Mega Kena Semprit Tiga Kali

July 3, 2009 by pemiluindonesia.com 

Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri

Berulang kali moderator harus mengingatkan Mega yang kelebihan waktu menjawab pertanyaan.

Penetapan waktu debat yang sangat minim membuat calon presiden Megawati Soekarnoputri selalu kena ’semprit’ moderator. Mega terhitung tiga kali kelebihan waktu saat menjawab pertanyaan.

Mega pertama kali melanggar aturan waktu saat menanggapi dua capres lainnya, Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla soal otonomi daerah.

Pelanggaran waktu kedua terjadi saat ia menjawab soal perlu tidaknya lembaga khusus untuk mengawasi pembangunan di daerah. Dan pelanggaran waktu ketiga dilakukannya saat mendebat soal penjagaan perbatasan dan pulau terluar di Indonesia.

Akibatnya, moderator debat final Dekan Fisipol Universitas Gadjah Mada Pratikno harus mengingatkan Mega berulang kali. “Terima kasih, terima kasih, waktunya sudah habis, waktunya sudah habis,” kata Pratikno berulang kali saat Mega melanggar waktu yang telah ditetapkan.

Rata-rata waktu yang diberikan kepada calon presiden untuk mendebat atau menjawab pertanyaan memang sangat minim, antara satu sampai dua menit.

Debat capres final  ini digelar di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis 2 Juli 2009. Tema debat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, Demokrasi, dan Otonomi Daerah.

Sumber :  Umi Kalsum, Mohammad Adam, Muhammad Hasits • VIVAnews

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

11 Responses to “Mega Kena Semprit Tiga Kali”

  1. Kifly on July 3rd, 2009 6:54 am

    Pak,

    Tolong segera publish Kepres tentang Hari Libur pada saat Pilpres 8 Juli.
    Agar kami pengusaha bisa membuat perencanaan dan pengumuman bagi staff.

    Salam,
    Kifly,-

  2. rakyat aja on July 4th, 2009 5:03 pm

    Kaya’nya yg patut mendapat predikat ‘lelet’ alias lambat ya Mega ini …
    Dari cara ngomong dan perhatiannya terhadap waktu sama sekali tidak bisa me-manage dg baik … mbulet dan ga pada intinya. Begitu mau nyampe ke pokok permasalahan … eh abis dech waktunya.
    Berarti selama ini yg dimaksud lambat ama JK adalah Megawati donk … bagus dech….
    Sebenernya mungkin Mega menghafal dari skenario yg diatur ma tim suksesnya kali, jadi ngomongnya sambil mengingat2 … ga peduli waktunya abis ya tetep aja ngomong …
    Buktinya waktu dikasi pertanyaan diluar tema … jawabannya sama sekali ga berbobot dan keliatan sekali kalo ga bisa mikir …

  3. ~hati.hati~ on July 4th, 2009 6:26 pm

    Yah emank mega dr dlu bgtu kale…Pandai bicara bukan jaminan…justru yg pandai brsilat lidah tu biasanya Licik n curang…

  4. adri on July 5th, 2009 9:35 pm

    citra, pesona memang bagus, sayang tidak sama dengan mimik muka saat berkomentar, apalagi kalo lagi tersinggung dan menyindir, kelihatan sekali dibuat-buatnya. artinya lain dimulut lain dihati, bagai buah yang kelihatannya manis karena tampilanya, tetapi asam kecut begitu dimakan. tapi aku tetap pilih LANJUTKAN……
    karena aku sudah g bisa berpikir normal kagi ( alias abnormal ). jadi pendukung lainnya yang sama panatiknya seperti aku, ya sama abnormalnya alias bego

  5. rakyat aja on July 7th, 2009 1:29 pm

    ~hati.hati~, bener juga emang mega dr dulu begitu makanya negara ini ga pernah ada kemajuan di bawah pimpinannya. Justru yg pandai bersilat lidah ntu yg licik & curang … contohnya Prabowo.
    Wah … pasangan yg klop banget untuk menuju kehancuran …

  6. kentri on July 7th, 2009 4:09 pm

    ah…itu omongannya orang semprul. mega prabowo itu hebattttt ngak pernah hengkang meskipun ditindak. ngak pernah lari meskipun di kejar.Buat saya prabowo wajah cerah demokrasi Indonesia. Wajah cerah hak2 bangsa yang yang merdeka. Masa depannya orang susah yang terjajah.

  7. kentri on July 7th, 2009 4:11 pm

    mikir negara itu, yang pasti harus berfikir secara filosofis. Bukan macul langsung tancap

  8. Mang Jaga Suryadilaga on July 7th, 2009 4:45 pm

    Menurut saya mah , yang ngomongnya mabalelo, belat-belit jelas gak bisa mikir alias gk pantes jadi Capres. Terus yang janji lebih cepat lebih baik , itu omong kosong belaka. Dari dulu 32 tahun Orde Baru gak pernah ada jalan cepat terus baik . yang ada Repelita , Pembangunan bertahap. Masalah negara ini gak mungkin bisa diselesaikan dng cepat tapi baik. Yang ada harus bertahap penyelesaiannya. Jadi bagi saya untuk rencana kedepan yg lebih baik ya….. LANJUTKAN yang sedang berjalan sekarang . LANJUTKAN…LANJUTKAN …LANJUTKAN . Gak usah denger yg nyari masalah dari DPT, Jadwal Mundur … itu Pengecut.!!! . Lanjutkan biar bisa makan enaaaak

  9. Mang Jaga Suryadilaga on July 7th, 2009 4:53 pm

    Buat : KENTRI
    Anda jangan terbuai dng rayuan Bp. Prabowo. Ingatlah Peristiwa Mei ‘98 , Penculikan para aktivis, tolong tanyain sama beliau ….. sebatas mana dia bisa tanggung jawab kenapa saat itu dia gak ada tindakan untuk rakyat yg jadi korban penjarahan, kerusuhan, korban2 dari Non pribumi. Sekarang dia janji mau menghapuskan UU non Pri, UU Pendirian Tempat Ibadah. Sejarah tidak semudah untuk dilupakan begitu saja dng gelimang uang yang dia punya. Kami anak bangsa tidak akan pernah bisa dibeli dng uang . Ingat itu….. !!!!!

  10. kentri on July 8th, 2009 6:19 pm

    demokrasi itu ukurannya bukan menang kalah tapi… biarlah rakyat merdeka, bukan paksaan. Itu menurutku.SBY kek, Mega Kek, JK kek atau kkkek. Yang saya tahu disekitar masih belum merdeka. Disekitar kemerdekaan kita masih dikuasai oleh desakan.

  11. kentri on July 8th, 2009 10:46 pm

    ternyata ngak mahami…. semestinya… justru itu yang harus kita perjuangkan. Jangan ada penculikan, jangan ada penekanan, jangan ada korban yang sia-sia… nah kalau budaya itu tetap dipakai sama aja jahatnya.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) , Pilkada, Pemilukada Indonesia
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved