Mega-Prabowo Tolak Rekap Tanda Demokrasi Masih Muda
July 27, 2009 by pemiluindonesia.com

Megawati - Prabowo
Sikap kubu Mega-Prabowo yang menolak keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait hasil rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2009 mendapat kritikan dari kubu SBY-Boediono.
Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum menilai langkah penolakan dari Mega-Prabowo merupakan tanda elemen demokrasi masih muda.
“Ini adalah tanda elemen demokrasi kita masih muda. Sportivitas, kedewasaan, dan sikap legowo perlu ditingkatkan,” kata Anas dalam pesan singkatnya kepada okezone, Sabtu (25/7/2009).
Menurut dia, semestinya dalam menyikapi masalah tersebut perlu dibagun tradisi menerima kekalahan secara elegan. Namun demikian, Anas bisa memahami adanya pihak-pihak yang keberatan terhadap hasil penghitungan suara KPU adalah bagian dari demokrasi juga.
“Tetapi, kita optimis dan berpengharapan karena pihak yang tidak puas menempuh jalur hukum. Bagaimana pun juga itu adalah sebagian dari budaya demokrasi yang baik,” pungkasnya. (ram)
Sumber : Dadan Muhammad Ramdan - Okezone













Bung Anas…sah saja kan org punya pendapat berbeda. Anda egini ya Bung..mungkin Demokrat dan Capres/cawapres anda bisa berpuas diri dan senang dgn kemenangan anda (dalam tanda kutip direkayasa dg cara-cara intimidasi thd jajaran KPU dan lembaga pemerintahan). Tapi ingat bung kebusukan tdk akan bisa ditutupi dgn cara apapun. Selamat menikmati kemenangan yg anda dapatkan dgn cara-cara tdk wajar. Saya tetap menerima kemenangan anda sebagai bentuk jiwa demokrasi. Harapan saya semoga kemenangan ini anda tujukan utk rakyat dengan cara memperjuangkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Bukan meningkatkan kesejahteraan org-org partai anda dan koalisinya.
Kami setuju dg Bung Anas … memang sah2 aja mereka berpendapat, tapi kedewasaan, sportifitas serta sikap legowo tetap perlu ditingkatkan dan sikap mereka yg tidak mencerminkan itu semua perlu diperbaiki. Setiap hujatan & protes memang perlu pembuktian dan kita bisa menghargai apapun hasilnya … namun sikap kedewasaan itu yg perlu dipupuk agar bisa memberikan contoh yg baik pada rakyat. Intinya … meskipun proses hukum tetap akan ditempuh, sikap bijaksana & sportif harusnya tetap harus dimiliki sebagai cermin seorang negarawan sejati.
Kami yakin akan kebersihan pemerintahan Bp. SBY dan langkah2nya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kami juga percaya tidak ada istilah ‘menempuh segala cara untuk menang’ bagi pak SBY … ga tau lagi untuk pasangan yg lain sih. Kami berharap kepercayaan kami dapat dipegang sebagai amanah … Amien
Beda pendapat boleh saja, karena itu dijamin oleh hukum….. yang penting kalau pendapatnya kurang diterima atau kurang manteb ya…. nggak boleh “mokong n mutung…..”
Buat Bung Tole yg budiman, apakah anda sorang politikus atau penonton politikus kayak saya???? Hmm.. kayak analis gitu……..?????
Janganlah terlalu vulgar mengeluarkan statemen bahwa ada rekayasa, intimidasi atau bau kebusukan yg tercium …. Nanti rakyat pada bingung, karena ketua MK masih Mahfud MD atau sudah digantikan oleh anda, atau jangan-jangan anda adalah………….anggota MK dan akan menjadi calon pengganti ketua
MK?????
KITA NONTON YUK….. LIHAT SAJA BAGAIMANA MK memutuskan dan bagaimana Indonesia 5 taon lagi….???
ENJOY AZA !!! PISS MEN….
NANTI KITA COBA LAGI NEXT 5 TAON LAGI……………….
KALAU SUDAH KALAH ITU YA LEGOWO…
DIDUNIA INI TIDAK ADA YANG PALING SEMPURNA…..
RAKYAT SEMAKIN PINTER SIAPA YANG COCOK JADI PEMIMPIN…
JADI PEMIMPIN TIDAK BOLEH DIPAKSAKAN………………………………..
SERAHKAN PADA RAKYAT…DAN TERBUKTI RAKYATLAH YANG MENANG…..
DENGAN MEMILIH YANG TIDAK PERNAH MENGELUH, MENGHUJAT, TAPI…
YANG BEKERJA KERAS UNTUK KEMAJUAN BANGSA………
JADI PENONTON ITU LEBIH PINTER DARI PADA PEMAIN :
cONTOH : RONALDO YANG PEMAIN BOLA DI DUNIA SAJA MASIH DI BODO2
KAN SAMA PENONTON….
calon pemimpin yg tamak, adalah orang yg mau mencapai kekuasaan dgn segala cara walaupun jelas2 dia kalah, dan pada saat memimpin nanti akan mempertahankan kekuasaannya dgn segala cara pula (red otoriter; diktator; tdk peduli penderitaan org lain alias budek).
WADUH….orang atasan kok nggak pernah menghargai bawahan seperti saya yang kerja dari pagi smpai sore hanya untuk menghitung dan menyukseskan pencontrengan.
wah..mas anas lagi..
kalo dia komentar apa aja ya boleh..
wong dia itu “sakti”kok..
dia kan pelarian anggota KPU tahun 2004..
temen2nya pada ditangkap korupsi oleh KPK (mulyana kusuma,daan dimara,nazarudin syamsuddin dll)..
tapi dia bisa jadi ketua partai demokrat, apa gak sakti?
wis lah kalo anas sing ngomong gak usah ditanggepi…
sak karepe..
@ Elkurnia…terserah anda menganggap saya apa. Toh..kalo kandindat lain mengajukan keberatan gak masalah.. Kan sdh ada mekanisme hukum yang mengatur. Anas kenapa musti kebingungan. Kalo memang kemenangan diperoleh dgn cara yg jurdil, gak perlu takut lah…. Seharusnya malah tenang, krn kalo nantinya terbukti benar-benar kemenangan yg jurdil, SBY kan semakin legitimate di mata rakyat. Jadi BERANIkrn BENAR, TAKUT karena SALAH!!!
Jadi kalo si Anas takut…perlu dipertanyakan: ADA APA DI BALIK KEMENANGAN TERSEBUT????
Salam hormat untuk bro Tole,
Apa nyang disampekan itu bener-bener betul…. (sebagian) yaitu tentang legitimasi dimata rakyat…
Namun kalo yang laennya hmmmmm…. kayaknya pandangan bahwa bung Anas takut…bingung…. kayaknya sich kurang tepat gitu…. soalnya membaca statement yg dia sampaikan datar-datar aza, yah… itu sih jawaban normatif, artinya jawaban klise yang umum disampaikan oleh para komentator termasuk para pakar politik kita….
Be de We…. saat ini SBY resmi jadi presiden, kita doakan legitimasi dari rakyat benar-benar terwujud, dan kita dukung bersama-sama…. (yah paling dengan doa dan berbuat baik asza udah cukup… soalnya kagak bakalan kite-kite dipanggil jadi menterinya atau staff ahli atau staff-staffan yg laennya…
Buat Ibu Mega dan Bapak JK yth, mari kita doakan agar mereka bisa berbuat baek yang banyak bagi bangsa walau tidak menjadi Presiden…
PEACE Men…. Merdeka!!!!
WAH WAH BUNG TOLE…
KAMU ITU TUKANG TUDUH APA KERJAANNNYA…
SEENAK MULUT AJA KALAU NGOMONG….
KEMENANGAN SBY ITU KEMENANGAN RAKYAT….CARA-CARA YANG DILAKUKAN ADALAH DENGAN KERJA KERAS & IKLAS SERTA JUJUR….
BUKAN KAYAK KAMU PUNYA MULUT ASAL NGABLAK NUDUH YANG INI YANG ITU….
KALAU SUDAH KALAH YANG LEGOWO LAH JANGAN CARI KAMBING HITAM…
YANG NGAK JUJURLAH…YANG KACAULAH….JANGAN-JANGAN YANG MEMBUAT KETIDAK JUJURAN ITU ANDA SENDIRI DIATASNAMAKAN PARTAI DEMOKRAT…MALAING ITU BIASA BERTERIAK MALING PADAHAL MALINGNYA YA YANG BERTERIAK ITU…..