at 1:51 pm

    Performance (prestasi) Megawati dimasanya, ya juga sama performance SBY/JK (yang pada waktu itu jadi menterinya). Performance presiden SBY, ya juga sama performance JK (wapres). Program visi misi (ekonomi/politik/hukum/sosial budaya/pertahanan keamanan) ketiga capres ya juga sama semuanya normatif dan masih rencana/janji. Semuanya juga sama Islam. Yang beda hanya satu yaitu KEMAMPUAN seorg suami MEMIMPIN/MEMERINTAH isterinya (yg merupakan dasar utk MEMIMPIN/MEMERINTAH negara) utk melaksanakan perintah Al Quran (antara lain : pakai JILBAB).
    Disamping itu, setiap pilihan contreng kita nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya (kita kan tdk selamanya hidup didunia), jangan sampai nanti ada timbul pertanyaan kenapa kamu tidak bergabung dengan kelompok yang beriman.
    Oleh karena itu bergabunglah dan pilihlah JK-Wiranto ! Contreng No 3 .

  16. Lukman G July 3, 2009 at 5:24 am

    Performance (prestasi) Megawati dimasanya, ya juga sama performance SBY/JK (yang pada waktu itu jadi menterinya). Performance presiden SBY, ya juga sama performance JK (wapres). Program visi misi (ekonomi/politik/hukum/sosial budaya/pertahanan keamanan) ketiga capres ya juga sama semuanya normatif dan masih rencana/janji. Semuanya juga sama Islam. Yang beda hanya satu yaitu KEMAMPUAN seorg suami MEMIMPIN/MEMERINTAH isterinya (yg merupakan dasar utk MEMIMPIN/MEMERINTAH negara) utk melaksanakan perintah Al Quran (antara lain : pakai JILBAB).
    Disamping itu, setiap pilihan contreng kita nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya (kita kan tdk selamanya hidup didunia), jangan sampai nanti ada timbul pertanyaan kenapa kamu tidak bergabung dengan kelompok yang beriman.
    Oleh karena itu bergabunglah dan pilihlah JK-Wiranto ! Contreng No 3 .

  17. fitra p December 15, 2009 at 10:11 pm

    PKB asahan yang dipimpin sdr.Zulkifli Nasution melalui wakasek Fitra Pasaribu mengatakan Konsolidasi NU diharapkan perlu guna penguatan umat

  18. fitra p December 15, 2009 at 10:12 pm

    Fitra Pasaribu juga mengharapkan agar kelompok yang bukan warga bintang sembilan khususnya PMII yang bernaung di NU maupun Organisasi Otonom diharapkan tahu diri.

  19. zainur February 12, 2010 at 3:48 pm

    Sekarang kita baru menyadari, peran gusdur dalam membesarkan PKB. suara PKB Jatuh drastis tanpa gusdur. Semestinya cak imin mawas diri. ternyata ini toh anda mati2an merebut tahta diPKB supaya jadi menteri ya. Kami benar-benar kecewa dengan sikap anda

  20. ady ls January 30, 2013 at 2:23 pm

    boleh saya ikut bergabung dalam partai ini, saya ingin sekali membantu K. H. Rhoma Irama dalam pilpres mendatang. saya dari Kota Lhokseumawe Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone