Pecah Dua, Gerakan 98 Juga Sebut SBY Bapak Neolib
July 3, 2009 by pemiluindonesia.com

Susilo Bambang Yudhoyono
Penyematan gelar Bapak Demokrasi terhadap Susilo Bambang Yudhoyono oleh aktivis mahasiswa bernama ‘Gerakan 98′ mendapat tentangan. Anehnya, tentangan itu juga berasal dari ‘Gerakan 98′.
“Aktivis Gerakan 98 menentang pemberian gelar SBY sebagai Bapak Demokrasi, karena demokrasi dari mana?. Demo BBM waktu itu ditangkapi dan belum lagi kawan-kawan daerah yang saat ini melakukan gerakan bela masyarakat malah dipukuli. Saya pribadi malah menamai SBY Bapak Neolib,” kata salah satu aktivis Gerakan 98, AW Kamal kepada okezone, Kamis (2/7/2009).
Baca Selengkapnya
Puan Maharani: Jangan Lanjutkan Rezim Neoliberal
June 29, 2009 by pemiluindonesia.com

Puan Maharani
Kampanye terbuka di Surakarta, Jawa Tengah, hari ini (28/6) menjadi jatah pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto. Dalam kampanyenya, juru kampanye Puan Maharani mengkritik pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang dianggap mengagungkan paham neoliberal.
Baca Selengkapnya
Pendemo Antineolib Bakar Gambar SBY-Boediono
June 27, 2009 by pemiluindonesia.com

SBY - Boediono
Puluhan orang yang tergabung dalam SPARTAN (Sukarelawan Perjuangan Rakyat untuk Pembebasan Tanah Air) hari ini melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan Semarang. Mereka mengusung gambar-gambar SBY dan Boediono yang bertuliskan neoliberalisme.
Baca Selengkapnya
Kubu Mega-Pro Sebut Boediono Hard Core Neolib
June 22, 2009 by pemiluindonesia.com

Boediono
Serangan yang ditujukan kepada Boediono selaku calon wakil presiden SBY masih terus terjadi. Kubu Mega-Pro menilai Boediono sebagai penganut neoliberalisme garis keras.
Hal ini dikatakan Sekertaris Umum Tim Kampanye Nasional Mega-Pro, Fadli Zon, ketika menanggapi rencana privatisasi yang akan terus dilakukan SBY-Boediono apabila terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.
Baca Selengkapnya
Prabowo: UU BHP Contoh Neoliberalisme!
June 11, 2009 by pemiluindonesia.com

Prabowo Subianto
Calon Wakil Presiden usungan PDI Perjuangan-Gerindra, Prabowo Subianto, menilai bahwa UU Badan Hukum Pendidikan merupakan contoh dari wujud neoliberalisme di Indonesia. Hal itu disampaikannya saat memberikan pidato politik, seusai penandatanganan kontrak politik pencabutan UU BHP, Rabu (10/6).
Baca Selengkapnya
Kwik Kian Gie Pernah ‘Berkelahi’ dengan Boediono
June 5, 2009 by pemiluindonesia.com

Kwik Kian Gie
Pakar ekonomi Kwik Kian Gie mengaku pernah berkelahi dengan Boediono semasa sama-sama menjabat sebagai menteri pada masa Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.
Perkelahian yang dimaksud Kwik bukanlah secara fisik, namun dalam aspek pemikiran dan kebijakan. Kwik menceritakan, saat itu dirinya menjabat sebagai Menko Ekuin. Adapun Boediono menduduki posisi Menteri Keuangan.
Baca Selengkapnya
Kwik Tak Bisa Bedakan Neozep dan Neolib!
May 27, 2009 by pemiluindonesia.com

Chatib Bisri
Pengamat ekonomi sekaligus Staf Khusus Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengatakan ekonomi Indonesia tak berubah banyak meski presiden silih berganti sejak 2001. Dia mencontohkan delapan tahun silam pemerintah telah melakukan privatisasi, menaikkan harga bahan bakar minyak, dan penurunan tarif impor.
Baca Selengkapnya
Serangan Balik Kubu SBY: Mega-Pro Tak Paham Ekonomi
May 27, 2009 by pemiluindonesia.com

Megawati - Prabowo
Perang mulut antara kubu Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati Sukarnoputri terus meruncing. Setelah Boediono, calon wakil presiden Yudhoyono, dicap “neoliberalisme“, giliran Megawati-Prabowo disebut tak paham ekonomi.
Baca Selengkapnya
Kubu SBY: yang Neoliberal Itu Justru Megawati
May 24, 2009 by pemiluindonesia.com

Hayono Isman
Mereka menunjuk penjualan BUMN Indosat dan kapal milik Pertamina.
Tuding-menuding bertema neoliberalisme semakin panas. Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, menunjuk pemerintahan Megawati Soekarnoputri sebenarnya yang neoliberal.
Baca Selengkapnya
Kwik Kian Gie: Boediono Neolib
May 24, 2009 by pemiluindonesia.com

Kwik Kian Gie
Isu neoliberalisme kembali menjadi sasaran empuk untuk menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Pasangan tersebut dinilai cenderung menganut kebijakan ekonomi mahzab tersebut.
Baca Selengkapnya
