Polisi Selidiki Pelempar Batu ke Kantor BMC
October 20, 2009 by pemiluindonesia.com

Megawati - Prabowo
Insiden pelemparan Kantor Bravo Media Center oleh pendukung Mega-Prabowo bakal berbuntut. Polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi, Rabu 12 Agustus 2009.
“Kami akan selidiki, karena anggota kami banyak yang jadi saksi mata,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Menteng Komisaris Khalidi, di BMC, Jalan Teuku Umar, kepada wartawan.
Barang bukti pelemparan antara lain botol air mineral dan pecahan batu di bawa ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut. Personel kepolisian yang berjaga di Kantor Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono itu ditambah.
Langkah polisi itu didukung Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Hatta Rajasa. Langkah hukum diserahkan kepolisian. “Saya kira polisi sudah mengetahui apa tugasnya,” ujarnya.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 17.30, sore tadi. Massa beratribut pendukung Mega-Prabowo dan Bendera (Benteng Demokrasi Rakyat), yang baru saja berunjukrasa di Mahkamah Konstitusi melintas depan BMC menuju kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar.
Tiba-tiba, mereka berhenti. Kemudian, berteriak-teriak dan melempari BMC dengan botol air mineral, nasi bungkus dan pecahan batu. Ketika terjadi Tim SBY-Boediono sedang menyelenggarakan jumpa pers menyikapi putusan MK. Sehingga, banyak wartawan di tempat itu.
Mendengar keributan, wartawan turun melihat situasi. Beberapa tertimpuk lemparan itu.
Sekitar sepuluh menit berselang, insiden itu usai. Massa yang marah berhasil ditenangkan oleh anggota yang lain. Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke kediaman Megawati di Teuku Umar.
Menurut Hatta, tidak ada bentrokan antara pendukung Mega dan SBY. Sebab, ketika itu tidak ada massa SBY. “Disini tidak ada massa selain tim kampanye yang sedang rapat, sebagian menyiapkan konferensi pers, tidak ada massa kecuali tim yang bertugas,” ujarnya.
Dia menambahkan, massa yang datang tersebut justru melempar kantor BMC. “Tadi ketika wartawan tanya, saya sudah jelaskan. Marilah proses yang panjang, sudah demokratis dan selesai melalui sengketa melalui koridor hukum jangan kemudian berdampak mencedrai proses,” ujarnya.
Dia mengajak dan menghimbau kawan tim kampanye pasangan lainĀ tidak terpancing melakukan tindakan kekerasan. dan menghormati proses yang telah berlangsung.
Sumber : Vivanews
Rabu, 12 Agustus 2009, 20:28 WIB
Amril Amarullah, Suryanta Bakti Susila













Komentar
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan