Kalla Serang Yudhoyono Soal Komentar Rasis
July 3, 2009 by pemiluindonesia.com

SBY - JK
Jusuf Kalla memanfaatkan kesempatan untuk mengkritik kubu Yudhoyono soal komentar kontroversial juru bicara kepresidenan Andy Malarangeng ketika debat memasuki wilayah keragaman. Kalla mengatakan siapapun warga Indonesia layak memimpin Indonesia dan komentar yag mengatakan bahwa satu suku tidk layak memimpin adalah komentar rasialis.
Yudhoyono tidak menyerang balik Kalla dan langsung mengatakan ia setuju dengan ucapan Kalla. SBY menghindari debat dengan mengatakan tidak boleh ada undang-undang yang mengandung unsur diskriminasi dan bila ada harus dibatalkan. Soal agama SBY mengatakan perbedaan yang muncul belakangan ini adalah wujud dari tidak tersentralisasinya kebijakan soal agama. SBY mengindikasikan bahwa peraturan soal agama perlu kembali dipusatkan.
Soal perbedaan budaya, Kalla memberi usul untuk memperluas sosialisasi antar budaya di Indonesia bahwa nantinya setiap pegawai negeri sipil pada golongan empat akan ditempatkan berpindah-pindah di seluruh wilayah Indonesia.
Sumber : RONALD tempointeraktif













sepertinya kubu SBY semakin brutal, menghalalkan segala cara demi mempertahankan posisi empuk yang mereka nikmati sekarang, sampai tega merendahkan sukunya sendiri.
Saya setuju dgn pak SBY (walaupun saya bkn pendukung beliau), jangan sampai nantinya agama menjadi alat pemecah belah bangsa Indonesia. Sampai saat ini pernyataan ttg toleransi beragama baru terdengar dari tim MEGA-PRO dan SBY-Boediono, sedangkan tim JK-WIN belum terdengar komentarnya, bahkan kader dari HANURA (yg juga tim sukses JK-WIN) justru menyebar fitnah dan issue agama agar tdk memilih Capres dan Cawapres lainnya. Saya sangat sesalkan sikap dari pak JK dan Wiranto beserta tim suksesnya.
Liat konteksnya dong, Andi kan bilang belum saatnya orang Makassar sekarang, ya karena ini masih saatnya untuk SBY, eh diplintir jadi rasis…. bisaaaa ja nyari perkara,,,, dasar udah kebakaran jenggot karena mau kalah…..
Sepertinya PELINTIRAN menjadi satu menu yang diminati tim JK-WIN. Sudah dijelaskan oleh Bung Anas Urbaningrum di tvOne tadi malam bahwa yg dimaksud Malarangeng adalah bahwa orang Sulsel belum saatnya (bukan tidak layak), dan ini sangat wajar secara dia adalah jurkam SBY. Masak begitu tersinggung. Jadi kalo sampe terjadi demo dll mungkin karena ada provokasi atau pelintiran yang menjadikan massa terhasut. Pleaseee…. Cobalah memahami pendapat orang pada konteksnya, sebagaimana kita pun ingin agar orang memahami pendapat kita pada konteks yang kita maksud.
ya jelas itu rasis merendahkan suku lain (jangan berlaga bego ah)…siapapun pantas menjadi pemimpin negara ini termasuk mega, sby dan jk….tim sby sudah keblinger, mabuk kekuasaan…iya toh?
Tole dengan komentar lebih dewasa dan rasional dan tidak ada nada emosional, salam kenal buat tole.
Salam kenal juga utk saudara Sakti Indra.. Yang saya sampaikan adlh keinginan setiap umat beragama di Indonesia yg benar-benar memahami ajaran agama secara benar dan baik sehingga bisa hidup saling berdampingan, tolong menolong utk memajukan dan mensejahterakan kehidupan berbangsa dan bertanah air. Jangan sampai gara-gara agama,suku, golongan atau etnis kita saling menindas dan menjajah kebebasan sesama saudara sebangsa dan setanah air, sehingga menghancurkan negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai. Pilihlah Pemimpin yang menghargai keberagaman, agama, suku, golongan dan etnis tanpa mengkategorikan mayoritas dan minoritas, karena itulah yang dicita-citakan para pendiri bangsa dan negara ini.
Saran pada tim sukses manapun janganlah mulai membuka/memulai dengan mengkotak kotakkan masyarakat Indonesia berdasarkan darah asal usul suku.
Saya sendiri sudah campur Jailolo (MALUT) dan Bugis Bone (SULSEL), generasi dibawah saya sudah ditambah dgn Jawa Timur dan Sumedang.
Sangat aneh dan membingungkan bagi generasi yang sudah campur 4 suku mendengar pengkotakan berdasarkan suku.
Siapa pun dari tim sukses manapun yang merasa sudah memulai berkampanye dgn membawa bawa asal usul/suku jelas SALAH.
gua sudah terbius sama pesona sby. Orang yang sudah terpesona tidak akan dapat berpikir normal ( alias abnormal ) karena hanya perasaan yang dominan. jadi yang bego kaya gua yang sudah sudah sama2 terpesona sama sby.
Betul itu, tidak salah kalau ingin memimpin Indonesia, peka terhadap rakyatnya. dari ujung timur samapi barat, dari utara ke selatan. Nasionalisme itu tidak cukup dinyanyikan saja pak SBY, sayang tim kampanyenya justeru sebaliknya kebanyakan justeru mengarah sara.
yusuf kalla bukan yusuf menang… jadi siap2 kalah…
Tadinya saya terpesona dengan SBY, tapi sekarang setelah melihat cara menarik simpatik masyarakat kok agak kasar, dan LSI sebagai alat untuk mencarik simpatik. Sekarang baru terbuka pikiranku, untuk tidak lagi mendukungmu SBY selamat berpisah …..
Kalau utuh melihat konteksnya, maka komentar negatif terhadap pernyataan AM, itu adalah salah paham. Tapi kalau memang di sengaja begitu — misal dengan menganggap rasialis, merendahkan suku lain, dsb, ini jelas tujuannya tidak baik. Biasanya demikian itu ulahnya provokator. Jawaban SBY yang langsung menyetujui ucapan JK adalah tepat. Guna meredam akibat yang mungkin timbul. Saya percaya, Garuda Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika nya, tetap tangguh menghadapi ancaman.
Di indonesia belum saatnya lebih cepat lebih baik…masih butuh bertahun-tahun untuk memperbaikinya,yang ada sekarang yang sudah baik perlu di lanjutkan kembali.Siapapun yang jadi presiden harus bisa mendengarkan aspirasi dari rakyat.Jangan mengumbar pemberian dana pinjaman atau apapun bentuknya atau kontarak politik segalanya ,yang penting buktikan kepada rakyat….mudah-mudahan pemilu presiden lancar…amin
JK WIN ..is the best dech..
Dari Tim Suksek yang pintar…kreatif dan bagus……..serta jauh dari kemunafikan
Apalagi Capresnya………
SALUT buat JK…. bagaimanapun hasilnya….jika Engkau Terpilih diPILPRES ini..berjuanglah untuk bangsa..karena kita butuh orang yang cepat , tepat dan briliant seperti anda
Jika Engkau belum terpilih……. kau tetap terhormat dimata Indonesia..
berikthiarlah sesuai yang kau cita-citakan
Dia, tidak peduli dengan hadiah nobel, dan penghargaan lain…..kalau hanya untuk sekedar dipuji…, Dia selalu terus bekerja dan berkarya untuk mendapat nilai tambah dan hasilnya dirasakan masyarakatnya, sudah teruji seiring perjalanan hidupnya, kalau mau berbuat banyak dalam kebaikan justeru harus kaya ( kaya ilmu, kaya hati, kaya pengalaman, dan kaya harta) . Tim Sukses selayaknya jangan bicara “belum saatnya” atau “ada saatnya nanti suku anu” untuk memimpin dalam kampanye PILPRES…………Kalau menang, tim yang akan jadi pejabat tinggi negara itu akan gampang berkata ” belum saatnya ” atau “ada waktunya nanti ” untuk daerah yang mengajukan alokasi dana program pembangunan daerah yang memang sudah tertinggal……………….karena dianggap belum mampu / pantas untuk maju………….buka hati biar peka …………………………..
Jangan mempolitisasi kalimat, yg melarang suatu suku untuk jd presiden siapa?. Saya baca ‘tidak ada’ tuh, cuma memang bukan saatnya mnjd presiden, bukan ndak boleh, krn realitanya SBY lah yg tetap akan meLANJUTKAN. Jd JK dkk & dll jgn ‘memlintir’ ucapan orang, justru menunjukkan tdk ‘bijak’ & memprovokasi untuk mnjdi SARA. Sdangkan buat Andi M, jgn terlalu bersemangat hingga mjd sasaran tembak, hati-hatilah bicara yg bs menyinggung SARA.
gua sudah terbius sama pesona sby. Orang yang sudah terpesona tidak akan dapat berpikir normal ( alias abnormal ) karena hanya perasaan yang dominan. jadi yang bego kaya gua yang sudah sama2 terpesona sama sby.
untuk sdr. Andri
Wah….., anda rupanya sudah buta dan tidak mengenal politik lagi nich.., tujuan kita ikut Pesta Demokrasi adalah untuk menentukan nasib bangsa Indonesia kedepan bukan hanya sekedar pesona seorang CAPRES yang ganteng aja om. ingatlah wahai anak bangsa
waduh yang menghalalkan cara itu adalah pemimpin yang gagal…pemimpin yang rasis jangan dipilih…beberapa tahun yang lalu aja pak JK gak minta maaf kepada kaum tionghoa atas pernyataan yang diskriminasi dan rasis…dan menyinggung perasaan kaum tionghoa ..ampe darah daging.kalo mau jadi pemimpin jangan rasis donk pak JK.
hahahahah…awan yang kayak lafadz ALLAH di makassar geli saya…tiap hari dirumah saya lewat tuch lafadz..hahaha…aneh2 dunia.
sampai last minutes gini ak belum tau mau nyontreng siapa…karena masih bingung….mudah2an malam ini ada petunjuk ya…bla tidak ya maybe golput aja
Tidak ada yang mempolitisasi kalimat, Tim sukses sby aja yang kebablasan……..