KPU Siap Gelar Pemungutan dan Penghitungan Ulang
August 1, 2009 by pemiluindonesia.com

Komisi Pemilihan Umum
Pemilihan Umum siap saja jika Mahkamah Konstitusi memutuskan pemungutan atau penghitungan suara ulang di sejumlah daerah. Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan, Suripto Bambang Setyadi, mengatakan, lembaganya masih memiliki dana cukup untuk mengadakan pemungutan dan penghitungan ulang.
“Kami masih punya sisa dana sebesar Rp 2,5 triliun dari hasil efisiensi anggaran,” kata Bambang di kantornya, Jakarta, Rabu (29/7).
Menurut dia, Komisi Pemilihan juga siap menggelar pemilihan putaran kedua jika perolehan suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono diputuskan kurang dari 50 persen. Komisi telah mengajukan anggaran Rp 1,4 triliun ke DPR untuk menggelar pemilihan putaran kedua.
Sebelumnya, kubu Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dan Jusuf Kalla-Wiranto meminta Mahkamah Konstitusi memutuskan pemungutan suara ulang di sejumlah daerah. Kubu Megawati-Prabowo mengklaim 28 juta suara mereka masuk ke kantong Yudhoyono-Boediono. Pasangan nomor urut satu itu menyatakan perolehan suara Yudhoyono-Boediono tak mencapai 60,8 persen, melainkan hanya 48 persen.
Komisi Pemilihan, kata Bambang, akan menaati semua keputusan Mahkamah. Komisi telah menyiapkan berbagai langkah yang diperlukan jika terjadi pemungutan dan penghitungan suara ulang. Untuk pemungutan suara ulang, Komisi Pemilihan akan segera mencetak surat suara yang diperlukan. “Kami tinggal meminta percetakan mencetak surat suara,” katanya.
Sedangkan jika terjadi pemilihan putaran kedua, kata Bambang, Komisi akan membuat desain baru dan meminta percetakan mencetak surat suara baru. “Prinsipnya, kami siap mengadakan pemilihan putaran kedua,” ujarnya.
Sumber : PRAMONO tempointeraktif












Boleh aja … kita rakya Indonesia tetap yakin dan dijamin SBY-Boediono tetep menang kok. Mungkin malah jadi makin nambah tuh prosentasenya. Biar puas sekalian tuh yg hobinya protes dan ga pernah ada puasnya. Pengen tau apa komentarnya nanti klo emang jadi pemilihan ulang dan ternyata tetep kalah …
Jangan2 nuntut pemilihan ke-3, ke-4, ke-5, dst … sampe menang pokoknya. Bikin negara sendiri aja … dipimpin sendiri, diatur sendiri, dijamin puas dah …
proses pendewasaan untuk demokrasi emang butuh waktu, cuma proses akan semakin cepat menjadi dewasa terwujud jika dimotifasi dengan keteladanan dan aturan yang tegas. konsep yang bagus tidak akan menghasilkan hasil yang bagus tanpa ada keteladanan dan aturan yang tegas, karena manusia rentan akan nafsu serakah. semangatnya hanya menang or kalah, bukan salah dan benar. jadi sering halalkan segalacara untuk sebuah kemenangan. ibarat kita punya anak yang cantik/ ganteng dan suci, tumbuh dewasa tanpa dirawat maka jadilah manusia Jalang, liar dsb. jadi semua pya konstribusi untuk sebuah kebobrokan moral, dari yang kecil sampai yang besar. KONSEPTOR sudah banyak di negeri ini, tapi seorang KREATOR masih jarang. kita mengajak untuk generasi muda, harus peduli dan memulai hari ini juga untuk sebuah keteladanan dan tetap optimis. kita mulai hari ini, detik ini, kita belum tau hasilnya kapan???setahun, 10 tahun kedepan…kita belum tau, apalagi kalau kita tidak mau memulai. maka negeri ini akan penuh dengan Azab or NEGERI YANG TAK HENTI DIRUNDUNG MALANG. “tanamlah biji kurma, meskipun besuk kiamat. kita mulai berbuat untuk sebuah Keadilan, hasil itu urusan Tuhan. Negeri ini karya Pahlawan/ Pahalawan, orang yang rindu akan pahala Tuhan, bukan semata Uang. jangan hanya kibarkan Merah Putih, dihalaman rumah, gedung, kantor, kibarkan dalam jiwa, semangat kita. Insyaallah.”DIRGAHAYU INDONESIAKU”