Kubu SBY: yang Neoliberal Itu Justru Megawati

Hayono Isman

Hayono Isman

Mereka menunjuk penjualan BUMN Indosat dan kapal milik Pertamina.

Tuding-menuding bertema neoliberalisme semakin panas. Kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, menunjuk pemerintahan Megawati Soekarnoputri sebenarnya yang neoliberal.

Yang neoliberal itu justru pemerintahnya Megawati,” kata Ketua Dewan Pembina Gerakan Lanjutkan SBY, Hayono Isman. “Pernah kejadian di era Megawati, penjualan Indosat dan kapal tanker kepada pihak asing,” katanya dalam sambutan kepada kader-kader Gerakan Lanjutkan SBY di markas besar mereka di Jalan Cikajang, Jakarta, Sabtu 23 Mei 2009.

Lalu SBY, kata Hayono, berusaha mengkoreksi kebijakan pendahulunya itu. Jadi, ujar Hayono, “tudingan neoliberal kepada Boediono itu adalah akal-akalan public relation untuk membentuk persepsi. Ini yang akan kita lawan secara tegas,” ujarnya.

Politik, kata Hayono, adalah soal persepsi. “Kita tidak boleh black campaign, tapi kalau dalam situasi terpaksa, kita boleh menggunakan negative campaign,” katanya.

Boediono memang merasa dituding sebagai neoliberal dalam polemik yang mengemuka menjelang Pemilihan Presiden 2009 ini. Boediono melalui juru bicaranya, Rizal Mallarangeng, menyatakan bukanlah neoliberal. Boediono dalam setiap kebijakan yang dibuatnya saat menjadi menteri selalu mendasarkan diri pada peraturan perundang-undangan.

Sumber :  Arfi Bambani Amri, Yudho Rahardjo VIVAnews

25 Responses to Kubu SBY: yang Neoliberal Itu Justru Megawati

  1. RANI May 24, 2009 at 7:36 am

    Waduh orang-orang ini yang diributin NEOLIB itu apaan sih ? Saya rakyat kecil tidak tau tuh !!! Udah lah yang penting bikin negara ini maju lagi, jangan tertinggal sama negara lain. Malu dong jadi negara budak alias negara yang bisanya mengirim TKI / TKW ke luar negeri. Alias pemerintah cuma pingin bersih dapat penghasilan dari devisa dengan mengirim rakyat kecil menjadi pembantu. Yang dikirim tuh orang-orang ahli dong, ngajar di negara lain…nah itu baru membanggakan. Dari hasil devisa tenaga ahli itu bikin deh lapangan pekertjaan buat wong cilik. Itu namanya ciamik. Gak usah lah ribut istilah-istilah yang rakyat nggak ngerti. Ribut soal NEOLIB itu kan cuma mau nunjukin dirinya siapa yang pinter. Bagi rakyat kecil yang penting hari ini bisa dapat duit apa nggak, bulan depan bisa utang lagi nggak. Nah itu masalah yang harus diselesaikan kenapa rakyat kecil begitu susah dapat uang. Kalau Bu Mega jual-jual asset, saya rasa itu naluri seorang ibu rumah tangga. Coba aja deh liat kehidupan rakyat kecil, kalau lagi gak dapat hutangan kan jual barangnya supaya bisa makan, bayar listrik, kasih uang jajan anak, dan lain-lain. Hal yang wajar untuk mengatasi krisis keuangan.

  2. Wisnu May 25, 2009 at 2:57 pm

    Isu penjualan BUMN di era Pemerintahan Megawati adalah isu murahan, yang dilakukan oleh lawan politik yang tidak bertanggungjawab dan bertujuan untuk menyesatkan dan membohongi rakyat.

    Apa jadinya bila SBY kembali menjadi Presiden RI, caranya saja sudah tidak baik dengan membohongi rakyat.

    “Apa orang-orang tidak baik ini mau dilanjutkan?”

    Penjualan BUMN ini dilakukan pada BUMN-BUMN yang menjadi sarang para koruptor dan yang dijualpun hanya sebagian kecil saham BUMN tersebut.

    Penjualan BUMN di era Pemerintahan Megawati merupakan “perintah dari MPR”, dimana Partai Golkar, PAN, dan PKB terlibat di dalamnya.

    Megawati hanya menerima proses yang telah dikerjakan oleh Gus Dur.

    Dasar hukum privatisasi/penjualan BUMN adalah :

    1. Tap MPR No. IV/1999 bahwa BUMN/BUMD harus efisien, transparan dan profesional. BUMN yang tidak berkaitan langsung dengan kepentingan umum didorong agar dilakukan privatisasi melalui pasar modal.

    2. Tap MPR No.VIII/2000 bahwa program restrukturisasi dan privatisasi BUMN dilaksanakan secara transparan sesuai dengan target yang ditetapkan dalam APBN tahun 2000. privatisasi agar dilakukan secara selektif dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan DPR.

    3. Tap MPR No.X/2001, harus dilakukan penyusunan “action plan” yang komprehensif termasuk kerangka regulasi sektoral yang disepekati bersama DPR.

    4. Tap MPR No.VI/2002 juga menegaskan bahwa privatisasi BUMN harus dilakukan secara sangat selektif, transparan dan hati-hati setelah berkonsultasi dengan DPR.

    5. UU No.25/2000 tentang program Legislasi Nasional (Propenas) ditegaskan bahwa kriteria privatisasi dilakukan terhadap kegiatan usaha yang bukan merupakan kepentingan umum yang sangat strategis.

    6. UU No. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

    Kebohongan kubu SBY berikutnya adalah, sebenarnya SBY juga melakukan penjualan aset negara, yaitu :

    1. Penjualan 25,31% saham aset PT PGN Tbk.
    2. Penjualan 15 % saham PT BNI Tbk.
    3. Penjualan 31,7 % saham PT Wijaya Karya Tbk.
    4. Penjualan 30 % saham PT Jasa Marga Tbk.

    Belum lagi mengenai kegemaran SBY berhutang ke negara lain seperti (ADB) yang terakhir kemarin di Bali, kegagalan tim ekonomi SBY, SBY yang selalu tunduk dan takut kepada Amerika padahal Amerika ini dikendalikan oleh orang-orang Yahudi, sebenarnya masih banyak kebohongan-kebohongan yang dilakukan SBY-JK pada saat mereka memerintah, tapi saya yakin masyarakat lebih pandai daripada tim sukses SBY-Boediono, dan saya juga yakin para pembaca lebih tahu fakta-fakta yang terjadi selama SBY-JK memerintah.

    “Apakah orang seperti ini mau tetap dilanjutkan?”

  3. Adi Utama May 26, 2009 at 11:13 am

    Btul, sekarang ini muncul wacana bahwa rakyat miskin berkurang, pengangguran berkurang, sekolah gratis, pertumbuhan ekonomi sekian persen, dll. Itu semua hanyalah wacana saja, secara realistis sesungguhnya masih ground-zero.
    Wacana ini tak dibahas lebih lanjut lantaran keburu sibuk persiapan pemilu. Data dan fakta berkata lain. Miskin diguyur dengan BLT, sekolah gratis cuma di TV, lapangan kerja kalaupun bisa kerja ya hanya amatiran alias outsorcing atau kontrak berjangka, paling lamaaa ya 2 tahun. Sudah itu nganggur lagi.
    Entah kenapa menjelang pilpres ini tiba-tiba muncul tukang-tukang kecap, menawarkan dagangannya bukan pada rakyat kecil, malah pada pentolan partai-partai.
    Entahlah, bangsa ini bangsa apa ya, kok sulit banget diubah tabiatnya untuk jadi benar ya?. Mudah bohong, mudah ngibul, mudah janji, mudah koalisi kalau ditawari posisi. Kalian tanpa rakyat jadi apa sich?

  4. Adi Utama May 26, 2009 at 12:58 pm

    Aku sungguh cinta bangsa ini, tapi aku belum tentu cinta pemimpin yang memerintah saat ini, sungguh!. Kenapa? Aku tak merasakan kemudahan-kemudahan. Budaya dikit-dikit bayar masih saja mewabah hingga di kampung-kampung. Bikin KTP ya bayar, lha yang butuh KTP itu rakyat atau negara?.
    Rakyat ini dari lahir sampai meninggal harus bayar pada pemerintah. Bikin akta kelahiran bayar, remaja bikin KTP bayar, kawin punya rumah bayar PBB, punya kendaraan bayar pajak kendaraan dan lubang-lubang jalan bisa celakakan kita kalau lengah, kerja pendapatan gak seberapa bayar PPH, dagang kaki lima bayar retribusi, walau bayar masih saja dikejar bak pencuri, sakit di puskesmas bayar, mati dikubur bayar pajak lagi. Pencuri uang negara milyaran bisa ketawa-ketiwi sambil menikmati jarahannya. Ada polisi diam, tentara dia, jaksa asal udah ditutup amplop juga diam. Ini sebuah sakit yang sistemik.

  5. sunarti May 26, 2009 at 9:33 pm

    neoliberal itu apa aku dak tahu yang ku tahu menteri jamannya megawati yang suka jual aset negera yang strategis buat lunasi utang IMF ,korupsi massal para dewan waktu itu seperti direncana mentang -mentang mayoritas dewan dari partai berkuasa ,kalau pemimpinnya waktu itu bagus kenerjanya dak mungkin ditinggalkan pengikutnya dalam pilpres 2004

  6. RANI May 26, 2009 at 11:06 pm

    Wah pak Wisnu datanya lengkap sekali. Kenapa tidak diuraikan di media TV pak. Biar mereka tidak terlalu banyak omong dan menjelek-jelekan kandidat lain. Terima kasih informasinya Pak. Maju terus Pak Wisnu !

  7. Janson May 27, 2009 at 2:19 am

    STOP SBY JANGAN LANJUTKAN!!

    Indikator dibawah ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa SBY telah gagal untuk mengemban tugas yang dipercayakan oleh rakyat yaitu kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

    a. Peringkat IPM Indonesia tahun 2007 berada di urutan 107 dari 177 negara. Sudah semakin jauh tertinggal oleh Singapura (peringkat 25), Brunei Darussalam (30), Malaysia (63), Thailand (78), dan Filipina (90), peringkat Indonesia juga sudah terkejar oleh Vietnam (105) yang pada tahun 2006 berada di peringkat 109.
    b.Menurut Data BPS maka per periode Maret 2008 jumlah orang miskin di Indonesia adalah sebesar 34,96 juta orang (15,42 persen)
    c.Jumlah total utang negara Indonesia hingga akhir Juli 2008 sudah mencapai sebesar Rp 1.462 triliun, yang terdiri atas jumlah utang luar negeri sebesar Rp 568 triliun atau 62,3 miliar dollar AS sedangkan SUN senilai Rp 894 triliun.
    d.Pada 2006 survei index korupsi mencakup 163 negara, Indonesia berada pada peringkat 130 dari 163 negara tersebut dengan nilai indeks 2,4. dan Pada 2007 survei mencakup 180 negara. Indonesia berada pada peringkat 143 dari 180 negara tersebut dengan nilai indeks 2,3.

    STOP BOHONGIN RAKYAT. SELAMATKAN BANGSA INI DARI ANTEK-ANTEK AMERIKA.

  8. tito May 27, 2009 at 9:56 pm

    HIDUP SBY-Boediono..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  9. Mpok Upik May 27, 2009 at 10:00 pm

    Saya rakyat kecil, udah capek liat berita yg isinya saling mencela, pendendam. Saya cm butuh makan bukan kata2 yg seperti itu. Hidup SBY Berbudi.

  10. pangeran_roy May 29, 2009 at 12:20 am

    INGAT SAUDARA – SAUDARAKU, JANGAN SAMPAI MUNCUL DIKTATOR BARU..
    CIRI DIKTATOR ” TIDAK MAU DIKRITIK” TERLALU SENSITIIIF… JADI INGAT SUHARTO DEH, WAKTU ITU SUHARTO JUGA TIDAK SUKA DIKRITIK. MAU KEMBALI KE MASA ITU????

  11. IkiCumanWongcilik May 29, 2009 at 5:36 am

    pro pangeran kesiangan, beda antara kritik dan fitnah. Kritikan berdasarkan fakta dan bersifat membangun, sedangkan yg dilakukan lawan2 kubu SBY adalah memfitnah dgn memprovokasi rakyat yg msh terbelakang termasuk loe !.

  12. Melfa Emka May 29, 2009 at 10:32 am

    Mau Neoliberalisme..mau Neol Amstrong, mau lampu Neon…

    Yang dlihat pola pikir saja…..lihat pola pikir pimpinan anda…
    adakah untuk kemajuan..adakah untuk kemerdekaan…

    Siapa yang mau mendengar..melaksanakan….dan memelihara..
    itu yang menang..

    “Seorang pemimpin harus memiliki pengetahuan, logika, teori digabung dengan emosi dan perasaan, dapat menangkap kebutuhan bawahannya, memiliki konsep yang luas berwawasan dan terbagi2 dengan menerima perbedaan pendapat ataupun konsep untu mencapai target yang menjadi tujuan dan menciptakan lingkungan yang fositif disekitarnya”

    Itu semua cuma ada di JK (Jusuf Kalla)

  13. si komo May 29, 2009 at 12:59 pm

    Weleh weleh…ini opo toh…si komo mau lewat, koq macet ya…..

    HIDUP MEGA PRO!!! Koq pada sirik ya sama kudanya Prabowo…….

  14. si komo May 29, 2009 at 1:02 pm

    PAk HAyono Isman itu kayak kutu loncat ya…. dulu jamannya pak Harto partainya GOLKAR, sekarang mengaku reformis dan masuk partai DEMOKRAT!! Wah..wah…wah… ngidam jadi mentri ya pak…????

  15. ipoel May 29, 2009 at 2:11 pm

    SBY YES……. Megawati Modaro kono…..

  16. hera May 29, 2009 at 6:11 pm

    AssWW – saya hanyalah rakyat kecil, tapi pusing banget liat elit politik pada mo ribut pengen jadi penguasa, dan saya mo nanya kenapa Bu Mega terlalu amat benci ma Pak Sby, apakah hanya karena pak Sby menjadi pilihan rakyat, dan wajah anda yg selalu sinis, tolong rubah gaya ibu kalau rakyat mau tetep cinta sama ibu, dan apakah Bu Mega juga tidak bosan jadi Pimpinan PDIP, berikan dong sama Pa Pramono Anum, yaaa wizzz aku pilih,,,,, SBY PRESIDENKU, Viva SBY_BUD

  17. Solichin May 31, 2009 at 2:44 am

    Ya tetep pilih SBY to…. Gak usah Mega…….. Mega dipakak ne boyo we dilepeh kok .

  18. pangeran_roy May 31, 2009 at 9:02 am

    pro: IkiCumanWongcilik:
    tuh kan, SENSITIF dan gak mau dikritik, pendukungnya aja kayak sampean.. weleh weleh. giman SBYnya? pantas suka uring-uringan..
    mau fakta? liat website IMF, Boediono itu masih gubernur IMF sampai sekarang, antek Neolib. itu fakta bukan fitnah.

  19. Ra neko neko June 2, 2009 at 9:32 pm

    kritik-kritiakan boleh ..sewot-sewotan juga boleh ..wong lagi adu jago kok. Jagone sopo .Yo SBY Berbudi ; JK-W ; Mega Pro. Sing penting pada nyoblos . Nek ra seneng karo SBY nyoblos Jk/Mega. Ra seneng Mega nyoblos SBY .Nek ga onok sing seneng … modar wae… isone kok nuntuuuuuuuuut …

  20. jordan pradana June 23, 2009 at 9:52 am

    JANGAN PILIH PEMIMPIN YANG MEMPUNYAI SIFAT PENDEDAM,
    PENDEDAM ITU MALAH NENEKNYA NEOLIB……………………………………………..
    SEPERTI MEGAWATI ITU…….. KALAH PILPRES KOK DENDAM………………..

    LANJUTKAN BAPAK SBY-BOEDIONO…………..MASAKU MENDUKUNGMU………

    “SBY PRESIDEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNKUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU”

  21. Lucky June 25, 2009 at 1:32 pm

    Kemiskinan, tatkala ia dipandang sebagai aib, tidaklah lahir dengan sendirinya. Kemiskinan tumbuh subur melalui proses ketidakadilan yang dibuat manusia. Situasi sosial, politik, ekomi, dan budaya yang tidak berpihak pada kaum miskin, menjadi salah satu pemicu utama mengakarnya kemiskinan itu…………………………………..DUKUNG EKONOMI KERAKYATAN DAN 8 PROGRAM AKSI UNTUK KEMAKMURAN RAKYAT…….HIDUP MEGA PRO……kirim pesan dukungan melalui BLOG RELAWAN MEGA PRO……….pesan Anda akan tersebar luas……………http://relawan-megapro.blogspot.com/

  22. Abie soeprahono July 1, 2009 at 11:54 am

    @jordan pradana. Megawati seorang pendendam? Hmm..Saat dia pegang kekuasaan tertinggi..Apa dia bls dendam pd keluarga soeharto? Apa di bls dendam n usut sby yg nurut komnas ham terlibat peristiwa 27 juli? Anda tau 27 juli? Pendendam? Plz d

  23. edie July 1, 2009 at 12:35 pm

    lah yang menjual kan era megawati memang, tapi yang jadi motornya kan budiono saat menjabat mentri, dan sri mulyani direktur imf saat tho, jadi megawati hanya penanggung jawab, tapi budiono, sri mulyani dan laks otak dan motornya.

    aneh-aneh saja. yang menjual budiono yang dituduhkan megawati, seperti penyebar selebaran di medan, pelakunya orang demokrat, dituduhkan orang orang tim lain, tujuannya ya seperti pemilu lalu, membangkitkan kesan seolah SBY terdzolimi sehingga masyarakat indonesia kembali bersimpati kepada SBY dan pasangan.

    HATI-hati, terhadap antek penjual kekayaan negara.

  24. edie July 1, 2009 at 12:41 pm

    @Ra neko neko
    kalo yang gak ada pilihan sing di senengi, pilihan terbaik ya tidak milih. tidak milih kan juga pilihan tho. kalo modar bukan pilihan, tapi keputusasaan.

    pilihan terbaik kalo gak suka ketiga calon……………………………………………….

    adalah memilih untuk tidak milih.

  25. edie July 1, 2009 at 12:43 pm

    atau ayo kita pilih lanjutkan…………………………………………………………….
    kalo pengen jadi lebih melarat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone