Jusuf Kalla : Setiap Ditanya Jawaban SBY Cuma Iya-iya Saja

May 3, 2009 by pemiluindonesia.com 

SBY - JK

SBY - JK

Selama ini setiap saya bertanya kepada SBY selalu dijawab iya, iya saja.

Calon Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Partai Golkar sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Demokrat. Tetapi demi harga diri terpaksa harus berpisah, apalagi sikap Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak pernah ada kejelasan.

Selama ini setiap saya bertanya kepada SBY selalu dijawab iya, iya saja, tetapi tidak ada kejelasan dan kepastian,” kata Jusuf Kalla saat bersilaturahmi dengan DPD II se-Sulsel di kediamannnya di Makasar, Sabtu malam, 2 Mei 2009.

Kalla mengatakan, empat tahun bersama seharusnya cukup untuk saling memahi. Tetapi jawaban Yudhoyono selalu mengambang dan tidak jelas.

“Masa empat tahun jawaban dia (SBY) selalu tidak jelas, mengapa dia masih ragu, padahal seharusnya dia tahu bagaimana keberhasilan Golkar dalam memback up setiap keputusan baik dipemerintahan maupun parlemen,” tuturnya.

Karena itulah, Partai Golkar memutuskan untuk berpisah sebab sudah merasa harga dirinya diremehkan. Tidak hanya persoalan dari eksternal, berbagai kritik, persoalan dari dalam partai pun sangat dirasakannya, kata Kalla dihadapan anggota DPD II Sulsel.

Sumber : Rahmat Zeena | Makassar | vivanews

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

12 Responses to “Jusuf Kalla : Setiap Ditanya Jawaban SBY Cuma Iya-iya Saja”

  1. merah putih on May 3rd, 2009 1:51 pm

    kita orang biasa2 aja udah ngebaca : kok pa SBY orangnya agak plin plan, sulit ambil keputusan, maunya jaga aman sama semua orang. Akhirnya dengan sikap itu malah banyak orang yang yach…agak2 terkesima dengan kharismanya, dgn kegantengannya, dgn senyum tipisnya.
    PEMIMPIN itu harus punya pengaruh dan bisa memberi teladan.
    PEMIMPIN itu jangan lambat buat keputusan: benar atau salah sebuah kebijakan, tetap pemimpin yang harus membuat keputusan
    PEMIMPIN itu berani maju paling depan: sekali bicara, lantang pake tameng kasih orang lain suruh bela !
    Kasihan sekali Golkar dan Pak JK :
    - bolak balik ngebelain SBY, buktiin setia, eh malah sekarang di anggurin….
    Saran saya utk Golkar dan pak JK: ampuni pak SBY dan Demokrat, lalu gandeng sebanyak2 nya kawan dlm DPR dan jgn pikirin lagi kekuasaan(=uang) tapi pikirkan rakyat yang butuh sembako terjangkau, bensin murah, pekerjaan, butuh hak pilih terjamin,……ITU LEBIH BAIK diprioritaskan

  2. sa on May 3rd, 2009 4:11 pm

    sadar jk,..kamu itu PEMBANTU dari presiden,..mestinya presiden yg nanya bukan kamu.//!!! waktu 2004 kamu yg dipilih pak SBY sbg PEMBANTU presiden., walau partai kamu nga mandang kamu waktu itu ,tapi pak SBY masih menghargai kamu…bang jk …sadar jk..kalo kabinet INDONESIA BERSATU itu sampe bln oktober 2009,..status kamu sekarang masih PEMBANTU…jgn jelek2 , nge-judge in TUAN kamu sekarang.. hari panas lupa lah kacang akan kulitnya…kyk nya pribahasa yg tepat untuk klakuan kamu jk

  3. tsubowo on May 4th, 2009 9:39 am

    JK memang licik spt belut, ga tau diri sdh diangkat oleh Sby, bahkan menjadi ketua umum golkarpun oleh krn jasa beliau, eeh malah menikam dr belakang. Lihat sj gaya kepemimpinan JK di golkar sbg ketua umum, sangat tdk demokratis, semua aturan dibuat hanya utk kepentingan sendiri dan kelompoknya. Sekarang ini golkar spt partai tirani yg dipimpim seorang diktator, suara dipaksa dr atas kebawah. JK berbuat demikian krn dia menganggap porsi anggota dpr partainya paling besar saat ini, shg banyak kebijaksanaan presiden diplintirnya, contoh:
    1. Kasus LAPINDO, jelas2 ini kesalahan lapindo pribadi dan presiden sdh instruksikan JK agar yg empunya (red bakrie brothers) bertanggung jawab dan hrs mengganti kpd para korban, eeh JK malah membela dan diplintir menjadi bencana alam, shg uang tanggungannya diambil dr revisi APBN, anggota dpr pun sbg wkl rakyat disetir agar setuju.
    2. Kasus rush saham BUMI RESOURCE (red bakrie brothers), presiden dan sri mulyani melarang aktivitas BEJ dihentikan, tetapi JK malah mendukung bakrie agar perdagangan di hentikan hanya utk menyelamatkan kelompoknya, tetapi mengorbankan kepentingan yg lebih besar, dan berakibat tingkat kepercayaan Internasional terhdp BEJ menurun. Bahkan ibu Sri pun sampai mengancam utk mengundurkan diri krn adanya intervensi yg berlebihan dr JK.

    Bila JK menjadi presiden, yg notabene bersifat tirani, dan penipu rakyat berkedok demokrasi dipastikan kesengsaraan rakyat makin bertambah selama 5 tahun kedepan.

    Pilihlah presidan yang demokratis dan bijaksana secara jernih dan cermat !.

  4. Sato-san on May 4th, 2009 10:06 am

    Naiknya anda sih karena nama SBY sadarlah, mosok sih anda sangat serius mengatakan begitu? Ketahuan aslinya.

  5. triono on May 4th, 2009 11:22 am

    Jangan lupa sby turut andil membesarkan JK, sekarang kok malah menyerang balik demi jabatan

  6. Drs. Raiders Salomon Marpaung, MM on May 4th, 2009 12:02 pm

    Wajar-wajar saja kalau JK kecewa, karena beliau sebagai Wakil Presiden ( yang dapat menggantikan Presiden jika Presiden berhalangan ), bukan pembantu Presiden.

  7. ira on May 4th, 2009 12:52 pm

    Pak JK sekarang ketahuan ASLINYA.
    Dalam agama diajarkan bahwa dalam kesulitan dan kesusuahan akan diuji bagaimana cara menyelesaiakn masalahnya tersebut. Ada cara yang biasadilakukan orang
    1. Orang yang baik, setiap ada masalah selalu introspeksi dan bersyukur karena masih bisa diingatkan untuk memohon kekuatan kepada yang di ATAS.
    2. Orang yang tidak baik, setiap ada masalah selalu menimpakan kesalahannya kepada orang lain, sehingga tidak pernah merasa bersalah.

    PEMIMPIN yang bagaimana yang kita cari???

  8. bunga_septia on May 4th, 2009 1:24 pm

    Ass. Mantan Kader Golkar yang maju capres sekarang adalah Pelacur politik.
    Lihat bagaimana Wiranto yang dulunya ditikam JK di pilpres 2004, sekarang begitu mesranya berdampingan jadi wapresnya pula. Benar2 pelacur politik.Klo mau ngomong harga diri, kagak usahlah, selama dipimpin JK , Golkar hanya menjadi pelacur politik.Kembalikan Golkar ke kader yang setia, bermartabat, dan punya visi dan misi, tidak seperti JK dan Wiranto.Sudah nampak sekarang, JK selain mau menjilat ludah sendiri,juga mau menikam kawan satu rumah,pantas pak SBY tidak mau lagi sama JK.

  9. gusduria on May 4th, 2009 3:55 pm

    Ngomong-ngomong, selama pemerintahan dipegang SBY, hutang negara bertambah jadi berapa, ya? Terus, yang harus bayar, siapa, ya?

  10. bunga_septia on May 4th, 2009 5:21 pm

    Bukan masalah hutangnya , yang penting sanggup gak bayar hutang tanpa menjual negara?Lha kita ini termasuk sampeyan mas gusduria pasti pernah berhutang, paling tidak hutang budi , ya apa tidak?Lha wong satu orang untuk sendiri aja pernah hutang, apalgi negara, yang harus menghidupi 200 jt rakyat nya?Bukannya hutang terus boleh, kalo bisa ya tidak hutang.Tapi kepaksanya hutang ya kalo mbayar jangan jual aset negara. Itu saja.

  11. tsubowo on May 4th, 2009 6:58 pm

    Pro gusduria, kondisi sekarang ini akibat dr perbuatan pemerintahan sebelumnya yg menjual aset2 negara secara membabi buta, spt bumn indosat yg paling menguntungkanpun dilego oleh mega, kapal tanker terbesar yg dgn susah payah dipesan pada jaman soeharto di korea pas selesai dilego pula, lapangan gas bumi dilego dgn kontrak yg sangat murah, sehingga pemerintah tdk mempunyai cadangan dana utk membayar hutang2 Internasional yg jatuh tempo, bila gagal bayar maka Indonesia akan masuk kategori black-list. Tdk ada jalan lain utk membayar selain mencari hutangan lagi.
    Pada pemerintahan Sby pun Jk yg dipercaya mengelolah perekonomian negara turut menggeroti APBN kita dgn melimpahkan tanggung jawab kasus lapindo (red pemilik bakrie sbg bendahara golkar) menjadi tanggungan pemerintah, shg pemerintah hrs berhemat dgn memangkas subsidi utk rakyat. Sby pernah menegur JK tp dibalas dgn ancaman dukungan golkar terhadap pemerintahan di dpr akan dicabut, alhasil ya Sby hrs mengganti cawapres baru yg loyal terhadap kebijaksanaan pemerintah.
    Demikian sekilas info agar kita bisa melihat permasalahan secara objective.

  12. siwied on May 5th, 2009 12:10 am

    Ass.wr.wb.
    wah, wah, ….
    yang begini ini ngomongnya demi rakyat-lah, demi bangsa-lah…
    kliatan aslinya deh, pamrihnya kelewat besar.
    jangan mimpi, jk ! ! !
    wass.wr.wb

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) , Pilkada, Pemilukada Indonesia
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved