JK Maju Jadi Capres karena Golkar Dihina

May 3, 2009 by pemiluindonesia.com 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar M Jusuf Kalla mengakui sebenarnya tidak ingin berpisah dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun keadaan dan harga diri partai membuatnya terpaksa harus berpisah.

Saya sering ditanya kenapa SBY-JK berpisah.  Saya sendiri sebenarnya tak punya keinginan berpisah, tetapi keadaan yang membuat terpaksa kami berpisah,” kata Jusuf Kalla ketika silaturahmi dengan DPD II se-Sulsel di kediaman JL Haji Bau Makasar, Sabtu malam.


Pertemuan tersebut berlangsung di halaman belakang dan didahului dengan makan malam bersama. Menurut Kalla semua parpol punya cita-cita, begitu juga Partai Golkar. Menurut Kalla suatu saat Partai Golkar terusik harga dirinya ketika dikatakan hanya akan mampu meraih 2,5 persen, oleh karena itu semua DPD I memintanya maju sebagai capres.

“Karena Golkar merasa terhina punya harga diri, maka saya maju sebagai capres. Saya tak bisa menolak, kalau tidak saya terima Golkar pecah,” kata Kalla dengan nada tinggi.

Selain itu, tambah Kalla  karena ia yakin akan mampu.  Kalla juga menegaskan selama Partai Golkar menjadi bumper atas apa saja. “Partai Golkar selalu jadi bumper apa saja masalah bangsa. Baik masalah APBN interpelasi atau angket. Pembela utamanya Partai Golkar,” kata Kalla.

Karena itu tambahnya orang sering lupa bahwa Partai Golkar telah memberikan sumbangan yang besar bagi pembangunan bangsa ini.

Sumber : kompas

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

3 Responses to “JK Maju Jadi Capres karena Golkar Dihina”

  1. Sato-san on May 4th, 2009 10:04 am

    Cari-carialasan saja, memangnya gue pikirin . kalau akbar Tanjung dan Sultan sih saya akan mendukung.

  2. bunga_septia on May 4th, 2009 5:37 pm

    Ass. Benar pak Golkar partai besar selama ini, tapi sebelum dipimpin oleh bapak.Sejak dipimpin bapak, Golkar tak lebihnya sebagai partai pelacur politik. Tidak bermartabat, dan merendahkan diri sendiri. Ingat pak, semua yang terjadi di Golkar akaibat ulah bapak dan genk bapak di Golkar. Kenapa waktu Bang Akbar di Golkar, sedemikian terpojoknya Golkar karena menjadi mesin politik orba?Tapi justru Golkar menjadi kampiun di 2004.Karena sikap Bang Akbar memang bukan pelacur politik, benar2 menjalankan visi dan misi serta bisa menampung aspirasi anggotanya. Lha bapak sendiri, maksa mau jadi Capres sendiri, padahal, DPD TK II menginginkan kembali ke demokrat?Jadi jangan menyalahkan orang lain, introspeksi dirilah pak JK.

  3. tsubowo on May 4th, 2009 7:49 pm

    Bisa bisanya JK mengalihkan permasalahan ketidakmampuan pribadinya menjadi permasalahan partai, licik bukan !. Kumisnya aja udah sama spt hitler.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia 2009
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved
Astaga.com Lifestyle on the net