Kubu Mega Temukan 28 Juta Suara Tak Sah untuk SBY-Boediono
July 27, 2009 by pemiluindonesia.com

Megawati - Prabowo
Pasangan Megawati-Prabowo Subianto menemukan terjadi kecurangan di 25 provinsi dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden. Akibat kecurangan tersebut sedikitnya 28 juta suara diduga mengalir ke kubu Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.
“Terdapat 28 juta suara yang tidak sah yang mungkin lari ke pasangan ke SBY,” kata Anggota Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Mega-Prabowo, Arteria Dahlan, saat dihubungi Tempo, Minggu (26/07).
Perkiraan adanya 28 juta suara tak sah yang mengalir ke pasangan Yudhoyono-Boediono tersebut, kata Arteria, berasal dari sejumlah kecurangan selama proses pemilihan.
Bentuk kecurangan tersebut yaitu kesalahan penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum disetiap jenjang penghitungan. “Di situ ada penggelembungan suara SBY,” kata Arteria.
Selain itu, kecurangan lainnya adalah adanya tempat pemungutan suara fiktif atau tempat pemungutan suara yang jumlah pemilihanya melebihi batas yang ditetapkan undang-undang, adanya form C1 palsu, adanya surat suara yang sudah dicontreng, serta adanya pemilih yang mencontreng lebih dari satu kali.
Selain itu, Arteria melanjutkan, pihaknya juga menemukan adanya pelanggaran yang bersifat masif dan terstruktur yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum. Indikasinya, kata Arterian, Komisi tidak melakukan pemutakhiran daftar pemilih.
Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus nomor induk kependudukan (NIK) ganda, pemilih tak memiliki NIK, “Ada yang di DPT tidak terdaftar tapi undangannya keluar,” kata Arterian. Pihaknya juga mempermasalahkan pemangkasan 69,791 tempat pemungutan suara.
Dari 25 provinsi, kata Arterian, jumlah dugaan kecurangan dalam daftar pemilih tetap terbanyak ditemukan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Arterian mengaku pihaknya telah memiliki data dan bukti lengkap untuk dijadikan dasar gugatan ke Mahkamah Konstitusi.
Ketua Tim Hukum dan Advoksi Pasangan Mega-Prabowo, Gayus Lumbuun, mengatakan berbagai kecurangan tersebut membuat pihaknya dirugikan. Hasil rekapitulasi mandiri yang dilakukan timnya, kata Gayus, menunjukkan hasil perolehan suara Megawati-Prabowo sebanyak 38 persen.
Hitungan kubu Mega - Prabowo tersebut berbeda dengan hasil rekapitulasi akhir Komisi Pemiilhan Umum yang menyatakan perolehan final suara pasangan Mega-Prabowo sebesar 26,79 persen.
Gayus menduga selisih terjadi karena adanya kecurangan dalam proses pemilihan, termasuk penghitungan suara. “Pelangggaran ini menyebabkan jumlah suara berubah,” kata Gayus.
Tim hukum dan advokasi Megawati-Prabowo akan melaporkan dugaan terjadinya kecurangan dalam proses pemilihan presiden dan wakil presiden ke Mahkamah Konstitusi, Selasa pekan ini. “Sebelum jam 10 (pagi),” kata Gayus.
SUmber : DWI RIYANTO AGUSTIAR tempoiinteraktif













Ayo Pendukung Kebenaran Maju Terus Pantang Mundur
Bongkar Segala Kejurangan Dan Penipuan Yang Terjadi
MERDEKA…MERDEKA…..MERDEKA
KALAU MEMANG MENEMUKAN YA DILAPORKAN SAJA….KE YANG BERWENANG
JANGAN GEMBAR - GEMBOR KAYAK KERBAU KELAPARAN KEKUASAAN SAJA
KALAU KALAH YA SUDAHLAH LEGOWO…..
JANGAN CARI2 KESALAHAN……………………
RAKYAT AKAN SEMAKIN PINTER…………….
RAKYAT BENCI PADA ORANG YANG GEMBAR GEMBOR…..
RAKYAT BENCI ORANG YANG TONG KOSONG BERBUNYI NYARING
MAKANYA PADA PILPRES RAKYATLAH YANG MENANG…………………….
INTROPEKSI DIRI SAJALAH……………………………………………………………………
Rusuh bener nih banteng..sradak-sruduk. Buktikan aja, apa pun keputusan MK nanti harus terima yaa..janji yaa… jangan teriak2 MERDEKA2 doang!!
kok nuduh gitu sih??
tadi kan kata nya
“Terdapat 28 juta suara yang tidak sah yang mungkin lari ke pasangan ke SBY,” kata Anggota Tim Hukum dan Advokasi Pasangan Mega-Prabowo, Arteria Dahlan, saat dihubungi Tempo, Minggu (26/07).
knp baru mungkin udah di omongin???
klo baru mungkin langsung aja lapor k MK, gag usah di omongin di publik
KLO DI ISLAM SIH SAYA DI AJARINNYA SEBELUM ADA BUKTI KITA GAG PERLU GEMBAR-GEMBOR!!!!!BIAR DI BUKTIIN DULU
awas ngebalik……
Di dunia ini tidak akan pernah yang ada sempurna ataupun adil seratus prosen. Saya berani taruhan dan bersumpah atas nama ayah (red. Soekarno) bagaimana pun caranya kakak saya (red. mbak Mega) menyelenggarakan kegiatan PIPRES pasti tidak jujur, adil, dan bersih..!!! Biasalah sikap soerang wanita selalu mengutamakan PERASAAN dari pada LOGIKA. Saya pribadi juga sudah berkali-kali ingatkan kakak saya (mbak Mega) tapi iya apa mau dikata. Anda semua pasti tahu bagaimana sikap watak Bung Karno yang tegas, logis, dan prinsipill.. Nah skrg klo mbak Mega lebih dari pada itu keras, sensitif, dan plintat-plintut..!!! Hhehehe…
Klo skrg mbak Mega kalah dalam PILPRES 2009 ini, sebenarnya tdk ada PLIPRES juga mbak Mega itu jauh-jauh sudah kalah suara telak. Kakak saya (red. mbak Mega) itu orangnya sombong, & sok !!! Mbak Mega itu sangat yakin dan pede berat klo pada mbak Mega itu telah menitis wangsit dari alm ayah (red. Soekarno) bahwa mbak Mega itu sama dengan sang Ayahnya (red. Alm. Soekarno). Dus, mbak Mega sangat-sangat tidak percaya bahwa dia telah kalah suara telak dalam PILPRES 2009 ini.
Mungkin mbak Mega masih tidur dan bermimpi… tp biarlah, biarlah rakyat Indonesia yang menilai pola tingkah, sikap, dan perilaku mbak Mega..
selisih 28 juta suara?itu sama jumlah penduduk australia banyak mana yoo?apabener?kalo bener, wah..
pemilu kok pilu yoo?
Itu namanya itungan otak atik klop tho.
Saksi-saksinya saja pada mau lari sebelum perhitungan suaranya selesai dan surat kuasanya mau diambil kembali dari tim KPPS dan untungnya KPPSnya tau disuruh mengembalikan suratnya dan sisuruh balik untuk mengikuti perhitungan sampai selesai, agar dikira ngak datang. (itu baru contoh kecil yang dilakukan saksi2nya disuatu TPS dibilang Tangerang
Siapapu yang Kalah Dan Menang Dalam PILRES itu biasa Tapi Kalau Menang Dengan Cara Yang Curang / Manipulasi Itu Luar Biasa. Hal Ini Emang Sudah Terlihat Dari Indikasi Awalnya Melalui DPT Dan Terus, Dan Terus Lagiiii……..
Kalau Kemenangan Dengan Menghalalkan Segala Cara Bagai mana Nanti Bangsa Ini Dipimpin Dengan Orang Seperti Itu. Ya Wajar-Wajar Aja Selama Dipimpin Bencana Datang Silih Berganti Karen Ada Itikat Tidak baik diawalnya. Maju Terus Mega Pro Perjuangan Belum Berakhir , Merdeka….3X
Rakyat Butuh Pemimpin Yang Dapat Dipercaya Bukan Untuk Nistapaaa..
Apa pun indikasi kecurang gan harus Diberantas Dari muka Bumi Indonesia Sama Dengan Memberantas Korupsi Dan Teroris.
Mengutip petuah si JUN. F. EDY, mantan presiden negara antah berantah:
“JANGAN KAU TANYAKAN APA YANG BISA KAU BERIKAN PADA NEGARA, TAPI TANYAKAN APA YANG BISA NEGARA BERIKAN KEPADAMU”