Kwik Kian Gie: Boediono Neolib

Kwik Kian Gie

Kwik Kian Gie

Isu neoliberalisme kembali menjadi sasaran empuk untuk menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Pasangan tersebut dinilai cenderung menganut kebijakan ekonomi mahzab tersebut.

Ekonom Kwik Kian Gie yang juga pernah menjadi kolega Boediono dimasa pemerintahan Megawati menilai mantan Menko Perekonomian tersebut merupakan penganut mahzab ekonomi neoliberalisme. “Bohong, kalau Boediono bukan neolib,” katanya dalam diskusi yang yang diselenggarakan Johans Fondation di Restoran Gado-gado Boplo, Jumat (22/05).

Kwik kemudian bercerita perihal kebijakan kontroversial seperti Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), privatisasi perbankan dan penjualan Indosat yang menurutnya didukung oleh Boediono. Kwik bahkan menilai dipilihnya Boediono sebagai orang kedua memperkuat mafia barkeley.

Ekonom Dradjad Hari Wibowo menyatakan kebijakan ekonomi neolibera dicirikan oleh setidaknya tiga hal. Pertama, pengutamaan stabilisasi ekonomi makro dibanding faktor ekonomi yang lain. Kedua, liberalisasi perdagangan dan investasi dan ketiga privatisasi dan penjualan aset-aset strategis.

Salah satu akibatnya adalah arus dana keluar sangat besar untuk kebutuhan impor. Dengan demikian banyak devisa yang keluar. Nah, untuk menutup defisit kemudian dilakukan dengan utang luar negeri. “Ekonomi liberal diciptakan agar kita ketergantungan kepada negara asing,” katanya.

Dradjad mencontohkan jatuhnya pesawat Hercules di Madiun baru-baru ini sebagai salah satu bukti korban ekonomi liberal. Pasalnya, dalam sistem tersebut negara tak harus membangun industri strategisnya, termasuk industri alutsista. “Dengan terbukanya perdagangan negara bisa membeli alutsista dari negara lain dan kita dibuat tidak bisa membangun industri stratgis, toh bisa beli dari negara lain,” katanya.

Buruknya industri pertahanan dalam negeri, kata Dradjad, merupakan akibat selama bertahun-tahun ditekan oleh rezim ekonomi liberal. “Saya sudah berkali menyampaikan untuk menyelamatkan PT Dirgantara Indonesia, tetapi memang tak pernah nyambung ekonomi liberal,” katanya.

Ekonom Econit Hendri Saparini menilai pergelaran pemilihan presiden kali ini menjadi lebih menarik dibandingkan dengan tahun 2004. Saat ini mencuat ke permukaan diskusi mengenai pertentangan paradigma ekonomi. “Kalau dulu hanya soal elektabilitas yang diperdebatkan,” katanya.

Hendri pun menilai pemerintahan yang dipimpin oleh Yudhoyono selama hampir lima tahun ini tidak lepas dari paham neoliberalisme. Cirinya, sama dengan yang disebutkan Dradjad, diantaranya, pengurangan subsisidi, liberalisasi, privatisasi.

Sumber : GUNANTO E S tempointeraktif

20 Responses to Kwik Kian Gie: Boediono Neolib

  1. yudi May 24, 2009 at 5:45 pm

    Kwik, ibarat menampar permukaan air memercik ke muka sendiri.

    Ekonom Dradjad Hari Wibowo menyatakan kebijakan ekonomi neolibera dicirikan oleh setidaknya tiga hal. Pertama, pengutamaan stabilisasi ekonomi makro dibanding faktor ekonomi yang lain. Kedua, liberalisasi perdagangan dan investasi dan ketiga privatisasi dan penjualan aset-aset strategis.

    Saat pemerintahan Megawati, tiga hal utama yang dikatakan oleh Dradjad Hari Wibowo itu betul=betul terlaksana yaitu pemerintah megawati pengutamaan stabilisasi ekonomi makro dibanding faktor ekonomi yang lain. Kedua, liberalisasi perdagangan dan investasi dan ketiga privatisasi dan penjualan aset-aset strategis.

    Namun setelah pemerintahan SBY, ketiga kebijakan tersebut sebagai ciri Neolib seperti dikatakan Ekonom Dradjad Hari Wibowo, mulai ditinggalkan. Padahal pada saat yang sama Budiono juga ikut berkiprah. Jadi Neolib itu bukan karena dianut Budiono, tapi siapa yang memimpinnya

  2. Satochid Sosrodiredjo May 25, 2009 at 2:19 pm

    Orang pinter tapi ngak ngerti ekonomi . Marketing itu tergantung daari demand dan supply mas Kwik.Itu kata sampeyang disik tapi kok malah linglung ,Lali yo.
    Pada saatnya nanti di tahun 2014 apabila perekonomian sudah mapan saya yakin pak SBY (lima tahun lagi akan memimpin) menjadikan Indonesia menjadi suatu negara paling dihormati dengan tingkat poertumbuhan yang bagus nantinya. dan stabil

  3. irrawardy manany May 25, 2009 at 3:18 pm

    Kelihatannya si Drajat hari Wibowo ini kurang pengetahuan tentang apa arti Neo Lib, Kayaknya dia ini perlu belajar banyak,

  4. joko May 25, 2009 at 3:47 pm

    1. Orang buta pasti akan merasakan dimana dan kemana angin bertiup, sama halnya dengan orang kecil yang tak tahu apa2 tentang teory ekonomi yang luar biasa rumit,tp merasakan himpitan beban ekonomi yang makin berat.
    2. Jangan melihat buku dari sampulnya sj,tp baca semuanya barulah bisa menyimpulkan jk yang dibaca itu buku bermutu atau tidak.
    3. Scr pribadi sy acungkan jempol pd masa pemerintahan Gus Dur/Megawati yang kurun waktu hanya 5 tahun dpt mempertahankan daya beli masyarakat. meskipun kesusupan faham neoliberalism
    4. Utk pemerintahan SBY/JK luar biasa dalam menstabilkan suhu politik dan keamanan dalam negeri tp di bidang Ekonomi masih perlu banyak belajar dari pemerintahan sebelumnya.

  5. ngakan May 26, 2009 at 6:45 am

    Apapun alasannya apakah ekonomi neolib ataupun ekonomi kerakyatan yang dibutuhkan rakyat adalah harga yng terjangkau dan kehidupan yang lebih baik bukan spt sekarang ini gara2 kenaikan minyak rakyat kecil menjerit, harga mahal, mitan langka, biaya sekolah mahal, pengangguran bertambah, keberhasilan hanya di atas kertas kita butuh pemimpin yang sedikit bicara tapi banyak bekerja. Dan itu ada pada mega dan prabowo. Dan ingat sby cuma manis dibibir.

  6. Isri May 26, 2009 at 11:23 am

    Ah.. Kwik itu cuma besar mulut & asbun (asal bunyi)… Dulu juga berkoar2 protes IMF segala dan selalu tampil dengan konsep2 yang kelihatannya mujarab, tapi saat dia jadi Menko Perekonomian dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas apa yang dia perbuat untuk bangsa ini? tidak ada.. alias do nothing……..
    Wapres Jusuf Kall juga menilai begitu, coba baca artikel di:
    http://kompas.co.id/read/xml/2008/05/21/17231631/wapres.kecam.rizal.ramli.dan.kwik.kian.gie

  7. Janson May 27, 2009 at 2:26 am

    Bicara dengan data jangan dengan modal marketing partai. SBY terbukti telah gagal mensejahterakan negara ini.

    1. Tidak aneh jika SBY masuk 100 besar orang terpengaruh versi majalan times
    2. Tidak aneh kalo SBY memilih Boediono yang tidak populis sebagai wakilnya.
    Mengapa begitu beresiko memilih Boediono yang produk Amerika, yang menko perekonomian dalam mendukung privatisasi.

    Mengapa? karena Amerika dibelakang duet SBY dan Boediono.

    Buktinya?

    Indikator dibawah ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Pemerintah SBY ini telah gagal untuk mengemban tugas yang dipercayakan oleh rakyat yaitu kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

    a. Peringkat IPM Indonesia tahun 2007 berada di urutan 107 dari 177 negara. Sudah semakin jauh tertinggal oleh Singapura (peringkat 25), Brunei Darussalam (30), Malaysia (63), Thailand (78), dan Filipina (90), peringkat Indonesia juga sudah terkejar oleh Vietnam (105) yang pada tahun 2006 berada di peringkat 109.

    b. Menurut Data BPS maka per periode Maret 2008 jumlah orang miskin di Indonesia adalah sebesar 34,96 juta orang (15,42 persen)

    c. Jumlah total utang negara Indonesia hingga akhir Juli 2008 sudah mencapai sebesar Rp 1.462 triliun, yang terdiri atas jumlah utang luar negeri sebesar Rp 568 triliun atau 62,3 miliar dollar AS sedangkan SUN senilai Rp 894 triliun.

    d. Pada 2006 survei index korupsi mencakup 163 negara, Indonesia berada pada peringkat 130 dari 163 negara tersebut dengan nilai indeks 2,4. dan Pada 2007 survei mencakup 180 negara. Indonesia berada pada peringkat 143 dari 180 negara tersebut dengan nilai indeks 2,3.

    Kita bicara data, jangan bodohi lagi rakyat. Kita harus bertanggung jawab atas pilihan kita. JANGAN LANJUTKAN!!! Alam saja menolak. Rakyat bisa dibohongi tapi alam tidak bisa.

  8. Sam Lubis May 27, 2009 at 7:23 pm

    Pemerintahhan SBY berhasil dalam stabilisasi politik, tetapi gagal dalam membangun ekonomi.

    Pemerintahan SBY menurunkan harga BBM menjelang PILPRES, nanti jika terpilih akan kembali dinaikkan.

    Alam sebenarnya menolak SBY, coba ingat :

    1. TSUNAMI di Aceh
    2. Gempa di Yogya dan di tempat lain
    3. Banjir dimana-mana
    4. Pesawat Terbang berjatuhan
    5. Kapal Tenggelam
    6. Buanyak lagi yang lain.

    So, kenapa harus dilanjutkan ?

    Hentikan sampai disini.

  9. Budiono June 1, 2009 at 10:52 am

    dak use cari salah, bener, pinter, lebih pinter kita kita wong cilik tetap cilik tulah

  10. boros June 1, 2009 at 2:08 pm

    Kwik memang kalau bicara menyejukkan kadang,…tetapi apa beliau mampu mengatasi ekonomi yang dah morat-marit……….

  11. boros June 1, 2009 at 3:00 pm

    bagi rakyat kurang jelas itu Neolib atau apa itu…yang penting harga-harga terjangkau dan tdk sulit mendapatkannya

  12. Rahma_shiva June 1, 2009 at 4:37 pm

    Ada yang berpandangan kalo alam turut membantu pembersihan di Indonesia dari orang2 kotor dengan bencana :
    1. Aceh : pusat GAM dan ladang ganja, hancur ditelan tsunami. Serambi Mekah kok ladang ganja dan pusat pemberontak.
    2. Gempa di Yogya. Sudah ada pakem di Jawa kalo raja tidak boleh ikut2 an jadi presiden , nekat nyalon. Raja itu beking nya wong cilik kok malah ikut2 an nyalon presiden.
    3.Banjir dimana2, sebagai simbol air untuk membersihkan hal2 yang kotor. KPK menggasak pejabat korup, mkanya dismbolkan dengan banjir dimana-mana.
    4.Pesawat terbang berjatuhan juga sebagai simbol bantuan alam agar orang2 yang diatas yang korup pasti jatuh, sudah terbukti.
    5. Kapal tenggelem ( sdengan atas )
    Lha kalo melihatnya secara negatif maka tidak akan ada yang positif. Berpikir positif untuk mencapai masa depan yang positif.

  13. Chepot June 1, 2009 at 4:52 pm

    Memang Kwik Kian Gie dari dulu selalu iri dengan Boediono, karena dalam bidang perekonomian Boediono lebih berhasil dari dia. Kita semua tahu waktu jadi menteri/Ketua Bappenas, Kwik Kian Gie gagal dan enggak bisa apa2. Boediono prestasi nya jauh lebih banyak dari Kwik. Dari dahulu Indonesia menganut paham ekonomi Panca Sila yakni paham ekonomi Liberal yang disinergikan dengan ekonomi kerakyatan. Indonesia bukan penganut paham Ekonomi Liberal Ekstrim seperti Amerika Serikat, tapi juga bukan penganut Ekonomi Kerakyatan Ekstrim yang dianut negara2 Sosialis seperti Korea Utara atau Kuba. Kita selalu berada diantara mahzab itu dan ini yang seperti dianut RRC sekarang ini. Lihat saja RRC sejak meninggalkan ekonomi Kerakyatan Ekstrim dan membuka pintu masuk nya asing, negara nya berkembang pesat dan rakyat nya makmur. Bandingkan dahulu saat RRC menutup masuk nya modal asing dan menganut Ekonomi Kerakyatan Ekstrim, Rakyat nya amat sangat miskin. Kita tidak mau jadi negara Sosialis dengan Ekonomi Kerakyatan yang merupakan paham nya Marxis. Apakah kita siap jadi negara Komunis? Saya harap Kwik Kian Gie tidak membohongi rakyat, gunakan lah ilmu ekonomi anda untuk membangun bangsa bukan untuk memfitnah atau menjatuhkan sesama ahli ekonomi.

    Boediono bukan lulusan Berkeley. Yang Mafia Berkeley adalah Menteri2 ekonomi Orde Baru termasuk bapak nya Prabowo, Prof.Soemitro. Jadi Kwik jangan memfitnah Boediono dan membohongi rakyat. Bersaiglah yang sehat untuk kemajuan bangsa, bukan jadi tukang fitnah.

    Rakyat sudah tahu kalau Kwik Kian Gie, Hendri Saparini, dan Drajad Wibowo adalah tim sukses nya JK. Jadi enggak usah menyerang atau mefitnah Boediono yang sejak duluh sudah menulis buku Ekonomi Panca Sila bersama Prof.Mubyarto. Bagaina mungkin Boediono yang sudah menulis buku Ekonomi Panca Sila di bilang Neolib.

    Jadi buat Kwik dan Saparini yang ilmu ekonomi nya jauh dibawah Bodiono yang sudah disebut Begawan Ekonomi, bersainglah dengan sehat untuk kemajuan bangsa, jangan cuma jadi preman politik ekonomi dengan memfitnah.

  14. Purwa June 2, 2009 at 3:10 am

    Sudahlah nggak usah pada ribut, emangnya pada mau dapat apa sih kalo SBY jadi presiden lagi?
    Dijanjiin surat sakti buat nyari utang ke Bank Dunia dan IMF ya?

    Owalah… Lha koq bodoh mat-amat kalian!!!
    Bank Dunia dan IMF itu bisnisnya orang2 yahudi. Mereka nggak pernah mbantu kita, tapi nyekik-kik kita, menghisap SDA kita, mengotori darah kita yang selanjutnya mengotori hati dan otak kita.

    Owalah… Lha munafik amat kalian!!!
    Katanya anti zionis, lha koq mendukung calon presiden-wakil presiden yang sohib sama Bank Dunia dan IMF. Amit-amit…!!!

    Dengerin nih omongan Prabowo: Di Bank Dunia dan IMF itu bukan hanya urusan ekonomi, tapi juga urusan politik.

    Kalian selama ini dijajah secara ekonomi dan politik koq nggak sadar-sadar!!!
    Kalian dholim. Dholim pada diri sendiri dan -yang lebih parah- kalian dholim pada pemilih kalian.

    Sadar boeng…!!! JANGAN LANJUTKAN boeng…!!!

  15. cilik June 3, 2009 at 1:12 am

    pak kwik kok sekarang jadi aneh ya, pak kwik seharus nya sekarang lebih banyak tamasya nich supaya bisa segar dan stress pun hilang.

  16. alek June 4, 2009 at 5:56 pm

    bermuka dua kwik antek neolib yg suka beri saran bu mega jual aset bangsa !

  17. Andhi June 15, 2009 at 2:28 pm

    Pak Kwik jaman bu Mega anda sering kritik menteri yg jual bumn spt laksamana sukardi padahal satu partai.Bantu bu Mega yg total dong jangan setengah2!!!!!!!!!

  18. Botakben June 15, 2009 at 5:21 pm

    Sudahlah…. pak kwik gak usah banyak complain.
    Jangan selalu melihat kekurangan seseorang, Boediono sudah banyak berjasa memajukan ekonomi dan Boediono lebih pandai & pengalaman dibandingkan dengan pak kwik.
    Pak kwik sudah tua…..sudah saatnya istirahat !!!!

  19. Kwik Shu Ming June 16, 2009 at 2:09 am

    Kwik Kian Gie menuduh Boediono Noelib , berarti mulut kwik mulut CIBAI.
    Silakan saja pak kwik berpolitik , kampanye dan bebas berpendapat , namun yang santun dan beretika.
    Sebaiknya promosikan capres & cawapres yang anda dukung, tak perlu menjelekkan orang.

  20. H. Taufik Nurhadi January 20, 2010 at 9:20 pm

    Dari segi psikolinguistik, saya menangkap ada unsur kebencian berdasarkan perkataannya terhadap Budiono. Analog kodok yang dikemukakan menunjukkan pemikiran yang terkilir. Apa bisa pembenarannya didasarkan pada fakta yang dikemukakan anak 5 tahun itu benar? Jangan-jangan Pak Kwiek akan membenarkan pula pernyataan anak bahwa pensil yang ada digelas itu bengkok. Kalau P.Kwiek menyatakan Budiono sebagai antek neolib, apa tidak mungkin orang akan mengatakan anda antek Cina? Ingat dengan terpuruknya ekonomi Indonesia semisal terjadi ceos, siapa yang diuntungkan? Ya Cina. Kita semakin tidak bisa bersaing dengan mereka. Kembali masalah persaingan ekonomi antar negara. Tapi, pernyataan tersebut tentu perlu dipertanyaan kebenarannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone