Kubu JK-Win Khawatir Masyarakat Tak Tahu Bahaya Neolib
May 30, 2009 by pemiluindonesia.com

Yuddy Chrisnandi
Meski sebelumnya sempat mengaku enggan berkomentar soal neoliberalisme, Juru Bicara JK-Win, Yuddy Chrisnandi, khawatir masyarakat Indonesia belum mengetahui bahaya neoliberalisme yang sesungguhnya.
“Sekarang masyarakat belum tahu neoliberal bahayanya gimana. Itu cuma mengutamakan keuntungan produksi dan cenderung berkompromi dengan pemilik modal,” tutur Yuddy seusai deklarasi Relawan Gotong Royong pendukung JK di Jakarta, Rabu (27/5).
Implikasinya, tentu saja kesenjangan ekonomi antara kaum pemilik modal dan masyarakat miskin makin tinggi. Kemiskinan akan semakin merajalela. Oleh karena itulah, ujar Yuddy, pasangan JK dan Wiranto memperjuangkan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan pada kemandirian.
Namun, Yuddy mengatakan, jika ada pasangan calon yang jelas-jelas menjadi penganutnya, tim sukses JK-Win tak akan ikut-ikutan menuding.
“Biar masyarakat yang memberi penilaian, tapi kami tidak akan memberikan penilaian yang mendiskreditkan,” tandas Yuddy.
Sumber : indonesiamemilih












Kepada Bapak/Ibu/Sdr.i. pendukung Bapak Megawati-Prabowo,
Jangan terjerumus dalam konflik/menjelekkan A atau B. silahkan bapak dan ibu datang/menghubungi Pusat informasi GEBRAKAN (Gerakan Bangkit Rakyat Nusantara)di Ruko Salemba Mas Jalan Salemba Raya No. 34-36. Jakarta Pusat. Di Sekretariat GEBRAKAN Bapak/Ibu/Sdr.i bisa mendapatkan informasi yang bapak/ibu/sdr.i inginkan. atau bisa menghubungi humas Gebrakan telp. 021 3212 9226. Gebrakan adalah pusat informasi dan dukungan relawan yang pro pada Mega-Prabowo.
Mari bersama kita berjuang bersama untuk menghantarkan beliau menuju kursi RI satu dan RI dua. demi terwujudnya program ekonomi pro rakyat yang kita dambakan . Amin.
Maaf bertanya, apakah kasus nem buat e-mail di Tanggerang itu bisa jadi contoh beolib?
dagangan kampanye nya cuman itu itu doang .. masyarakat gak ada yg mau beli.. he.he.he. rakyat dah ngerti cuman pingin jadi presiden TITIK !
dagangan kampanye nya cuman itu itu doang .. masyarakat gak ada yg mau beli.. he.he.he. rakyat dah ngerti tujuan utama cuman pingin jadi presiden TITIK !