SBY Harusnya Terima Kasih kepada JK
April 22, 2009 by pemiluindonesia.com

Panda Nababan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seharusnya berterima kasih kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. Yudhoyono tidak sepatutnya mengabaikan Kalla karena banyak berperan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Panda Nababan menyampaikan hal itu menanggapi keputusan Partai Golkar yang sudah memutuskan untuk tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat karena tidak lagi berniat melanjutkan duet SBY-JK.
“Secara obyektif dan kenyataan kepemimpinan duet SBY-JK, sudah sewajarnya SBY berterima kasih kepada JK karena banyak kelemahan-kelemahan yang ada pada SBY ditutupi oleh JK dengan kecepatan dan kelincahan daripada JK mengatasi berbagai persoalan dan cepat mengambil keputusan,” papar Panda saat berbincang-bincang dengan pers di Jalan Teuku Umar, Rabu (22/4).
Panda juga menegaskan bahwa Kalla memang memiliki kemampuan mengelola pemerintahan yang lebih cepat dan baik, seperti yang dikampanyekan Kalla. “Jadi kalau dia kampanye lebih cepat lebih baik itulah aslinya. Sangatlah disayangkan kalau itikat baik, budi baik, ketulusan dia sebagai wakil presiden dalam keterlibatan kepemimpinan duet SBY-JK itu diabaikan,” ungkap Panda.
Sumber : KOMPAS Sutta Dharmasaputra













Mas Panda , apa yang anda sampaikan betul SBY tidak bisa kerja sendiri. Tapi lihat dulu kelakuan JK selama di kabinet?Mau cepat sendiri, mau capres sendiri, ya kan itu namanya orang tidah tahu adat.Mas Panda kan wong batak yang juga kuat adatnya, bagaimana itu apa sesuai etika ? Apa mas Panda juga oprtunis mau mbelain JK biar bisa koalisi dengan PDIP?Mungkin di tingkat elit bisa mas, tapi ingat di massa bawah tidak akan pernah cocok Golkar gabung sama PDIP.Kalo mau hancur ya silakan aja .
Megawati mestinya berterima kasih kepada SBY, karena walaupun selama kampanye menyerang Mega selalu menyerang dengan kritikan pedas respon SBY tetap menjunjung tinggi etika. Tidak membalas serangan dg membabi-buta.
Megawati mestinya berterima kasih kepada SBY, karena walaupun selama kampanye Mega selalu menyerang dengan kritikan pedas, respon SBY tetap dg cara2 beretika. Tidak membalas serangan dg membabi-buta.
intinya bukan hanya saling berterimakasih,tapi tetap mempedulikan suara rakyat,kemauan rakyat.
Sya setuju pendapat bung Panda (yang tidak imut kaya panda beneran),
Memang pak beye harus berterimakasih pada JK karena JK adalah tempat yang ccocok untuk segala kegagalan dalam pemerintahan SBY-JK (sedangkan keberhasilan SB_JK adalah murni hasil kerja keras pak beye)
Tetapi lebih dari segalanya pak beye harus berterimaksih pada ibu kita megawati (merdekaaa!) , karena ibu megalah tang mengangkat pak beye sebagai Menkopolkam dalam masa pemerintahanya, dimana masa itu komdisi polkam (politik dan keamanan) menghawatirkan, dimana terjadi kerusuhan Poso, pemberontakan di aceh, Bom Bali I,dan II, Bom JW Marriot, Bom Kedubes Australia, pembunuhan Alm Munir dimana megawati menjadi tidak menarik untuk dipilih kembali.Sedangakn pemerintahan sekarang (SBY-JK) hal2 polkam yang mengkhawatirkan sebgmana tersebut di atas tidak terjadi lagi…
Memang benar JK hebat, diharapkan koalisi golkar-pdip nanti, bung Panda sbg ketua dpp pdip tolooong usulkan agar JK jd capresnya dan mba Mega jd cawapresnya. Rakyat mo lihat moncong putih bantengnya berubah jd kuning atau merah, seru nih!.
jgn pernah lupa…keberhasilan Pemerintahan SBY adalah krn dukungan parlemen yg kuat,kebijakan2 SBY didukung oleh parlemen dan anda-anda jgn lupa kursi parlemen yg ada dibelakang SBY adalah para kader GOLKAR. Klo anda masih ingat hnya berapa kursi yg diduuki Demokrat di Parlemen. Jadi sangat menegcewakan kalo ternyata sekarang kenyataannya Demokrat tdk tau berterimakasih. Pemerintahan tdk akan pernah berhasil tanpa dukungan parlemen yg kuat.
Babe, nababan :
Be, babe ini gimane ?, sekarang omongannya nyanjung JK, coba inga’ inga’ dulu ape omongannya tentang JK, omongan politik ya politik boleh aja, tapi nuraninye kemane ?
Be, pilpres tahun 2004, babe kan tahu kalo JK w.o dari konvensi golkar - terus menggandeng ame SBY, kemudian golkar gandeng JK pastinya agar elite golkar masuk kebinet - mulai dagang sapi golkar, dari 4 capres ahirnya SBY duel ama mega , tapi akhirnya mega KO ? APa sekarang mega uda naik klas ? amu nantang SBY ? mana mungkin ? Beranikah bu mega tampil dalam diskusi terbuka ? ini banyak ditunggu elite masyarakat intelektual di Indonesia bila Bu Mega maju sebagi Capres. Oke be ye
Om Baban itu namanya bukan mengabaikan tapi mengingatkan dg cara halus supaya pk JK tdk kebablasan .
saya stuju juga dengan pendapt teman2 diats seharusnya megawati harus terimakasih sama SBY tentang masalah kritikan waktu kampanye sama sby, rang yang punya etika itu tak pernah membalas / dendam kepada rang lain, walaupun menyakitkan hati karena demi kepentingan bangsa itu kalau bersaing harus secara sehat maka dari tu deangan etika yang bagus, karisma sby masih tetap kuat dimata masyarakat………..! itu dak bisa di pungkiri lagi……… LANJUTKAAAAAAAAAAAANNNNNNNNN……..
Ass. Mas tsubowo, ketemu meneh ya . Wah kalo koalisi PDIP dan Golkar berarti koalisi Batari Durga ( PDIP, Megawati ) dan Batara Kala ( Golkar, Jusuf kalla ). Satunya ratu penghisap darah, satunya raja yang makan tumbal. Tapi cocok lah mas, biar mereka bersatu, biar kita menjadi pahlawan dengan menjadi tumbal mereka.Tapi memang sebuah fenomena menarik ya , dulu Golkar ma PDIP bagai anjing dan kucing mana pernah akur. Sekarang akur gara2 mau cari kursi. Lha ketahuan kan aslinya?Nah kalo dua “dewa” tsb koalisi pasti rakyat e jadi tumbal, mula kudu ana sing ngayomi rakyat mas yaitu Semar sama Batara Guru. batara Gurunya ( Pak SBY ) Semarnya ( PKS,PKB,PAN ) yang berbasis agama.Jadi Semar sebagai simbol pengayom adalh simbol yang dekat dengan agama , Batara Guru adalah raja seluruh dewa ( simbol pemimpin ) ya pak SBY. Semar-Guru vs Durga-Kala.Siapa yang menang ? Yang menang Pandawa ( Rakyat , manusia biasa bukan golongan dewa)
Kalo menghina bu mega kasar2 amat sih? emang umur kalian2 berapa?kencingnya udah pada lempeng belum?
memang pendukung demokrat pada kampungan, mentang2 baru menang quick count. katanya santun tapi kalo menghina bu mega pak JK, pak Prabowo dll pada kasar2 amat, kalo SBY dihina dan dicerca kalian pasti marah kan?
pak panda anda yang harusnya berterimakasih dengan sby karna dialah yang membesarkan anda sampai dengan sekarang ini
Berita hot setelah Hatta ketemu Mega, mulai ada yang menghebuskan tawaran cawapre SBY, boleh TK kalau tidak Pram boleh dan TK jadi MPR ? Ibu Mega mau tidak ya ? terus dengan Prabowo gimana ya ? tapi apa iya SBY yang nyebarin ?
DiaNTARA ke3 nya aq bingung pilih mana. Putri itu tidak pantas jadi pemimpin. jk yg kapitalis, apa mampu mengangkat bangsa yg puruk ini. kalo sby ada komit berantas korupsi tapi banyak bencana. maka bingung aku,,,,,,,,,,, mungkin ya sby ini kali,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Dari ketiga capres tetep SBY lah yg terbaik
JK aja dech..LEBIH CEPAT LEBIH BAIK
Para Capres&Cawapres (Mega-Prabowo, SBY-Boediono & JK-Wiranto) adalah anak bangsa terbaik saat ini, mereka telah memenuhi dan lulus dari berbagai persyaratan pencalonan yg dimandatkan u/dikoordinir KPU. Berilah mereka semangat untuk berkompetisi dengan damai dan elegant melalui team suksesnya yang bisa bertutur kata menyejukkan (Ganjar Pranowo-Fadli Zon, Anas Urbaningrum-Max Sopacua, Syamsul Ma’arif-Fuad Bawazier). Kapan kita akan maju kalau selalu menengok kebelakang? Jangan menghujat masa-lalunya, tapi kita doakan semoga visi dan misi kedepannya mendapat Ridlho dari Yang Maha Pencipta untuk memimpin masa depan kita kita semua. Niscayalah kalau kita menjadi yang terbaik akan diberikan juga kesempatan untuk memimpin bangsa.
Cepat KALLA, …. lambat KALLA juga !.
Tidak ada alasan untuk tidak pilih JK-Wiranto. Cerdas, Jujur, genuine asli indonesia, tindakan nyata sesuai perkataanya. Pasangan yang serasi, yang satu bertindak dengan cepat yang lainnya penuh dengan hati nurani artinya Jujur dan terpercaya.