Soal Perbatasan, Mega Soroti Provokasi Malaysia

July 3, 2009 by pemiluindonesia.com 

Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri

Calon presiden Megawati memberikan pendapat, Malaysia sering mengganggu perbatasan Indonesia, karena mereka juga menyangsikan kedaulatan NKRI. Padahal, kedaulatan adalah sesuatu yang harud dipertahankan.

“Misalnya dengan Malaysia yang selalu menggangu, karena mereka menyangsikan kedaulatan kita. Padahal kedaulatan itu harus dipertahankan,” kata Megawati saat ditanya moderator dalam debat capres di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis (2/7/2009).

Megawati juga menegaskan bahwa pemerintah harus benar-benar memperhatikan kondisi riil masyarakat di daerah perbatasan. “Perbatasan itu jangan hanya dilihat dari sisi IT saja. Kalau seperti itu kan hanya melihat saya dari kamera. Harus datang langsung, memberi nama pulau-pulau itu, dan memperhatikan realitas masyarakat,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu Mega juga menyoroti persoalan implementasi UU yang masih lemah. “Kita kan sudah amandemen UUD sampai empat kali. Pertanyaannya hal itu sudah diimplementasikan atau belum?,” tanya Mega. (mbs)

Sumber: Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

3 Responses to “Soal Perbatasan, Mega Soroti Provokasi Malaysia”

  1. Mbah on July 3rd, 2009 11:07 pm

    iya bu, ingat sipadan ,ligitan ,untung bu mega tidak terprovokasi., untung nya lg namanya pakai bah indonesia, untungnya lg hasil reklamasi pantai singapura , sehinnga garis batas pantai 12 mile nya tambah jauh, MERDEKA ,MERDEKA,MERDEKA

  2. nunung on July 4th, 2009 12:35 am

    lah sipidan ligitan bukannya lepas pas pemerintahan dia???

  3. adri on July 4th, 2009 10:15 pm

    gue sangsi pada para pendukung SBY untuk legowo, soalnya sudah segala macam kecurangan dilakukan, mulai dari cara yang kasar mengejek calon lainnya, memfitnah dan licik. yang hebat cuma calonnya, dengan cara yang santun dan bermartabat, tetapi raut mukanya kelihatan sekali tidak mencerminkan apa yang dikatakan. jadi komentar para pendukungnya sebagai wakil curahan yang sebenarnya.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia 2009
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved
Astaga.com Lifestyle on the net