Wacana Pilpres Satu Putaran Dinilai Berbahaya
June 27, 2009 by pemiluindonesia.com

Boni Hargens
Bahkan wacana Pemilu Presiden satu putaran itu berbahaya.
Kampanye Pemilihan Presiden satu putaran dinilai tidak rasional. Penilaian itu diperkuat dengan beberapa alasan untuk menyangkal kampanye Pemilihan Presiden satu putaran.
Pernyataan itu disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens, dalam diskusi “Pilpres Satu Putaran, antara Urgensi dan Problematik” di Hotel The Acacia, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Juni 2009.
“Alasan pertama, sikap pemilh kita yang sangat mudah berubah. Tidak ada pemilih yang setia,” kata Boni. Selain itu, swing voters yang ada di Indonesia masih sangat tinggi.
Alasan lain yang disampaikan adalah perubahan elektabilitas atau keterpilihan ketiga kandidat. “Saya menilai, kampanye satu putaran itu merupakan tindakan yang bertentangan dengan sikap moral. Itu merupakan penggiringan opini bagi para pemilih kita. Itu harus dihentikan,” ujar Boni.
Menurut Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Muchtar Sindang, wacana Pemilu Presiden satu putaran itu berbahaya. Karena akan rawan terjadi kecurangan untuk mewujudkannya.
“Kalau kita melihat pengalaman-pengalaman pada pileg kemarin, banyak sekali terjadi kecurangan pemilu. Meskipun tidak bisa atau sulit dibuktikan,” kata Muchtar.
Kecurangan-kecurangan itu, lanjut dia, akan terkumpul dalam Pemilihan Presiden untuk mencapai satu putaran saja. Selain itu, Muchtar menilai, kampanye satu putaran ini menjadi hal yang mencurigakan. “Hal sesensitif ini dikampanyekan oleh lembaga survei. Jadi dimana independensi lemnbaga survei itu?” Muchtar mempertanyakan.
Sumber : Ismoko Widjaya, Eko Huda S ismoko.widjaya@vivanews.com
• VIVAnews












Pada dasarnya tidak ada yg betul2 netral dalam memandang sesuatu hal, termasuk pengamat. Namun terlalu berlebihan jika wacana 1 putaran dinilai berbahaya. Sangat wajar jika ada pihak2 yg ingin 1 putaran, kan itu tergantung pilihan masyarakat. Apapun bunyi iklan, ajakan atau apapun namanya, nanti tgl 8 Juli yg membuktikan. Orang2 yg kuatir, itu hanyalah yg merasa posisi akan kalah, mengingat hasil pilleg, survei, polling debat capres telah menunjukkan SBY lebih 50 %. Justru mereka yg tdk stuju 1 putaran yg berbahaya krn menggiring opini masyarakat seakan-akan jika 1 putaran curang. Bagi sy sbg ibu rumah tangga kalo bisa 1 putaran, bs hemat 4 triliun, tensi perpolitikan sgr slesai & mulai fokus bekerja utk rakyat.
Katanya Pilpres Satu Putaran Menghemat Biaya Tapi Kenyataannya Mau Mengeluarkan Biaya Yang Besar Untuk Pasang Iklan TV Kampanye Satu Putaran Dan Bisa Menbayar Dengan Tinggi Biaya Survei Untuk Mengiring Pilpres Satu Putaran. Jelas - Jelas Sekali Ini Lah Pembohongan Publik Yng Sangat Sistematis.
Pemilu 1 putaran??? Wow alangkah takaburnya mereka!!!
Janganlah mendahului keputusan Tuhan dan Rakyat.
klo mau hemat mendingan ngak usah pemilihan presiden udah langsung aja seperti zaman dulu aja, MPR-DPR bersidang menentukan siapa presidennya lebih hemat tp ngak demokratis. Ayo pilih yang mana hemat atu demokratis?
Bagaimana berbahaya justru membantu kita untuk mendapatkan presiden yang berbudi luhur, tanpa menjatuhkan lawan nya.
Mengapa kita harus takut satu putaran. Lanjutkan
sulit lah dapatkan pemenang pilpres dalam satu putaran. siapapun yang menang nanti pasti melalui dua kali putaran. Namanya juga kampanye… kalo menang dalam dua putaran artinya: meskipun menang tapi susah juga …la wong duit negara dah berkurang buaannyak… untuk ngadakan pilpres. Amanat UU itu ternyata mahal harganya. Trus yang bikin UU siapa ya… jawab sendiri aja….
terlalu sombong dan UJUB kampanye pemilu 1 putaran…,dgn ternd Golput yg smakin tnggi..manaaa mungkiiiiiiiin…..ah bisa-bisanya aja lembaga survey kyk gitu.. gw stuju dgn pndapat Boni Hargens 200%….
udah bisa diramalin, kalau cuma 1 putaran.. pasti si 2 kandidat itu bakal rame2 nganggap pemilu curang… mudah2an aja ga terjadi yang kaya di Iran… tapi bagaimanapun LANJUTKAN!!!
Perancang Pemilu satu putaran memang patut dikhawatiri, apalagi bila diarahkan pada kemenangan salah satu calon presiden. Rancangan seperti itu mengandung tekad ‘harus menang’. Kekalahan dipandang sebagai bencana.
Memacu jantung sendiri untuk memenuhi taget ‘harus menang’ menggiring seluruh tim sukses dan pendukung-pendukung fanatik untuk melakukan apa saja yang diperlukan untuk menang. Maka wajar bila Capres Megawati menyatakan kecurigaannya dan terus melakukan investigasi terhadap pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009.
Pengalaman pelaksanaan Pileg April lalu, mengajarkan bahwa tingkat kemampuan memainkan pemilu semakin tinggi. Baru kita sadari, bahwa permainan itu sudah dimulai sejak undang-undang pemilu disahkan. Cela sekecil apa pun dapat dimanfaatkan. Meski ketahuan modusnya, tapi semua sudah terlambat.
Sidang perselisihan pemilu pun tidak menarik perhatian kita lagi. Soalnya, Kepala kita telah diisi oleh pengumuman quick count dan kita telah terlena dengan itu. Kita tidak lagi bersemangat untuk mengetahui bagaimana cara kemenangan itu diraih. Bahkan bila ada yang menemukan kecurangan dan melaporkannya ke Bawaslu atau Panwaslu, malah kita merasa laporan itu mengada-ada.
Men-setting pikiran masyarakat seperti inilah yang diduga mengiringi wacana pemilu satu putaran dengan kemenangan Capres SBY. Karenanya, kampanye ABS (asal bukan SBY) patut didukung sebagai bentuk dinamisasi pemikiran masyarakat dalam menghadapi Pilpres.
Saya Sebagai Tukang Sablon Mendukung Pilres Dua Putaran .
Saya setuju tuh pemilu 1 putaran karena itulah demokrasi yang bener. kalo 2 putaran malah rakyat dalam kurun waktu 1 bulan dipaksa lagi nyontreng yang sudah jelas2 pada putaran pertama bukan pilihannya. boleh 2 putaran asalkan rakyat yang memilih capres yang gak masuk putaran kedua pada GOLPUT…..Paham!!!
nah mentang2″sby berbudi” (KATANYA) g tau berbudi bener/berbudi ANDUK. yang iklan 1 putaran,jd pikirnya dia yang bakalan menang satu putaran, blum tentu! kl munurut saya pendapatnya cukup logis. kalo 2 putaran yang kalah pasangan yang kalah pasti bersatu. kenapa seperti itu karena udah jelas,pemerintahan sekarang itu banyak g benernya. PEMERINTAHAN YANG BERSIH. apa yang bersihnya??? bersih melakukan hal g bener,biar g ketauan publik??? PEMERINTAHAN BEBAS KORUPSI??mana proses hukumnya?? yg ada korupsi 500milyar dihukum 1atau2 th. yang ada mati 1 tumbuh 10000 bukan 1000lg.
bIASANYA SEORANG PENGAMAT ITU JUJUR, NETRAL DAN OBJEKTIF, MEMANGNYA SATU PUTARAN BERBAHAYA/ AKU RASA LEBIH CEPAT DAN LEBIH BAIK
@nero: Ente ini gimana?
Kepentingan kita adalah berlangsungnya pesta demokrasi yang bernama pilpres secara jujur, adil, langsung, rahasia (bagi yang mau merahasiakannya). Rakyat Indonesia hanya sekali dalam 5 tahun merasakan nikmatnya menjadi warga negara yang bisa ikut menentukan pilihannya secara bebas.
Satu putaran juga boleh asal tidak ada kecurangan. Tapi kan hitungan rasional menunjukkan hampir tidak mungkin satu putaran. Nah kalo ada yang maksain kemenangan satu putaran, perlu diwaspadai. Jangan-jangan nanti ada kotak suara yang diganti di jalan seperti yang terjadi di Medan pada Pileg lalu.
Kalo putaran pertama calon yang dicontrengnya kalah, maka demi bangsa dan negaranya, dia tetap berhak mencontreng calon yang ada. Masak punya hak tapi diabaikan. Itu namanya tidak mensyukuri nikmat sebagai warga negara.
Kecewa jagoannya tidak masuk sih, boleh ajja. Tapi jangan trus golput diputaran kedua. Karena golput artinya ente tidak merasa penting adanya pemerintah yang bersih, baik, jujur, cerdas, sehat dan mempunyai program yang dapat memperbaiki kondisi bangsa dan negara ke arah yang lebih benar dan baik bagi semua, serta memiliki legitimasi yang kokoh.
Intinya, jangan golput pilih saja selain SBY, di putaran pertama dan kedua. Cukup. Dan negara bangga punya warga seperti ente.
Mengapa Spanduk KPU Sosialisasi Pilpres Contreng Gambar Ditengah. Apakah KPU Dan Segenap Seluruh Jajarannya Mendukung Penuh Untuk Memenangkan Pilpres SATU PUTARAN????????????????????????????????????????…
menurut saya apabila pemilu dilaksanakan 2 putaran itu sah” saja. Tp jk sudah ada kalangan elit yg ngotot” ingin pemilu dilaksanakan dalam satu putaran itu yang mesti dikhawatirkan. Karena kemungkinan besar di dalam pemilu 1 putaran tsb akn t’dapat kecurangan” yg susah dideteksi atau malah tidak mungkin dideteksi. Sampai saat ini pun sudah ada tanda” tsbt. Mulai dr kpu dan bawaslu yg katanya tdk netrallah. Kesemrawutan di dalam dpt lah..dll..
Jk pemilu dilaksanakan 2 kali,.maka pemilu yg ke-2 ini akn lbh demokratif. Krena smua aset” pemilu sprt dpt akan diusut tuntas shg prsentase para capres untuk melakukan kecurangan dpt diminimalisir..
Saya Setuju Dua Putaran Lebih Demokratis
pemilihan pilpres 1 putaran merupakan hal yang biasa terjadi dalam ala demokrasi, kenapa tidak kalau memang bisa satu putaran. dan peluang itu dimiliki oleh ketiga pasangan tersebut.
kenapa orang orang pada ribut 1 putaran dan 2 putaran. mestinya kita semua setuju 1 putaran, cepat selesai dan tidak ribet lagi segera bisa fokus kerja lagi. wong peluang 1 putaran itu dimiliki oleh ketiga kandidat lhooo
Ada Kampanye Gitu aja kok repot….satu putaran ya bagus sekali( semua kandidat punya peluang kok )… ..Bisa menghemat biaya, tidak menghambat program2 pemerintah yang lain…Memang kita cuma mikirin pilpres saja…… Kok ada yang Kebakaran Jenggot? Kenapa Om? Merasa gak siap bersaing? Kenapa takut kalah, setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah