Mega Dan JK Terkepung Politik Pencitraan SBY
June 30, 2009 by pemiluindonesia.com

SBY - Mega - JK
Capres Megawati Soekarnorputri dan Jusuf Kalla terkesan terkepung politik gaya pencitraan yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sehingga mengabaikan syarat-syarat mutlak layaknya seorang pemimpin bangsa.
“SBY itu sudah lama dan lebih dahulu mencitrakan diri sebagai sosok yang gagah, berwibawa, baik hati,” ucap Fadjroel Rachman, Direktur Eksekutif Pedoman Indonesia juga salah seorang yang digadang-gadangkan menjadi Capres Independen pada Diskusi Publik di Universitas Padjdjaran (Unpad) Bandung, Senin.
Politik pencitraan yang masih manjur dikalangan mayoritas penduduk Indonesia itu telah menggiring tim sukses Mega dan JK dan bahkan malah ikut terpancing kedalam perang pencitraan.
Untuk menilai seorang figur pemimpin itu harusnya dari kekuatan argumentasinya yang menunjukan pola pikir dan keluasan wawasan.
Padahal politik pencitraan tidak lebih dari upaya menutup kelemahan yang ada pada diri seseorang termasuk figur Capres-Cawapres.
“Lihat saja saat dilakukan debat Capres, sangat jelas terlihat politik pencitraan,” ucap Fadjroel.
Debat yang diselenggarakan itu justru tidak memberikan manfaat pendidikan politik bagi rakyat pemilih, justru lebih kepada arena promosi pada Capres-Cawapres.
Debat harusnya lebih mengedepankan dan menjual program-program yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai presiden/wapres, bukannya masuk kedalam politik pencitraan yang menyebut diri paling hebat, paling berhasil, paling dekat dengan rakyat, dan lain-lain yang serba hebat.
Fadjroel menyarankan agar lebih banyak dilakukan debat publik untuk ketiga Capres/Cawapres tersebut sehingga dapat terlihat mana yang kompeten, mana yang punya program yang baik dan mana yang tidak. menurutnya apabila kita hanya disodorkan iklan atau spanduk itu sama saja dengan pembodohan.
Menyinggung provokasi Pilpres satu putaran, Fadjroe menilai langkah politik tersebut sebagai bentuk ambisi politik yang menghalalkan segala cara dan pembodohan rakyat. (*)
Sumber : antara












Kasihan rakyat indonesia masih banyak yang termakan citra yang tidak sama dengan fakta dan realita.
Kalau seandainya Bung Fadjroel menjadi capres juga, meski pun merasa paling pinter dan paling luas wawasannya, tapi kalau tidak mencitrakan diri sebagai sosok yang baik kepada rakyat; ya kira-kira ada yang milih nggak ya ?
halah… 12 tahun saya ngehonor jd guru SD, apa pernah ada Presiden yg memperhatikan??? jawabannya cuma 1 yaitu SBY.
Rakyat yg bodoh dan tidak berpendidikan seperti saya hanya tahu bahwa SBY-lah yg telah memberikan kebijakan yang bermanfaat bagi kami.
Terlepas dari “POLITIK PENCITRAAN” atau bukan yg jelas bagi saya SBY YANG TERBAIK…!!! untuk saat ini.
siapapun presidennya, kita terima aja! tdk terima juga nyusahin diri sendiri. soal pencitraan, semua org hrs ber-citra positif, termasuk fadjroel, bahkan semua orang hrs berperilaku yg bisa mnecitrakan diri positif!