SBY: Takabur Sesumbar Lebih Cepat Lebih Baik
May 12, 2009 by pemiluindonesia.com

Susilo Bambang Yudhoyono
SBY meminta kader-kader Demokrat bersikap sabar dan terus berikhtiar.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, berpesan pada pengurus partainya untuk berkampanye dengan santun. SBY meminta kader-kader Demokrat sabar dalam menghadapi ejekan atau cacian.
“Saudara-saudara, ini kesempatan yang baik, saya ingin menyampaikan ajakan, arahan, pada Partai Demokrat,” ujar SBY dalam sambutan membuka syukuran kemenangan Demokrat di rumahnya, Cikeas, Bogor, Minggu 10 Mei 2009 malam. “Kalau kita melakukan refleksi, kontemplasi, mengapa Partai Demokrat berhasil dalam pemilihan legislatif, tanpa pertolongan Allah meski kita berikhtiar keras, kita tak tentu berhasil,” kata SBY.
“Kita sabar, berikhtiar. Ternyata kesabaran, beriktiar tak pernah putus kunci dalam keberhasilan. Ke depan mari terus pertahankan sikap seperti ini,” ujar SBY. “Manakala kita menghadapi ejekan, cercaan, serangan politik, marilah kita tetap sabar. Manakala persoalan politik tidak mudah, marilah tetap tegar, tidak ada jalan yang lunak.”
SBY menyatakan, Pemilu 2009 ini lebih seru dari Pemilu sebelumnya. Kampanye berjalan lebih keras meski SBY sudah mengatakan jangan saling mencerca agar rakyat teduh.
“Dalam kampanye nanti, janganlah kita mudah dan suka menantang, sesumbar, dan jangan mudah dan suka untuk mengejek. Mari kita jaga perasaan kompetitor kita karena banyak jalan yang baik. Tak perlu menunjukkan kita lebih hebat, lebih cepat, lebih baik, lebih ini, lebih itu. Itu takabur namanya,” kata SBY.
Tuhan, kata SBY, tidak menyenangi sifat yang takabur dan sombong. “Kalau ada 1 jari menunjuk jelek kamu, 4 jari lain menunjuk diri sendiri. Jangan menghina yang lain,” kata SBY.
Dengan sikap sabar dan terus berikhtiar, kata SBY, maka kemenangan pasti akan diraih kembali. “Saya sudah melihat SMS dan spanduk. Saya mendengar black campaign. Tahun 2004 kita dihujani fitnah dan black campaign, tapi kita beriktiar, kalau itu dilanjutkan lagi, menangnya mulia,” kata SBY.
SUMBER : Arfi Bambani Amri, Nur Farida Ahniar VIVAnews












Itu bukan takabur namanya Pak Presiden, tapi optimis bisa, kalau anda merasa goyang dengan jargon tsb, jgn bilang orang takabur, memang betul kok Anda adalah Telat, apa yg anda janjikan pd saat pemilu 2004 dulu tidak ada yg terbukti, tahukah anda bahwa anda akan dimintakan pertanggungan jawab di akhirat nanti thd kepemimpinan yg telah anda perbuat, jika anda ingin tahu, saya adalah orang yg pertama tidak memilih Demokrat apalagi SBY nya. tapi memang masy kita pada awam, hanya melihat sepintas saja, dan saya yakin yg menghembuskan bahwa anda adalah orang baik (pemimpin yg baik) tentu saja tim anda (TIM SBY & demokratnya). kalo anda merasa menang tidak usah menanggapi segala yg disampaikan lawan politik anda, apalagi kalau yg disampaikan mereka itu benar. silahkan anda berjuang juga kalau mau jadi presiden lagi.
YG JELAS, JGN NEO LIBERAL ATAU NEO ORBA-SBY JANGAN NAIK LAGI DEH JADI RI-1
Komentar SBY menggambarkan seorang pembual yang khawatir kehilangan posisinya karena sudah kehabisan bahan bualan, sehingga ia menghujat orang yang benar.
yang takabur dan sombong itu adalah sebenarnya sby, karena dia lebih percaya diri dengan PD nya sendiri mengusung dia jadi capres, biar nanti si budi manut aja kaya kerbau ditusuk hidung, kalo sama partai nanti yg jadi cawapresnya tentu dia ga bisa sesuka dia, yg jelas kalo sby menang nanti yg bakalan dapat jatah mentri adl tentu dia dan kroni2nya semua, apalagi budiono yg notabene orang kampungnya sendri, apakah RI ini milik orang sekampung saja, no way BUNG!!
Kalo SBY berani coba katakan ke rakyat, mari kita ciptakan pemilu presiden yg luber dan jujur serta adil untuk memunculkan pemimpin yg betul2 diharapkan dapat memperbaiki bangsa ini….dst..
coba…mana berani SBY, krn kemarin, dia penguasa ga berani memberi perintah kpd KPU untuk boleh bagi rakyat memilih bagi yg tidak terdaftar di DPT tapi punya bukti data bahwa dia warga Indonesia. baru itu namanya pemilu yg jurdil
Semoga rakyat tau mana org jujur mana yg hanya mulut manis saja…
S-BOY BERBOEDI ini terkesan ” TONG KOSONG NYARING BUNYINYA ”
Bil orang yg optimis sombong, takabur dsb..hingga terkesan cuma dia dan demokrat yag santun..ane bukan fans JK tp melihat JK lebh realistis drpd S-BOY BERBOEDI hahahahaha..
liat aja iklan2 dmokrat dan S-BOY, terlalu banyak kata2 sombong dan angkuh disebutkan..ehhhh..malah bilangin orang lain..RASULULLAH SAW mngatakan ” orang yang menyebutkan orang lain sombong maka sebenarnya dialah yang sombong”, ” Hilangnya amal baik seseorang salah satunya apabila ia sebutkan apa perbuatan baiknya di hadapan manusia”
contoh ni kata2 S-BOY dan dmokrat yg sombong: DALAM SEJARAH 3X MENURUNKAN BBM ” pdahal mang harusnya turun, krn hrganya mang dh trun jauh, mlah telat nuruninnya hehehehe”…DIA ADALAH JENDRAL BERBINTANG 4 YANG BERGELAR DOKTOR ” sapa peduli, Doktorny jg gelar dr Univ Indonesia yg kita tau gmn kaliber pndidikan di Indonesia, lagian telat Doktornya dh tua hahaha “..DIA ADALAH PRIA YANG SANTUN ” menilik dari hadist diatas jelas dia bukan pria yang santun, krna yang berhadist Rasulullah SAW “.. DIA ADALAH PEMIMPIN KELUARGA YAG BAUK DAN HARMONIS ” jelas bukan lelaki yg baik malah lelaki yg bejat krna membiarkan istrinya berbuat dosa dengan tidak mengingatkan wajib menggunakan jilbab krna S-BOY kan ngakunya ISLAM, soal harmonis y gk tau, mang dia artis sering masuk infotainmen hahahaha”
nilah sedikit gambaran kesombongan dan takabur yg S-BOY dan partainya lakukan tnpa mereka sadari, berfikirlah bg kita untuk memilihnya kl dia, partainnya dan koalisinya tidak bljar mrubah dari diri sendiri dulu..
dimana-mana yang namanya TENTARA yah tetap TENTARA, MUKA SUFI MENTAL FIR’AUN COCOK SEPERTI SAUDARA SUSILO YUDHO NYOWO…
“Dalam kampanye nanti, janganlah kita mudah dan suka menantang, sesumbar, dan jangan mudah dan suka untuk mengejek. Mari kita jaga perasaan kompetitor kita karena banyak jalan yang baik. Tak perlu menunjukkan kita lebih hebat, lebih cepat, lebih baik, lebih ini, lebih itu. Itu takabur namanya,” kata SBY.
Tuhan, kata SBY, tidak menyenangi sifat yang takabur dan sombong. “Kalau ada 1 jari menunjuk jelek kamu, 4 jari lain menunjuk diri sendiri. Jangan menghina yang lain,” kata SBY.
ALANGKAH INDAHNYA KATA-KATA TERSEBUT, SAYANG “KESANNYA” HANYA UNTUK MENYERANG BALIK LAWAN POLITIK.
Karena diucapkannya oleh yang sedang berkompetisi, jadi ya sama saja menasihati diri sendiri.
INi dia yang saya suka…
Saya sedih sekali seorang pemimpin DEMOKRAT bersuara bak anak kecil..
Kepanasan sendiri tanpa ada yang memanasi…
Kayaknya pemimpin ini harus banyak2 belajar agama
What the means of TAKABUR ???
Kasian ya kalo Indonesia dipimpin lagi oleh orang cengeng, dikit-dikit tersinggung……, dikit-dikit tersinggung……, namanya juga politik harus kuat dan tidak boleh tersinggung.
Dengan Mengatakan TAKABUR Justru SBY melukai hati rivalnya yang lebih santun. Belum lagi Si Luhut Rambut Kuncir Menyerang Permadi Dengan Cara Tidak Bermartabaat. Dimana Santunnya dan Siapa Yang Duluan Serang ???
Iya ya…kayaknya Pak SBY terlau sensi deh. Belum diapa-apan, langsung nanggapin banget. Jadinya kesannya kurang santun ah. Masa JK cuma bilang ” LEBIH CEPAT LEBIH BAIK”, langsung naggapin macem-macem….. Lagian orang-orang Demokrat kurang mutuh deh….. Hanya diuntungkan kepopuleran SBY. Percis waktu Inul Daratista waktu booming. Orang-orang pada berfihak ke Inul. Tapi setelah berlalu…. ya… ternyata kualias suaranya ngga bagus-bagus amat….. he..he….he …. Ok, Take care and pilih presiden yang bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik.
saya kira Pak sby adalah pemimpin yang sangat bijak kok walau dicerca tetap sabar mari dong kita belajar memperbaiki kharakter bangsa bangsa ini ngak maju maju justru karena banyak orang yang sakit karakternya tapi tetap bertahan jadi pemimpin. be
Maksud anda SBY orang yang sakit karakternya itu tapi tetap bertahan jadi pemimpin. Benar juga sih.
[...] Pada saat beliau menunjuk dan menegur keras peserta Rapimnas, mengingatkan saya kembali pada pernyataan beliau sendiri, “Kalau ada 1 jari menunjuk jelek kamu, 4 jari lain menunjuk diri sendiri. Jangan menghina yang lain,”. Sssb: [...]