Pemilu 9 April 2009 Dinilai yang Terburuk

Pemilu Indonesia 2009

Pemilu Indonesia 2009

Pertemuan 23 partai politik di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri, Selasa (14/4),  menyimpulkan pemilu legislatif 9 April lalu merupakan pemilu terburuk sejak reformasi. Karena itu, mereka akan melakukan upaya hukum.

Pertemuan itu dihadiri antara lain oleh Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, serta penggagas Blok Perubahan Rizal Ramli. Selain itu, ada juga petinggi Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dan MS Kaban, petinggi Partai Bintang Reformasi, Partai Damai Sejahtera, Partai Amanat Nasional, serta Partai Republikan dan calon presidennya, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Namun, Sri Sultan tidak ikut menandatangani kesepakatan dengan alasan menghormati Partai Golkar. Sutiyoso juga sempat datang dalam pertemuan tersebut walau terlambat dan akhirnya tidak ikut menandatangani kesepakatan.

Dari pertemuan lintas partai ini, dihasilkan pernyataan bersama terkait hasil pemilu legislatif 2009. Pada intinya mereka mempersoalkan daftar pemilih tetap (DPT) yang bermasalah. Kesepakatan itu secara simbolis dibacakan oleh Wiranto.

Beberapa poin kesepakatan, di antaranya, pemilu legislatif 2009 dinilai sebagai pemilu terburuk sejak reformasi. Pemerintah, KPU dan KPUD dianggap tidak netral. Serta mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menindaklanjuti semua kecurangan pemilu dan menegakkan hukum atas pelanggaran yang terjadi.

Para petinggi partai membantah pertemuan tersebut mengarah pada koalisi. Masalah koalisi dinyatakan sebagai urusan nomor dua. Sebab, mereka lebih menyoroti pertanggungjawaban proses pemilu legislatif.

Sumber : (UPI/Tim Liputan 6 SCTV)

15 Responses to Pemilu 9 April 2009 Dinilai yang Terburuk

  1. pedas April 16, 2009 at 3:09 pm

    benar bahkan pemilu paling bodoh sedunia

  2. fuad vannoel April 16, 2009 at 4:36 pm

    Emang benerr..! Pemilu 2009 yang paling jelek!
    Aturannya banyak, sangsinya juga, tapi proses penegakan hukumnya gak serius.
    Banyak kecurangan dan praktek politik uang (monyet politic) yang dilakukan oleh para caleg secara terang-terangan, terutama daerah pedesaan, dan masyarakat menganggap itu sah dan bahkan menjadi sarat bagi caleg.
    Faktor kegagalan Pemilu 2009 al adalah:
    1. Persiapan kurang dan SDM lemah
    2. Sosialisasi di daerah kurang malah jalan2 ke luar negeri
    3. Penegakan hukum yang letoi
    4. Sistemnya yang memang korup

  3. agiez.. April 16, 2009 at 6:59 pm

    aduuuuuuuuuuuuuhhhhhhh…………..
    lier pemilu ’09 magh terlalu banyak parpol,
    jadi bingung milih tapi teu nanaon da saya mah belum >17 thn
    jadi b’lum nyontreng

  4. Steven Rumambay April 16, 2009 at 11:20 pm

    Pemilu 2009 memang terburuk sejak reformasi, yang kalah dan yang menang sama2 terkejut dengan hasil pemilu.
    yang kalah terkejut karena suaranya anjlok,
    yang menang terkejut, kok mudah curang dalam pemilu 2009.
    akhirnya..
    LANJUTKAN! (perseteruannya..)

  5. Dark Angel April 17, 2009 at 12:28 pm

    Masalah Pemilu adalah Kesalahan Kita Semua bukan hanya dari 1 Pihak saja
    Mau tau..?

    1. Karena Banyaknya Partai dari orang orang Yang ingin Berkuasa Akibatnya Kemungkinan Gesekan Semakin banyak (ini Nafsu Tokoh2 Politik)

    2.Karena Ada Nama Caleg Yang ingin Menang akibatnya Sistim Pemilihan semakin Rumit Bagi Rakyat (Ini Ambisi para Caleg)

    3.Sistem Pendataan Penduduk yang Semrawut (ini Salah Depdagri dan pemerintah daerah)

    4.Sistem DPT yang Tidak akurat ini Salah (KPU dan Jajaranya)

    5.Tidak adanya Antisipasi Masalah DPT (ini salah Partai atau sengaja Untuk Dijadikan Bom waktu)

    6.Kesadaran Masyarakat yang Kurang respon terhadap DPT ( ini salah Masyarakat)

    7.Banyaknya Golput dan Penonton yang Baik (ini Bener Saya)

  6. Dark Angel April 17, 2009 at 12:32 pm

    Kalau Masalah Terburuk sih Menurut saya Pemilu yang Paling Buruk dan seburuk buruknya dalam sejarah Indonesia….Ya itu Pada waktu Pemilu tahun 1997….Soalnya Gedung MPR hampir diisi Sama Satu Partai Tok…

  7. Rosadi April 17, 2009 at 3:22 pm

    Pemilu yang paling rumit sepanjang sejarah adalah pemilu 2009. Karena setiap partai ingin jadi pemimpin yang ujung-ujungnya tidak memikirkan kepentingan bangsa hanya kepentingan pribadi yang ditonjolkan. Yang kalah ribut koalisi padahal rakyatlah yang berkuasa. Hidup rakyat …! Pilihlah calon presiden yang memikirkan rakyat, bangsa, dan negaranya.
    Untuk pemilu 2014 buatlah menjadi 2 partai, partai Berkuasa dan Oposisi agar rakyat tidak bingung memilih.

  8. satochid April 17, 2009 at 6:25 pm

    Bukan pemilunya yang kocar-kacir. Orang2nya yang duduk di dalam KPUkurang prigel.
    Tapi jangan salahkan mereka mereka2 itu dipilih oleh anggaota dewan yang paling terhormat, lalu siapa yang mau menanggung????????????????

  9. galih April 17, 2009 at 7:08 pm

    pemilu 2009 memang paling buruk dan bodoh, tetapi para elit politik mestinya berjiwa kesatria menerima apapun hasil dari pemilu ini, seandainya ada pelanggaran toh ada mekanisme hukum yang mengaturnya, tap perlu ada pemilu ulang yang hanya ngeboros-borosin biaya saya yang juga kpps dalam pemilu 2009, sulit ditingkat lapangan adanya pelanggaran dalam pelaksanaan pemungutan suara, apalagi disana saksi-saksi dari tiap-tiap parpol ada.

  10. Mr.Guth April 17, 2009 at 7:25 pm

    Kalo bangsa indonesia tak berfikir cerdas hanya mbekengkeng kalo bukan itu tidak ya sampai kiamat ya tak akan maju, hanya selalu berfikir negatif suudon. jelas2 jagone kalah isine mung jegali. mengingkari demokrasi (otoriter) aneeeeeeeeeh.

  11. Mr.Guth April 17, 2009 at 7:38 pm

    Punya uang dikit punya masa dikit dirikan partai, Pingin jadi presiden, belum jadi presiden jo jegali kebijaksanaan bengak bengok mengatasnamakan rakyat (rakyat yang bagaimana) la apa itu arti DEMOKRASI la kapan majunya BANGSA INI (meh tiru india yang banyak partainya). liat aja negaranya
    DEMOKREZY kali.

  12. Numpang aja April 17, 2009 at 7:45 pm

    Masih kecil, blm tau politik……..
    Tapi makasih bwt web ini krn bantu saya utk buat tugas sekolah…..

  13. sa April 19, 2009 at 2:53 pm

    pemilu ini yg paling rumit n gede biayanya,..bayangkan aja,…kamu data in 100 jt orang komplit dgn namanya sampe ke plosok2 tanah air,..kmudian kamu cetak 100 jt undangan ke orang2 tsb buat milih, trus cetak lagi 100 jt lembar surat suara yg full color,..yg mana tiap dapil lain2 foto muke gilenya ,,,( muke gile tsb pd nga mo nyumbang sepeser pun buat cetak surat suara tsb!!!) ,..trus kamu harus kirim kan 100 jt kertas tsb ke tujuannya ,..ke nama n alamat nya ,..nga leh ada ksalahan sedikit pun, (kalo salah dibilang curang ), malekat aja bisa bingung jg kaleee .. . mana tanggung jwb dpr / mpr nya ..? khan katanya wakil rakyat dari daerah pemilihan. th 2004 ?masa nga tau sih nama2 rakyat nya di daerah masing2 ? . padahal milih anggota dpr / mpr..mungkin anggaran pemilu ini nga bisa di korup jd para anggota tsb nga mo ngurus masalah yg begini2. untuk pilpres nanti mari kita LANJUTKAN, biar elite2 politik yg kerjanya cuma bisa protes2 hanya mendapat mokal aja .. apa pun partai nya SBY president nya

  14. tsubowo April 25, 2009 at 6:51 pm

    Negara INDONESIA sdh merdeka 64 tahun lamanya, tetapi peraturan dan perundang-undangannya setiap pemilu selalu berubah, dan partai baru peserta pemilunya tumbuh dan tumbang, seperti baru kemarin kita merdeka, tdk mempunyai peraturan pemilu yg baku, bahkan perundangannya dibuat rumit oleh bapak-ibu yg sdg duduk di dpr utk kepentingan kelompoknya. Jd bila ingin menyalahkan peraturan pemilu 2009, silahkan pertanyakan kpd para anggota dpr kita skrg yg mayoritas diisi oleh PDIP dan Golkar. Inilah akibat kl dpr kita diisi oleh org2 yg tdk berkualitas, semua perundang-undangan negara kita diacak-acak kagak karuan.

  15. AjiGuN May 5, 2009 at 11:09 am

    sistemnya udah jelek.
    orang2xnya jg kutan jelek
    apa g ada yg lbh jelek dr org Indonesia yg tukang korup?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone