Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan


Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Ketua Umum : Megawati Soekarnoputri
Sekretaris Jendral : Pramono Anung

Kantor DPP
Alamat : Jl. Lenteng Agung No.99
Jakarta Selatan
Telp     : 021- 7806028
Fax      : 021- 7814472

Nomor Urut Partai Peserta Pemilu 2009 : 28

Website : http://www.pdi-perjuangan.or.id/

Visi
BAHWA sesungguhnya cita-cita luhur untuk membangun dan mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu, demokratis, adil dan makmur serta beradab dan berketuhanan  sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945 adalah merupakan cita-cita bersama dari seluruh rakyat Indonesia

Perwujudan cita-cita bersama tersebut menuntut keterlibatan semua kekuatan bangsa, baik secara individual maupun secara kolektif, sekaligus merupakan hak dan tanggung jawab seluruh rakyat. PDI Perjuangan sebagai wadah dan alat perjuangan serta kekuatan politik rakyat berasaskan Pancasila sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sesuai jiwa dan semangat lahirnya pada 1 Juni 1945.

Di dalam perwujudannya, PDI Perjuangan mempunyai jati diri kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan sosial dengan watak demokratis, merdeka, pantang menyerah, dan terbuka yang seluruhnya merupakan modal perjuangan untuk membangun bangsa dan karakter bangsa serta menggerakkan kekuatan dan memperjuangan aspirasi rakyat menjadi kebijakan negara.

Untuk itu PDI Perjuangan mempunyai tugas mempertahankan dan mewujudkan cita-cita Negara Proklamasi 17 Agustus 1945, melaksanakan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta mempersiapkan kader Bangsa.

Oleh karena itu, melalui kekuatan dan kekuasaan politik yang senantiasa akan diperjuangkan, PDI Perjuangan bertekad untuk mewujudkan kehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejarah

PDI Perjuangan dideklarasikan pada tanggal 14 Februari 1999 di Istoran Senayan Jakarta. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996, dimana kantor DPP PDI diserbu oleh ratusan orang berkaos merah yang bermaksud mengambil alih kantor DPP PDI. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Peristiwa “Sabtu Kelabu 27 Juli” yang banyak menelan korban jiwa.

Hasil dari peristiwa ini adalah tampilnya Megawati Soekarnoputri di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia dan anggota Komisi I DPR, namun setelah peristiwa inilah, namanya dikenal diseluruh Indonesia.

Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDIP didirikan. Pemilu tahun 1999 membawa berkah bagi PDI Perjuangan, dukungan yang begitu besarnya dari masyarakat menjadikan PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu dan berhasil menempatkan wakilnya di DPR sebanyak 153 orang. Dalam perjalanannya kemudian, Megawati terpilih sebagai Wakil Presiden mendampingi KH Abdurahman Wahid yang terpilih didalam Sidang Paripurna MPR sebagai Presiden Republik Indonesia Ke – 4.

Untuk pertama kalinya setelah berganti nama dari PDI menjadi PDI Perjuangan, pengurus DPP PDI Perjuangan memutuskan melaksanakan Kongres I PDI Perjuangan meskipun masa bakti kepengurusan DPP sebelumnya baru selesai tahun 2003. Salah satu alasan diselenggarakannya Kongres ini adalah untuk memantapkan konsolidasi organisasi Pasca terpilihnya Megawati sebagai Wakil Presiden RI. Kongres I PDI Perjuangan diselenggarakan pada tanggal 27 Maret – 1 April 2000 di Hotel Patra Jasa Semarang-Jawa Tengah.

Kongres I PDI Perjuangan akhirnya menetapkan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan periode 2000-2005 secara aklamasi tanpa pemilihan karena 241 dari 243 DPC mengusulkan nama Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.

Setelah Kongres I PDI Perjuangan tahun 2000, pada tahun 2001 Megawati diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Ke – 5 menggantikan KH Abdurahman Wahid yang diturunkan dalam Sidang Istimewa MPR-RI. Diangkatnya Megawati Soekarnoputri sebagai Presiden RI ke – 5 membawa perubahan pada sikap politik PDI Perjuangan dan cap sebagai partai penguasa melekat di PDI Perjuangan.

41 Responses to Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

  1. Pingback: Pemilihan Umum Indonesia 1999 - Pemilihan Umum Indonesia

  2. hanif arya October 19, 2008 at 3:34 pm

    Kunjungi kami di http://www.pdiperjuangan-jatim.org

  3. Agus Tatang January 21, 2009 at 6:29 pm

    Smoga PDI Perjuangan berjaya kembali untuk menunjukan kemampuannya di PEMILU 2009

  4. eko witjaksono January 22, 2009 at 10:22 pm

    Peningkatan kualitas pemilu didasari kesamaan cita bahwa pendewasaan demokrasi bangsa Indonesia dimulai dari diri sendiri untuk tidak apatis kepada partai politik.
    Ingat bahwa dalam UUD 45 termaktub, peserta Pemilihan Umum adalah Partai politik. Jelas bahwa bila menginginkan suatu penyempurnaan tatanan kenegaraan bisa dilangsungkan melalui partai politik.
    Hilangkan liberalisasi yg mengedepankan peran Individu.

  5. m.hasan bisri February 5, 2009 at 7:57 am

    peningkatan kwalitas pemilu didasari kesamaan cita bahwa demokrasi bangsa
    indonesia harus di mulai dari diri kita sendiri dan tidak untuk apatis kepada partai politik.

  6. Pingback: Bukan PDIP di Balik Iklan Misterius - Pemilu Indonesia 2009

  7. Domo Prasojo, S.Si March 2, 2009 at 1:50 am

    saya melihat ada kesadaran pemahaman yang baru ditingkat akar rumput tentang semangat nasionalisme yang bermakna tuntutan untuk menyelamatkan kau tani, kaum buruh, dan kaum melarat. ini mengarah pada peningkatan suara yang signifikan untuk kemenangan PDI Perjuangan dalam pemilu th 2009

  8. djoko santoso March 19, 2009 at 11:44 am

    kapan kampanye PDI PERJUANGAN dimulainya???
    slnya saya ingin mengikuti kampanye,tapi saya bingung harus daftar kemana???
    saya daerah surabaya,kecamatan simo mulyo…
    saya akan dukung terus PDI PERJUANGAN selamanya…..karena saya mengidolakan sama bapak proklamasi SOEKARNO…..
    trima kasih atas infonya.

  9. Satochid March 20, 2009 at 7:44 am

    kalau idola anda Sukarno disini salah alamat Partai Bung karno adalah PNI Marhaen

  10. hamba Allah March 28, 2009 at 8:47 am

    ketua umum PDIP abadi takan tergantikan, berikan peluang bagi yang muda agar menjadi pemimpin bangsa ini.

  11. wawan March 31, 2009 at 11:10 am

    maju terus ibu megawati soekarno putri sudah terbukti memihak kepada wong cilik,waktu zamannya beliau memerintah daya beli di masyarakat meningkat tapi sekarang semuanya serba mahal dan uang yang beredar di masyarakat sekarang sedikit dan anehnya lagi pemerintah sekarang mengklaim bawah kas negara mempunyai uang ratusan triliun tapi kenapa puluhan orang meninggal dunia sewaktu menerima zakat di pasuruan hanya untuk mendapatkan uang 20 ribu rupiah, dimana hati nuranimu sby? jauh lebih baik ibu pertiwi yang memerintah, karena sudah terbukti dari dalam diri seorang ibu memiliki hati yang lembut, panjang sabar dan bijaksaan yang tidak mungkin di miliki seorang ayah,ayo bersama kita rebut kembali.bravo

  12. Banteng Muda April 4, 2009 at 10:30 am

    Bravo PDIP,,,,Bravo Nmr 28,,,,
    Kalau ingin Indonesia lebih baik dan lebih dihargai oleh negara lain,,maka pilihan yg tepat adalah “CONTRENG NOMOR 28 PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN”

    Saya ada saran untuk Pengurus dan Team Sukses PDIP,,
    Hati2 terhadap DPT,,jgn sampai banyak simpatisan PDIP yg kehilangan hak suaranya alias Tidak Terdaftar Sebagai Pemilih. Dari pengalaman saya waktu pemilihan Walikota Bekasi masih banyak simpatisan yg tidak dapat Surat Suara,,
    Tolong diperhatikan ya,,jangan sampai “kecolongan”

    Hidup Bu Mega,,,Kaulah Ibu Negaraku,,,

  13. andreas hs April 4, 2009 at 11:02 am

    aku tetap pilih PDIP…..apapun yang terjadi………. HIDUP IBU MEGA …..selama darah masih merah aku tetap pengikut PDIP…..

  14. keyza April 9, 2009 at 4:06 pm

    saya tidak mau di pimpin oleh wanita

  15. anom junaidi April 10, 2009 at 11:58 am

    sampai kapanpun hati ini tetap pada PDIP,krn bagi saya PDIPadalah segala galanya.

  16. Peter Sunhanjaya April 10, 2009 at 11:27 pm

    Di TPS-13 Kebon Baru Jakarta, saya temukan bayak permasalahan, khususnya soal DPT. Mertua saya boleh dikatakan sesepuh karena sudah tinggal disitu selama 32 tahunan, apalagi bapak mertua yang pernah menjadi ketua RT disitu selama 15 tahunan ber-turut2.

    Anehnya, dalam keluarga saya, yang terdaftar di DPT hanyalah saya, istri saya, bapak mertua dan kakak Ipar laki, sedangkan ibu mertua, istri dari kakak ipar laki, kakak ipar perempuan dan suaminya tidak terdaftar di DPT.

    Ibu mertua saya datang ke TPS tersebut bersama kami (saya & istri saya) untuk menuntut haknya, ternyata di TPS itu sudah sekian banyak keluarga yang sedang juga menuntuk hak mereka untuk memilih wakil rakyat. Kericuhan terjadi di TPS itu sampai waktunya TPS ditutup (jam 12.00).

    KPU hanya bisa menekankan bahwa hanya mereka yang terdaftar di DPT yang diperbolehkan memilih. Para saksi yang duduk manis di situ, tanpa punya kertas tulis dan alat tulis, tidak berbuat apa2, hanya bisa diam saja. Untuk apa ada saksi? Ketua RT dan saptam dimarahin oleh warga di situ karena tidak bisa ber-buat apa2. Sayangnya, kericuan tersebut tidak bisa diexpose karena yang ada di TPS itu hanya KPU, saksi, ketua RT, sapam dan warga setempat.

    Anehnya, di meja KPU masih terdapat banyak sekali surat suara. Pertanyaannya, untuk siapakah surat suara itu?

    Kalau toh sisa surat suara itu karena golput, tidaklah mungkin karena yang saya ketahui, hanya ada beberapa suami atau istri yang karena gara2 istrinya atau suaminya tidak terdaftar di DPT maka mereka melilih golput.

    Bisa jadi sisa surat suara yang masih banyak itu adalah untuk DPT siluman?

    Bagi saya DPT itu adalah input. Kalau input itu sampah, kok mau diproses perhitungannya. Bukankah kita tahu bahwa jika input sampah maka apapun prosesnya, tetap akan menghasilkan sampah juga.

    Sebagai tambahan, TPS-12 yang ada diruang sekolah sebelahnya, juga terdapat banyak persoalan serupa dengan TPS-13.

    Saya bingung, kok semua TV dan Orang pintar andalkan Quick Count, yang tentunya pasti sampah?

    Perkiraan saya dari hasil pantauan di TPS-13 & TPS-12 Kebon Baru Jakarta itu ada sekitar 50%-60% DPT yang sah dan 50%-40% DPT yang tidak bertuan atau Fiktif.

    Thanks

    Peter Sunhanjaya

  17. orang indonesia juga.. April 12, 2009 at 7:04 am

    good luck jadi oposisi… tapi yang santun ya.. ini indonesia masyarakatnya lagi terpuruk oleh kemiskinan yang mengakar akibat korupsi.. kronis.. jadi kalau jadi oposisi yang elegan, rasional, dan taktis.. dalam artian setiap kritikan harus benar2 membangun mental, spiritual, strutural ekonomi poleksosbudnya.. jgn ke pribadi pemimpin pemerintahnya.. siapapun itu… jangan tebar permusuhan, fitnah, kedengkian dsb.. oposisi sangat bagus.. apalagi kita baru belajar berdemokrasi.. selamat bekerja.. siapapun anda , saya dan lainnya.. kita sama2 anak bangsa.. JAYALAH INDONESIA NEGERI RATNA MUTU MANIKAM..

  18. Andy .TH April 12, 2009 at 5:04 pm

    Ngawur kabehhhh

  19. Ridwan April 25, 2009 at 10:37 pm

    Megawati, Prabowo dan Wiranto Protes dengan Kekalahan hasil Pemilu Caleg. Becerminlah diri, bahwa kalian memang sudah tidak layak untuk memimpin Negeri ini. kini Rakyat sudah sadar dan Pintar. siapa kalian. kalian boleh bermimpi untuk kedua kalinya Menang, kami tidak akan peduli dan Haram suara kami berikan untuk anda bertiga.

  20. frangki marbun April 27, 2009 at 8:18 pm

    sebaiknya ibu megawati merelakan bpk.sri sultan & bpk.prabowo jadi capres/cawapres dari partai PDI-Perjuangan untuk merobohkan kesombongan dan ke angkuhan demokarat.SBY ! NO ! MEGA! YES.

  21. frangki marbun April 27, 2009 at 8:33 pm

    Walaupun kamu ( PDI-P ) banyak ditingalkan pendukungmu ! yang penting PDI-Perjuangan terusss berjuang.

  22. ira April 28, 2009 at 12:29 pm

    @franki
    “sebaiknya ibu megawati merelakan bpk.sri sultan & bpk.prabowo jadi capres/cawapres dari partai PDI-Perjuangan untuk merobohkan kesombongan dan ke angkuhan demokarat.SBY ! NO ! MEGA! YES”

    –>Itulah salah satu alasan kenapa PDI-P kalah dan ditinggalkan oleh pendukungnya, yaitu Megawati yang ngotot maju presiden. Justru kesombongan dan keangkuhan Megawati yang membesarkan SBY. Jangankan menyerahkan tahtanya kepada sri sultan yang anggota Golkar, untuk menyerahkan tahtanya kepada kader PDIP saja dia tidak mau.
    —> Gejalanya megawati mau membuat PDIP sebagai partai kerajaan, dimana tahtanya akan diteruskan oleh anaknya yaitu si Puan. Jika itu benar maka slogan PDIP ” Partainya wong cilik” nantinya akan benar-benar menjadi “Partai Cilik”.

  23. bunga_septia April 28, 2009 at 12:48 pm

    Wah ini lagi ada orang batak asal cuap.Habis minum tuak lae?dah sadar belum?kalo belom sadar jangan asbun di forum ini.Yang sombong apakah bukan si Kebo Item dan kacung2nya itu?Dah BLT dihujat habis2 an yang akhirnya dijilat lagi icapannya (kaya anjing) . Lah kok pimpinan kaya begitu , dah suaranya cuman 14% petentengan mau boikot pemilu, lha apa pimpinan kaya gitu itu? Moncong Putih bubarkan aja, dari dulu gak pernah becus ikut politik.

  24. tsubowo April 28, 2009 at 1:35 pm

    Presiden adalah simbol pemimpin dan pelindung suatu bangsa di dunia manapun, dimana hrs dijaga keselamatannya. Di Indonesia ada dua wakil yg menikam presidennya dr belakang hanya utk memenuhi ambisi pribadinya, yg pertama adalah bj habibi, dan kedua megawati. Ini mungkin karma dr nenek moyang kita si ken arok, dan akan dilanjutkan oleh prabowo, mudah-mudahan cuman mitos ya!.

  25. frangky marbun April 28, 2009 at 8:43 pm

    hei..! dedaunan kok bisa ngomong nyerocos juga ya! non indonesia ini bukan hanya milik ente aje tau ! batak itu juga bagian dari indonesia non,COBA LIHAT PETA ! NUSANTARA ! Dimana itu sumatra utara.

  26. PUTRA May 2, 2009 at 5:58 pm

    ??????????????????????????????? pusig dech

  27. JOHN NAINGGOLAN May 6, 2009 at 12:48 pm

    Kalau PDIP menang dalam pemilihan Presiden tolong buktikan dong janji janji diwaktu kampanye, agar kami para pendukungmu setia, dan PDIP semakin dicintai dan didukung terus oleh masyarakat. DOAKU SEMOGA DIDALAM PEMILIHAN PRESIDEN NANTI IBU MEGA MENANG.

  28. bunga_septia May 6, 2009 at 2:38 pm

    Hai Marbun. Justru itulah batak bagian Indonesia, jadi jangan asal ngomong yang memalukan orang batak lae. Awak juga tinggal di medan lae, malu lihat omongan lae itu.

  29. JOHN NAINGGOLAN May 6, 2009 at 4:56 pm

    Namamu Bunga_septia, tapi nada bicaramu seperti tidak berpendidikan, dan mengundang perseteruan, mungkin anda yang baru minum tuak sehingga bicaranya jadi ngawur, kalau saudara marbun membuat komentar seperti itu, bukan berarti dia mewakilin orang BATAK. jadi saya harap saudara jangan jadi PROFOKATOR.

  30. Ridwan May 9, 2009 at 10:52 am

    Yang jelasnya Megawati “TIDAK BISA MIMPIN”. Ngurus RT saja belum becus gimana mau Mimpin bangsa ini.
    Kita kita jangan buang energi percuma berdebat untuk Banteng Betina yang tak berbobot. PERCUMA Mannnnnnnnnnnnnnnnnnnn……….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  31. Ridwan May 9, 2009 at 11:03 am

    Perjuangan apa yg telah dilakukan oleh Megawati untuk Bangsa ini…..?????
    kenapa kita masih menutup mata melihat kenyataan Bobroknya Pemerintahaan dimasa Megawati. BUMN dijual. Karyawan dijadikan BUDAK lewat program OutSourching…!!!!!!
    Megawati kita Jadikan Presiden,. Indonesia ini akan dijadikan Kerajaan bagi megawati. ini Terbukti dari stile kepimpinannya di PDIP. tidak ada kata Legowo bagi Megawati untuk berbuat yang terbaik untuk PDIP dalam rekrutment pasangan PilPres 2009. Jika PDIP mau besar dan Menang dalam Pilpres 2009.. Megawati jangan memaksa kehendak untuk ngotot jadi Preside. Nama MEGAWATI nilai jual untuk jadi Presiden masuk daftar ASONGAN. Idealnya Megawati harus menyerahkan PDIP pada Kader Muda PDIP untuk maju. Tapi bukan Nama PUAN Megawati.

  32. Rudi Ekawanto May 22, 2009 at 12:56 am

    Saya sangat percaya kalau Ibu Mega Dan Pak Prabowo bisa bersatu untuk memajukan RI dan saya sarankan tetap lah berjuang bagi kaum wong cilik,kalau memangkan jangan ditambah lagi koalisi partai yg mencari kedudukan,tetap lah solid koalisi yang sudah disepakati,Bravo MEGA-PRO MER….DEKA,

  33. krisna May 24, 2009 at 7:16 am

    Ir Soekarno pernah bernyampaikan bahwa Beliau adalah Presiden penyambung lidah rakyat Indonesia.Kita adalah satu kesatuan kebangsaaan.Saya percaya dgn Ibu Mega Prabowo yg tdk melenceng ajaran Bung Karno.Yang membela Rakayt dar sabang sampai merauke.Tetap lah tegar hadapi rintangan utk membela rakyat,Walapun caci maki yg menghadang tp tetap lah tegar maju terus tegakkan utk membela rakyat Indonesia.tolong kepada kometar yg bernama ridwan jgnlah menghina satu bangsa kita sendiiri.Bung KARNO tdk pernah mengajarkan utk menghina1 bangsa kita sendiri.Kita adalah orng berpendidikan bukan orang yg hanya melantunkan kata2 emosi yg hanya melecehkan. Saya peribadi sangat2 kecwa kita adalah 1 Bangsa,kenapa Baneka tunggal Ika hai.. Bangsa Indonesia,Skg bukan saatnya utk saling menjatuhkan tp bergerak dimana yg benar dan dimana itu adalah pemimpin yg Jujur,Berani,Tegas,yg jelas yg akan mensejahterakan rakyat Indonesia secara NASIONAL.Saya Pro Mega secara pribadi tdk suka kekerasaan dll bentuk apapun krn kita 1 Bangsa,

  34. Fahmi (pro Mega) May 24, 2009 at 7:31 am

    Maju terus PDIP perjuangan,tetap ke jalur ajaran Bp Tercinta kita Bung Karno..YA TUHAN KU Selamatkan Bangsa Indonesia tercinta kita ini.Saya Bangga mempunyai Bp Ir Soekarno seandainya beliau masih ada memijakkan Bangsa Indonesia mgkn Bangsa kita sudah menjadi bangsa yg makmur aman dan sejahtera.Saya merindukan sesosok Beliau yg akan hadir memijakkan di Bumi Bangsa Indonesia yg benar2 memperjuangkan rakyat Indonesia dr Sabang smp Merouke. Maju terus Ibu MEga Prabowo tetap lah dijalur ajaran pemikiran2 bung Karno.mudah2 an Mega Prabwo diberi kesempatan kepada Tuhan utk memimpin Bangsa Indonesia.Jgn hianati rakyat krn menghinati rakyat itu bukan ajaran Bp Proklamator kita yaitu Bp Ir Soekarno.Maju TErus PDIP tetap tegakkan tandukmu tegarkan hatimu wlpn hina2 caci2 maki menghadangmu..Jgn mundur.. Jgn Berhenti tetap maju terus perjuangkan lah nasib kami rakyat kecil,, rakyat marhen tukang becak,tukang tenun,tukang bakso,dan rakyat mu yg sekecil2nya ini.membutuhkan perjuangan PDIP dan Gerindra.. Semoga Tuhan selalu melindungi kalian.. Amin.. Amin Amin .. Merdeka.. Merdeka… Merdeka..

  35. yudi May 24, 2009 at 6:16 pm

    kalau ini sih nyanyian anak kecil.

    “sopo wani karo aku, aku ora wani….
    sopo wani karo aku, ta kandak ke bapak ku….”

    Masa sekarang untuk membangun masa depan, masa lalu jangan selalu dibawa-bawa, karena masa lalu sudah tidak bisa diharapkan untuk membangun masa depan.

    Kenapa sih orang-orang PDIP selalu menyebut-nyebut nama Bung Karno, seolah-olah Bung Karno itu hanya Bapaknya PDIP saja, Bung Karno itu Bapaknya orang seIndonesia Raya, termasuk Bapak Negaraku yang harus aku hormati, namun menghormati Bung Karno itu juga tidak dapat menghilangkan hormat saya dengan Bung Hatta, dan Bung Tomo dan Bung-bung lainnya yang ikut memerdekakan negara kita.

    Saat sekarang adalah saatnya kita-kita yang membangun negara ini, bukan saatnya Bapak-Bapak kita yang kita hormati tersebut dan tidak perlu menyebut yel-yel merdeka, karena saat kita membangun, yel-yelnya bukan lagi yel-yel Merdeka

  36. m.iqbal.amrullah May 30, 2009 at 11:29 am

    Saya anak kelas 2 smp Yang Bangga banget sama PDIP…karena dilihat dari mata sang bantengnya pun terlihat seperti sang gagah berani dan tegar…Moga” Di tahun 2009 Ini PDIP dapat BERJAYA SELAMA-LAMANYA……..

    Hormat saya…..

    m.iqbal.amrullah.

  37. Danan Djaya June 15, 2009 at 1:28 pm

    Semua capres kekayaan pribadi-nya kan rata-rata sangat besar ..! apakah masih berfikir tentang gaji .., sementara kalau terpilih jadi presiden kan semua kegiatan negara dibiayai oleh pemerintah, kok saya belum dengar yang benar-benar mau mengabdikan dirinya kepada negara…….. seperti lagu padamu negri… maksud saya.. apa ada capres yang mau menyumbangkan gajinya untuk negara .., yang mana kan gaji presiden dalam waktu lima tahun kan tidak terlalu banyak apabila dibandingkan kekayaan yang dimiliki……….. !
    saya pernah dengar bahwa Bp. Amin Rais selama menjabat sebagai ketua PP Muhamadiyah gajinya disumbangkan sumua untuk kepentingan organisasi konon alasannya sudah punya penghasilan lain, kalau ini ditiru sayakira jauh lebih baik ……….

  38. Rachmat June 17, 2009 at 7:37 pm

    Ibu Megawati Soekarnoputri Capres dari PDI-Perjuangan, ucapan/pidatonya adalah dari hati kecil nuraninya, Ibu Megawati saya yakin akan buktikan bahwa dialah yang pro rakyat dari berbgai bidang. Dalam pidatonya tidak berlebihan, apa adanya, menurut/mengikut apa kata hatinya, saya yakin kalau selama ini hatinya menjerit melihat rakyat Indonesia khususnya golongan kebawah tak karuan ke hidupannya.
    Selama ia menjabat Wakil Presiden – Presidin, itu bukanlah suatu ke gagalan, hanya waktunya-lah, dan kita tidak memberikan kesempat lagi untuknya. Semoga Allah swt memberikan kepada kita pemimpin yang benar-pemimpin yang peduli masyarakat yang peduli golongan kebawah khususnya. Kampanye Pllpres Cawapres 2009 menurut saya kampanye yang sehat.

  39. Rudiantosidabutar June 22, 2009 at 12:03 pm

    Saya adalah Ketua Kecamatan, Yang Partai Saya Mendukung SBY. Tapi Saya pribadi Mendukung NAMBORU MEGA n PRBOWO. Walau Partai Saya Mendukung SBY Tapi Saya Selalu Kampanye Tentang NAMBORU MEGA n PRBOWO. Selamat Buat Ibu MEGA n Pak PRBOWO menjadi Presiden n Wakil Presiden 2009-2014. Horas Horas Horas Horas Horas

  40. susiswo - banten January 13, 2011 at 3:11 pm

    kapan sih hari jadi PDI-P beberapa hari yg lalu PDI-P merayakan HUT nya yang ke 38, berarti lahir th.1973 setahu saya sih itu PDI yang dipimpin Bp.Drs.SURYADI dengan logo segilima + kepala banteng.bukannya PDI-P lahir th.1999 dengan logo lingkaran bulat + banteng gemuk moncong putih. kan sekarang PDI sudah Alm.

  41. sm irhas.(no.kta:007,729,27) December 24, 2012 at 4:42 am

    ” Hanya dengan PERSATUAN yg erat dan segenap tenaga seluruh bangsa dapat kita jadikan INDONESIA suatu negara yg BESAR dan TERHORMAT ” mudah mudahan PDI Perjuangan selalu dicintai rakyak INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone