Ada Elite Golkar Tak Dukung Jusuf Kalla

March 6, 2009 by pemiluindonesia.com 

Zainal Bintang

Zainal Bintang

Salah satu fungsionaris DPP Partai Golkar, Zainal Bintang, di Jakarta, Senin, menduga, ada sementara kalangan di lingkup elite Partai Golkar yang tidak mendukung Jusuf Kalla dalam proses pencalonan dirinya sebagai Presiden RI pada Pilpres 2009 ini.

Jika ini terjadi berlanjut (tidak mendukung), Partai Golkar akan pecah,” kata pendiri forum `JK for President` ini kepada ANTARA.

Zainal Bintang yang juga salah satu Ketua Departemen di DPP Partai Golkar (PG) ini mengungkapkan, dukungan di daerah-daerah terhadap Jusuf Kalla kini semakin besar.

“Dalam deklarasi “JK for President” di Makassar, hari Minggu (1/3) lalu, diawali oleh rapat akbar yang dihadiri sekitar 5.000 kader PG se-Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Mereka menyatakan kebulatan tekad mendukung `JK for President`,” ujarnya.

Karena itu, ia mengharapkan atensi serius para elite tertentu yang belum mau bergabung dalam forum tersebut bagi kepentingan partai, terlebih bangsa dan rakyat keseluruhannya.

“Ingat, Ketua Umum DPP PG Jusuf Kalla sendiri yang telah menyatakan siap maju jadi Calon Presiden (Capres) PG, sesuai amanat kader-kader PG di seluruh Indonesia,” katanya.

Karena itu, menurut dia, seharusnya seluruh kader, termasuk para elite itu, segera menyatukan tekad dan sikap mendukung Ketua Umum DPP PG tersebut.

“Jika tidak, maka PG akan mengalami perpecahan dan itu bakal merugikan partai pada Pemilu Legislatif (Pileg) maupun Pemilu Presiden (Pilpres) nanti. Ayo, mari buang jauh-jauh ego pribadi, dilebur menjadi tekad institusi demi rakyat bangsa ini,” ujar Zainal Bintang. (*)

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

6 Responses to “Ada Elite Golkar Tak Dukung Jusuf Kalla”

  1. satochid sosrodiredjo on March 6th, 2009 10:59 am

    Saran saya cepatlah melakukan konvensi, agar semua elit di Golkar pada tenang dan adanya rasa keadilan di tubuh partai.
    Bagi para pimpinan Golkar semoga buka lebar2 hati -nurani masing2 dengan bebas tanpa pengaruh apa2 dari luar dan rasa aku yang paling ………..
    .Siapa sih yang pantas jadi pimpinan untuk mewakili Golkar di pemilu 2009?

    Masalah lain
    Sebaiknya pula lepaskan kejengkelan terhadap Mubarok saya yakin ybs tidak dengan sengaja. Golkar aja ada rapat bersama dengan partai lainnya di Medan dan di Palembang yang setidaknya (menurut arah pikiran saya) juga memojokkan Demokrat. jadi sudahlah kita buka lembaran baru dan berjuang bersama lagi demi bangsa ya Pak kalla dan para pimpinan lainnya? wassalam terima kasih salam hormat saya.

  2. wira on March 18th, 2009 3:20 pm

    itu artinya masih ada elit partai golkar yang bisa berpikiran jernih
    ngapain dukung org yg peluangnya kecil? buang-buang energi

  3. bunga_septia on May 18th, 2009 3:57 pm

    JK - Win : pasangan pelacur Golkar dan pengkhianat Golkar. Kok gak malu ya, dulu menjatuhkan Wiranto, wiranto keluar dan bikin Hanura, Golkar turun suaranya , JK sibuk ke Demokrat, tidak dapat demokrat, Wiranto pun jadi lah. Pak JK, apa bapak tdk punya perasaan sahabayt bapak di Golkar yang bapak jatuhkan kini malah jadi cawapres bapak?Sama satu keluarga Golkar saja sudah berani main belakang, dijilat lagi, apalagi buat rakyat?Non sense

  4. tsubowo on May 18th, 2009 5:52 pm

    JK mimpin parte ada udah egois dan nggak mau mengakomodir suare kader, apalagi bila kepilih mimpin negare, mana mungkin mau dengerin suare penderitaan rakyat, apalagi mau perhatiin (contoh kasus lapindo milik elite golkar). Jiwa konglomerat memang spt lintah darat, menghisap sampai darah penghabisan !.

  5. beringin on May 20th, 2009 3:07 pm

    Pak JK jangan takut maju terus yang dilawan kan cuma Suka Bermain Yoyo (SBY)
    rakyatpun tahu kerjanya lamban /ragu-ragu. pemerintah kemarin 70 % hasil kerja pak JK.
    pak SBY kaya main sinetron aja ngurusi negara, bergaya dalam bicara pencitraan

  6. bunga_septia on May 20th, 2009 4:40 pm

    Konglomerat tetaplah konglomerat. MAna ada istilah rugi di kamus konglomerat.Bagaimana caranya bisa untung walau menginjak kawan satu atap.Kalo memang JK dapat dukungan kenapa suara Golkar dari 24% di 2004 kok menukik ke bawah ke 14%?Ya karena itu tadi , kader Golkar sudah idak mau loyal lagi pada Golkar karena kepemimipinan JK yang amburadul.Lha mimpin Golkar aja kacau balau kok mau mimpin negara?Dah gitu gembar-gembor seolah dia saja yang paling berjasa buat negara ini.Sadar pak JK.

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) , Pilkada, Pemilukada Indonesia
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved