Partai Bintang Reformasi


Partai Bintang Reformasi

Ketua Umum : BURSAH ZARNUBI, SE
Sekretaris Jendral : H. RUSMAN H.M. ALI, SH
Bendahara Umum : Drs. YANUAR MULYANA

Kantor DPP
Alamat : Jl. KH. Abdullah Syafei No. 2
Tebet, Jakarta Selatan
Telp     : 021-8311715

Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2009 : 29

Website : http://www.pbr.or.id/

Visi
PBR adalah partai gerakan yang terbuka bagi semua golongan, sebagai alat perjuangan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, memperbaiki kualitas hidup rakyat Indonesia, dan menuntaskan agenda reformasi bangsa Indonesia.

Misi

Mewujudkan masyarakat madani Indonesia yang sejahtera, adil, mandiri, dan demokratis yang diridhoi Allah SWT dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Sejarah Singkat

PARTAI Bintang Reformasi (PBR) adalah kesinambungan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reformasi yang dideklarasikan pada 20 Januari 2002 atau 6 Dzulqaidah 1422 H. Perubahan nama dari PPP Reformasi menjadi PBR ditetapkan pada Muktamar Luar Biasa PPP Reformasi di Jakarta pada April 2003, untuk menyesuaikan dengan ketentuan dalam UU Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik.

Pada Pemilu 2004 PBR meraih 2.764.998 suara dan memperoleh 14 kursi DPR RI, 67 kursi DPRD Provinsi dan 420 kursi DPRD Kabupaten/Kota.

Ketua Umum DPP PBR saat ini adalah Bursah Zarnubi, SE, yang terpilih dalam Muktamar PBR di Bali pada April 2006, menggantikan KH Zainudin MZ. Di bawah kepemimpinan Bursah Zarnubi, PBR telah berhasil mengembangkan infrastruktur partai di 33 Provinsi dan mencakup 80% Ranting (kelurahan/desa) di seluruh Indonesia.

6 Responses to Partai Bintang Reformasi

  1. inang basri December 31, 2008 at 7:10 pm

    Mencari dukungan dari koalisi parpol ‘idealis’ sebagai kendaraan politik menuju pilpres’09.

  2. erwin rubiantara March 10, 2009 at 10:26 pm

    Fatwa Ketakutan MUI terhadap GOLPUT

    “Politik Memecah Belah”. Kalimat usang itu kita sudah kenal semenjak kita masih duduk dibangku Sekolah Dasar, pada pelajaran Sejarah Indonesia. kalimat tersebut telah membuat bangsa ini sengsara selama 350 tahun—ditindas, dijadikan budak, dibuat miskin, dibuat bodoh, dibuat pintar untuk memusuhi bangsanya sendiri, dibuat pintar untuk menipu bangsanya sendiri. Dibuat pintar menguras kekayaan negeri untuk kepentingan pribadi. Dan banyak lagi “hasil” yang kita dapatkan dari Politik Memecah Belahnya Penjajah.
    Perjalanan “Politik Memecah Belah” nya si penjajah terus dikawal dan di elus-elus oleh anak-anak bangsa yang memegang tampuk kekuasaan hingga kini, demi langgengnya politik tersebut.
    Bagi Negara ini… anak-anak bangsa harus mendapat pendidkan yang lebih dari layak, kekayaan alam yang ada di badan dan isi perut bumi ini adalah untuk kemakmuran rakyat Indonesia, bukan untuk isi pundi-pundi para pemegang kendali negeri ini.
    “Politik Memecah Belah” kini dikemas dengan pembungkus baru dengan nama “Politik Memecah Suara Pemilu”. Kalimat itu bukan mengada-ada, tapi inilah kenyataan sekarang. Ini perbuatan siapa? Tak ada yang mengakui…
    Seluruh Rakyat Indonesia bertanya-tanya. Apa maksud semua ini ? Pusing, bingung dan akhirnya gak peduli. Mau Golput dimarahin para Kiyai/Ulama –yang takut kalau suara umat Islam kalah, hingga mereka buat Fatwa MUI yang mengharamkan Golput.
    Kalau kita tanya ke para Kiyai/Ulama, kenapa mereka semua ramai-ramai buat Partai? Di Pemilu 2009 ini, suara umat Islam tidak bulat– terpecah belah oleh partai Islam itu sendiri. Ini semua karena salahnya para Kiyai/Ulama yang tidak memikirkan akibat dari semua ini. Kenapa tidak dibuat fatwa haram bila para Kiyai/Ulama berpolitik? Atau kalau mau berpolitik buatlah satu muara atau satu Partai Islam yg solid. Adakan pertemuan semua unsur di kalangan Tokoh-tokoh Islam untuk merumuskan atau menyusun strategi bagaimana membuat satu Partai Islam yang benar-benar memikirkan/meningkatkan harkat umat Islam dan tidak membuat bingung umat. Lantas bagaimana dengan partai Islam yang sudah eksis. Hal inilah yang harus dicetuskan mereka, karena mereka sendiri menyadari suara mereka justru terus menurun dengan hadirnya banyaknya partai Islam.
    Kita yakin, kalau kita bersatu, apa pun yang kita inginkan untuk kemajuan bangsa ini akan tercapai. Mari kita hilangkan politik “Memecah-Mecah Suara Umat Islam” dari bumi Indonesia.
    Para Kiyai/Ulama tahu betul bahwa bangkitnya Umat Islam di Indonesia bukan hanya melalui syiar, tapi yang lebih penting dan MENDESAK adalah BERSATUNYA Partai ISLAM dalam satu wadah Partai Islam yang Solid, Cerdas, Profesional dan Islami.
    Semoga ini dapat terwujud dan membuat suara umat Islam dalam Pemilu depan menjadi mayoritas.

  3. IYUZ March 19, 2009 at 9:39 pm

    TOLONG JIKA KADER pBR BERHASIL MENDAPAT KURSI DI PEMERINTAHAN
    KOMITMENKAN SYARIAT ISLAM
    KARENA PERCUMA SAJA BERASASKAN ISLAM TP TIDAK SYARIAT

    PEMIMPIN2 HANYA JANJI2 SAJA
    MANA PEMIMPIN ISLAM YANG IMARAH????????????????????????????????
    MANA YANG BERPEGANG PADA ALQURAN DAN HADIS??????????????????
    JGN BERPIKIR LIBERA;L
    DENGAN SYARIAT SEMUA UMAT BAIK ISLAM MAUPUN NON ISLAM AKAN SEJAHTERA

    PBR JIKA MENDAPAT KURSI,OLEH KARENA ITU PERJUANGAKAN SYARIAT ISLAM
    JIKA TIDAK NISCAYA PENDUKUNGMU AKAN GOLPUT

  4. Putri Indah Sari March 31, 2009 at 11:52 am

    Mohon dapat dikoreksi caleg PBR dari Kalbar, yang nota bene calegnya kurang berbobot, yaitu terutama caleg DPRRI.

    Indonesia sekarang sangat membutuhkan orang-orang pintar yang dapat membawa Indonesia di Kancah International serta dapat membawa Indonesia menuju kesejahteraan.

    Kalau hanya duduk dan ttd untuk terima gaji besar, tukang becak juga bisa, jadi jangan karena aji mumpung.

    wasallam

    Indah Putri Sari

  5. Mansel May 21, 2009 at 8:57 am

    Ass wr wb.

    Dalam memilih koalisi parpol/capres, kita sebagai umat muslim harusnya kembali kpd alquran/hadist rasul apakah sudah sesuai dgn ajaran islam. Kitakan tidak tahu batasan hidup kita sampai kapan atau mungkin tinggal beberapa langkah kaki lagi. Untuk itu seharusnya tidaklah kita mencari dosa lagi. Demikian pula halnya dgn pilihan pasangan capres, seharusnya sebagai org awam dgn ilmu ajaran islam sedikit saja, tentunya akan bisa memilih pasangan capres dari keluarga yg benar2 terlihat Islam nya (bukannya membiarkan penampilan isterinya tanpa jilbab dimuka umum seperti SBY/Budiono & Mega Pro, bandingkan dengan JK Win) & mengutamakan misi ekonomi syariah (bukannya ekonomi orang kafir/neoliberalisme non pro rakyat pada SBY/Budiono). Bagaimana pendapat Kader/Pengurus/Pimpinan PBR agar supaya umat Islam dan pendukung partai Islam tidak lagi disesati atau dibohongi (karena mereka umat yang dizolimi bisa menuntut diakhirat nanti dengan hadist kebangkrutan). Semoga Allah akan selalu memberi pahala yang berlimpah kpd kita semua, aminnnnnnnnnnn.

    Wass wr wb.

    Dari : Hamba Allah yang selalu berusaha menjaga Islam.

  6. M. rafiuddin, ST October 27, 2010 at 10:56 pm

    Assalamu alaikum wr,wb

    Dalam rangka pemilukada tentunya PBR punya kriteria sendiri,,,wah mau sumbang saran neh….mungkin dalam dekat ini PBR akan melakukan penjaringan untuk daerah SULTRA kiranya kandidatnya dapat di lakukan uji kopetensi para calon pelamar baik calon bupati dan wakil bupati. lebih-lebih kemampuan keislamannya di prioritaskan,,,
    elektabilitas
    dan pengalamannya
    …………….
    wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone