Golkar Tidak Kecewa Pisah dengan Demokrat
April 25, 2009 by pemiluindonesia.com

Jeffrie Geovanie
Tertutupnya komunikasi antara Partai Golkar dan Partai Demokrat dalam format koalisi disebabkan tidak adanya respek dan saling menghormati, yang merupakan prinsip-prinsip yang paling mendasar dalam sebuah politik.
Hal tersebut dikemukakan Wakil Direktur Eksekutif Lembaga Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Jeffrie Geovani di Jakarta, Jumat (24/4).
”Untuk berkoalisi, yang diperlukan penting adalah prinsip-prinsip yang paling mendasar dalam sebuah politik, yaitu adanya respek, saling menghormati antara dua pihak yang akan berkoalisi” kata Jeffrie.
Lebih lanjut Jefrie mengatakan, selain respek dan saling menghormati, juga perlu adanya prinsip kesetaraan di antara dua partai, serta proporsional.
Dia menjelaskan, pembicaraan yang dilakukan oleh tim Golkar dan Demokrat dimulai cukup intensif, di mana hampir semua prinsip-prinsip yang ditawarkan oleh Golkar itu diterima oleh Demokrat.
”Namun, ada satu klausul pertama yang diajukan oleh partai Golkar yaitu Partai Golkar mengusulkan SBY dan JK. Nah inilah yang tidak diterima oleh Partai Demokrat”, ujarnya.
Dia membantah bahwa Partai Golkar telah mendikte Partai Demokrat, melainkan kader Golkar menganggap selama lima tahun ini secara mayoritas kepemimpinan SBY-JK dianggap berhasil oleh masyarakat.
Artinya 90 persen lembaga survey menunjukkan angka yang sama yakni 50-60 persen masyarakat puas atas kinerja SBY-JK. ”Nah, oleh karena itulah kemudian kami juga melalui mekanisme penyaringan yang dilakukan DPD menyodorkan nama JK”, tandasnya.
Menurutnya, ini sebuah komunikasi yang sudah tidak bisa dicarikan jalan keluar, karena Partai Demokrat menginginkan jangan hanya nama JK saja yang dimajukan sebagai pendamping SBY, tetapi harus ada nama-nama lain.
”Nah, bagaimana kami bisa memberikan nama-nama lain sementara kami sudah melalui sebuah proses untuk melahirkan nama JK itu” kilahnya
Apalagi, tambahnya, semua tahu bahwa pasangan SBY-JK bukan pasangan baru, tetapi adalah pasangan lama yang tinggal melanjutkan saja. Inilah kemudian yang akhirnya membuat Golkar memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi komunikasi dengan Demokrat dalam format koalisasi, karena memang sudah ada hal prinsip yang tidak bisa disatukan.
”Jadi, Golkar juga tidak kecewa, dalam arti sangat menghormati keputusan itu sebagai hak partai Demokrat dan saya kira hak partai Golkar jugalah untuk menentukan sikap yang lain” pungkasnya












Komentar
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan