Target Pertumbuhan Mega-Prabowo Dinilai Tidak Realistis

May 24, 2009 by pemiluindonesia.com 

Megawati - Prabowo

Megawati - Prabowo

Target pertumbuhan ekonomi yang disampaikan pasangan calon presiden Megawati-Prabowo dinilai tak realistis. “Nilainya dua digit, 10 persen per tahun. Saya rasa itu tidak realistis,” kata pengamat ekonomi dari Universitas Padjajaran Kodrat Wibowo usai diskusi polemik neoliberalisme dan ekonomi kerakyatan di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta (23/05).

Menurutnya, target itu tidak mungkin, sebab Indonesia adalah bagian dari ekonomi internasional yang pertumbuhannya hanya 4 persen. “Kalau hanya satu digit, 7 persen atau 8 persen masih masuk akal,” ujarnya. Asumsi seperti itu, lanjutnya, harus dijabarkan dengan jelas apa faktor pendorongnya.

“Dari faktor konsumsi apa yang didorong konsumsinya, kalau investasi apa betul mau ngambil dari luar, atau pajak ditarikin. Jadi realistis tidak,” ujar Kodrat. Asumsi 10 persen itu, menurutnya, mungkin terjadi jika semua sudah stabil, krisis global sudah selesai. “Mungkin setelah lima tahun ke depan ya, mungkin lebih”.

Yang menarik disimak, kata Kodrat, justru pernyataan Jusuf Kalla, sebab keinginan Kalla untuk mandiri dengan asumsi 8 persen cukup masuk akal. “Artinya dia ingin meramaikan pergulatan ekonomi dunia, tak lagi jadi objek tapi ikut bermain,” ujarnya.

Kedepan, kata Kodrat, asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan 5,5 persen sampai 6 persen. “Idealnya 5-6 persen, kalau 6,5 persen itu sudah luar biasa,” ujarnya.

Tim sukses Megawati-Prabowo, Sjukrianto Yulia, membantah bila angka pertumbuhan yang disampaikan tidak realistis. “Itu mungkin saja jika tim ekonomi pemerintah bekerja dengan tepat, cepat dan baik,” ujarnya.

Sjukrianto mencontohkan Cina yang berhasil survive saat krisis global dan ekonominya maju walaupun ada proteksi pada bidang tertentu. Kuncinya, kata dia, adalah konsentrasi pada elemen pokok pertumbuhan, yakni konsumsi, investasi, belanja pemerintah, ekspor dan pembatasan impor. “Itu yang akan kita lakukan sebagai syarat untuk mencapai angka pertumbuhan itu,” ujarnya.

Efisiensi APBN juga harus jadi salah satu fokus. “Faktanya kan sekarang bocor 30 persen atau Rp 300 triliun. Ini yang akan diefisienkan untuk peningkatan konsumsi, investasi, dan lain-lain”.

Sumber : TITIS SETIANINGTYAS tempointerkatif

Berbagi Informasi Pemilu 2009:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • LinkedIn
  • Live
  • Print this article!
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Berita Terkait

Komentar

29 Responses to “Target Pertumbuhan Mega-Prabowo Dinilai Tidak Realistis”

  1. RANI on May 24th, 2009 7:50 am

    Menurut saya wajar saja pertumbuhan yang diharapkan sampai 10 %. Saya lihat acara Save OUR Nation dimana tokoh yang bicara adalah Rizal Ramli. Oleh beliau diuraikan bagaimana cara untuk mencapai angka 2 digit tsb, sangat realistis. Coba deh para politikus minta TVONE untuk ulang tayang acara tsb. Simak baik-baik. Saya aja rakyat kecil bisa ngerti jalan pikiran Mr. Rizal Ramli apalagi anda semua. Angka tersebut dikatakan tidak masuk akal, sebab yang bicara adalah para pejabat yang tidak mau fasilitas-fasilitasnya dikurangi. Coba pejabat tidak dapat gaji dan fasilitas seperti para pengurus kampung pasti pertumbuhan ekonomi negara ini bisa lebih dari 10%.

  2. ARI on May 24th, 2009 12:16 pm

    Prediksi realistis atau tidak itu tergantung netralitas si pengamat atau kritikus. Percuma diperdebatkan karena semua dalam kondisi menyimpan rahasia strategi yang hendak dijalankan. Setiap pendapat masih mengundang pro dan kontra.

  3. hanif on May 24th, 2009 5:06 pm

    realistis dan tidak realistis nya itu gimana masyarakat bisa menyokong pemerintah yg nanti akan maju sebagai presiden pilihan rakyat. pemerintah udah susah payah, tapi rakyat nya gitu2 aja ya jgn nyalahin pemerintah terus..

    tapi sebagai anak yg kuliah di jurusan bisnis. pendapat dosen unpad tersebut justru masuk akal. memang kemajuan pertumbuhan ekonomi tiap tahun itu rata2 3-5%. yg 10% itu dasar nya apa. dan apakah dalam tahun pertama bisa, saya jamin ga akan bisa dalam tahun pertama.. kecuali ada mukjizat dari yg diATAS.

    mohon maaf jika terdapat kesalahan. wassalam

  4. IkiCumanWongcilik on May 25th, 2009 5:10 am

    gw sih lebih percaya pengamat ekonom unpad krn dia memang terpelajar, daripade yg asbun nggak pernah belajar ekonomi, sebut aje 20%…30%… mumpung lg kampanye cari simpatisan.

  5. Wisnu on May 25th, 2009 3:24 pm

    Apabila Megawati-Prabowo terpilih menjadi Presiden RI Perode 2009-2014, akan banyak terbuka lapangan pekerjaan, SBY mengatakan dengan modal 5 Triliun rupiah dia bisa menyerap 400 ribu tenaga kerja.

    Tapi bila Megawati-Prabowo terpilih menjadi Presiden RI Perode 2009-2014, akan terserap 12 juta tenaga kerja.

    Caranya bagaimana?

    Dengan modal yang sama yaitu 5 Triliun rupiah, Megawati-Prabowo akan memanfaatkan 2 juta hektar are (ha) hutan yang rusak untuk dijadikan perkebunan aren, dimana pohon aren ini bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar alternatif yang harganya lebih murah dibandingkan bahan bakar yang ada sekarang.

    1 ha perkebunan aren dikerjakan oleh 6 tenaga kerja.

    1 juta ha perkebunan aren dikerjakan oleh 6 juta tenaga kerja.

    2 juta ha perkebunan aren dikerjakan oleh 12 juta tenaga kerja.

    Maka bukannya tidak mungkin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai “dua digit per tahun”.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan nilai “dua digit per tahun” pasti dan harus tercapai, karena hasil dari salah satu faktor pendukungnya saja menunjukan angka yang sangat luar biasa dan itu pasti bisa dicapai oleh Bangsa Indonesia.

    Bagaimana jadinya jika kita dipimpin oleh orang yang pesimis (kalah sebelum berperang/tidak bersemangat untuk bekerja).

    Apakah orang seperti ini pantas untuk menjadi Presiden RI Perode 2009-2014?

    Apakah orang yang tidak berhasil dalam mengelola ekonomi bangsa ini mau tetap dilanjutkan?

  6. Satochid Sosrodiredjo on May 25th, 2009 7:54 pm

    Memangnya pohon2 itu begitu ditanan setahun kemudian bisa menghasilkan devisa, sampeyan2 niku tho mas mbok berpikir secara realitis. Cina bisa melakukan karena mereka SDM nya siap dan manufakturnyapun siap semuanya siap deh termasuh moneynya ribuan trilyun cadangannya (cadangan itu paling besar didunia dan tidak ada yang mengalahkan) Selain SDM yang siap manusianya itu pada tekun-tekun ngak malas kayak sampeyan.
    Yang paling wajar adalah antara 6 s/d 7,5 % lah. Bukan pesimis sampeyan yang goblok gitu.

  7. Solichin on May 25th, 2009 10:38 pm

    Wah kebanyakan gombal

  8. wisnuoon on May 25th, 2009 10:58 pm

    Wisnu…dasar dodol…bakat mu hanya jd tukang mimpi,mang mudah mikir masalah ekonomi di saat krisis ..msh untung negara ini nga terlalu kena dampak nya….kelola negara bukan seperti kelola kebun apalagi kebon aren..dsar otak udang loe….kok buka lahan aren…msh banyak faktor2 yg lain bung….maka nya kl omong yg kualitas..jgn seperti Mega…janji doang..tp otak kosong….kayak dasar bego………

  9. Ery S on May 25th, 2009 10:59 pm

    sebelum ada BLT kebutuhan pokok RT,saya Rp.150.000 s/d Rp.300.000.,sekarang ini Rp.600.000 s/d 800.000., ini sungguh sangat tidak adil,bagi org kecil sama artinya penindasan,semoga yang punya kebijakan ini di bukakan hatinya oleh tuhan YME.dan di ampunkan dosanya krn membuat rakyat yang masi sekarat.

  10. Chardo on May 26th, 2009 2:01 pm

    Yang penting lebih banyak lebih baik, kalau targetnya 2 digit, tapi yang tercapai cuma 7 % ya gak papa, kan yang penting hasilnya tetap bagus.. Daripada target 7 % kalau nggak berhasi cuma bisa 4 %….

  11. bunga_septia on May 26th, 2009 5:17 pm

    Ini maslah kebun ya realistisnya 0,5 - 1,5 orang per ha. Kalo sampai 6 orang per ha itu gak kerja tapi ngrumpi. Kalo 1 juta ha paling bisa 500000-1500000 orang. Baru realistis.Kalo sampai 2 juta berarti rumah mas Wisnu tergusur buat kebun aren. Gak nyesel mas?

  12. RAKYATKECIL on May 26th, 2009 10:53 pm

    Gw rakyat kecil biar miskin kagak mau dibilang rakyat miskin. Gw kagak setuju dengan BLT soalnya gw dianggep pengemis. Gw gak mau jadi pengemis!!!!!! Gw mau MEGA PRABOWO yang tidak melecehkan kami!!!! Loe pada mikir dong BLT itu bayar di belakang, jadi rakyat kecil ky gw ini disuruh puasa dulu 2-3 bulan baru dikasih duit, apa gak norak tuh. Yang jelas GW KAGAK MAU DIJADIKAN PENGEMIS!!!!!

  13. Netral on May 26th, 2009 11:25 pm

    Yang otak udang dan yang tidak berkualitas justru komentar WISNUOON. Terbukti membuat nama samaran saja pake OON.

  14. Wisnu on May 27th, 2009 4:39 pm

    Mari rebut kembali kedaulatan rakyat…

    Ke depan, rakyat Indonesia mempunyai pilihan-pilihan yang sangat penting, yakni pilihan terhadap sistem ekonomi yang selama ini dianggap salah sehingga harus segera diganti.

    Pilihan di depan kita, sangat-sangat penting, sangat sangat sederhana.

    Pilihan rakyat adalah apakah kita mau melanjutkan sistem yang salah?

    Apakah mau melanjutkan sistem ekonomi yang tidak berhasil dan tidak membawa kesejahteraan bagi rakyat?

    atau kita kembalikan bangsa Indonesia kepada rakyat?

    Mari berjuang bersama Megawati-Prabowo merebut kedaulatan kembali ke tangan rakyat

  15. Wisnu on May 27th, 2009 5:16 pm

    Cawapres Prabowo Subianto mengatakan, kebijakan pemerintah membebaskan impor susu dengan pajak 0% yang dilakukan baru-baru ini dianggap tidak sejalan dengan visi misi ekonomi kerakyatan.

    Menurut dia, kebijakan tersebut telah menghancurkan para peternak susu di Indonesia. “Membebaskan impor susu oleh pemerintah saya anggap sebagai tindakan neo liberal yang tidak sejalan dengan ekonomi kerakyataan yang kami usung,” kata Prabowo, mantan Pangkostrad.

    Prabowo meminta dukungan kaum perempuan untuk mendukung Megawati menjadi presiden. Alasannya, sosok Megawati merupakan satu-satunya calon perempuan yang memperjuangkan hak rakyat untuk memperoleh kesejahteraan.

  16. Mbah on June 5th, 2009 2:41 pm

    Yang Bilang Tidak Realistis Itu Orang Yang Banyak Mengorupksi Uang Rakyat dan Tidak Ingin Rakyat Indonesia Menjadi Sejahtera.

  17. nameless on June 5th, 2009 3:41 pm

    untuk bung wisnu analisa anda SANGAT DANGKAL, karena hitung2an matematika sederhana tidak bisa untuk mengukur tingkat penyerapan tenaga kerja, perlu dilihat juga apakah 2 juta lahan aren menghasilkan persis 2 kali lipat dari 1 juta ha lahan aren. Kalau tidak maka perlu direvisi lagi.

    Antara pendapatan dan pengeluaran juga perlu dikaji lebih mendalam lagi, tidak bisa mengatakan 1 juta ha menyerap 6 juta tk, maka 2 juta ha menyerap 12 juta tk. Silahkan kuliah dulu di fakultas ekonomi.

  18. wong miskin on June 5th, 2009 3:55 pm

    Iya..pemerintah dan DPR cuma mikirin diri sendiri, naikin gaji sekarepe dewe…udah gitu minta fasilitas macam-macam… Kasih BLT cuma rp.100rb/bln, udah gitu di rapel ke belakang lagi… Apa cukup rp.100rb utk hidup 1 bln… hitungan dari mana tuh… Ngebodohin rakyat miskin spy dapat nama. Dosa tahu pak….Gwe biar miskin, ogah minta BLT…gwe bukan pengemis…mendingan gwe jd pemulung dr pd dianggap pengemis sama pemerintah. Gwe jg gak mau minta srt keterangan miskin…ihhhh..bener-bener kejem yak… mentang-mentang miskin dihina pake surat. Makannya ada tsunami, gempa bumi, bencana situ gintung,, habis pemimpinnya pada kualat dan suka boong…… Amit…amit….siap2 aja kalo SBY kepilih kita bakalan dpt bencana lagi….. walahualllammmm……

  19. Tsunami on June 5th, 2009 3:57 pm

    Sing sabar…..ojo pada ribut. Nanti aku sambangin lagi loh…… hayooo…gimana??

  20. Mbah on June 8th, 2009 10:37 am

    Bagi Guex Ngak Usah MULUK - MULUK Decch .
    Mega-Pro Menang Sembako Murah.
    Buruh PT Kerja Ngak Dikontrak-kontrak.

  21. Wisnu on June 9th, 2009 4:53 pm

    yang tidak realistis justru datang dari kubu SBY, hal ini makin jelas nampak akhir-akhir ini. Tindak-tanduk mereka semua seperti kebakaran janggut, mereka mulai memperlihatkan watak asli mereka yang selama ini berhasil ditutupi.

    Mereka mulai menebar amarah ketika mereka mengetahui bahwa kandidat Capres dan Cawapres lain ternyata memiliki pemikiran yang sangat jenius. Mega-Prabowo dengan sistem ekonomi kerakyatan yang mampu membuat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai Double Diggit dan JK yang terus menghembuskan isu JK Collection-nya.

    SBY dan antek-anteknya ternyata kebingungan, karena mereka tidak punya rencana kerja lain selain melanjutkan sistem ekonomi neoliberalnya, tapi untuk mengelak dari hal tersebut kemudian SBY menyatakan bahwa dia akan menjalankan SISTEM EKONOMI JALAN TENGAH (ditayangkan di stasiun tv swasta).

    Padahal jika dicari sampai hari kiamat pun, Mazhab “SISTEM EKONOMI JALAN TENGAH” yang di kumandangkan oleh SBY tersebut tidak akan pernah dapat ditemukan. Karena dalam ilmu ekonomi tidak dikenal dengan yang namanya “SISTEM EKONOMI JALAN TENGAH”

    Menurut saya, hal ini dia lakukan karena :
    1. SBY lah sebenarnya yang hanya bisa menghembuskan angin surga.
    2. SBY memang sudah tidak tahu lagi apa yang harus dia katakan kepada rakyat, karena memang pada kenyataanya kandidat Capres dan Cawapres lain kualitasnya jauh lebih baik daripada SBY sendiri.

  22. PENGAMEN on June 10th, 2009 12:02 am

    yang penting bagi aku penumpang di kendaraan umum baik2, jadi aku bisa ngamen lagi coy, daripada mikirin presiden….

  23. d2 on June 10th, 2009 5:24 am

    di kamboja waktu jaman khmer merah, smua org2 kota dipaksa ke persawahan / perkebunan,untuk menjalankan ekonomi kerakyatan , tidak ada modal asing yg leh masuk,rakyatnya dibodohi dgn jargon2 kerakyatan,tidak ada modernisasi alat, smua harus pake cangkul/skop/dll …… MAU ? ( 3 jaringan gsm mu )

  24. Mbah on June 10th, 2009 11:35 am

    Itu Dulu Dikamboja, Tapi Kalau Diindonesia Dgn Konsep Ekonomi Kerakyatan Mega-Pro Persawahan Dikelolah Pakai Traktor Dan Alat Berat Serta Teknologi
    Modern , Dan Perkebunan Degan Laboratorium Penelitian Yg Dpt Menghasilkan Income yg Lebih Besar Dan Jangka Panjang Serta Dapat Menyerap Tenaga Kerja Untuk Pemberdayaan Perekonomian Kerakyataan Tersebut. Dengan Masuknya Modal Asing Dpt Digunakan Sebesar-besarnya Utk Kemakmuran dan Kesejahteraan Rakyat……….MAU ??? ( 3 Jrgn gsm ).

  25. CELENG on June 10th, 2009 11:21 pm

    MEGA OMONGANNYA GA PERNAH NYAMBUNG,WAJAR PENDIDIKANNYA RENDAH

  26. Kontra on June 11th, 2009 12:11 am

    Mendingan nyangkul daripada modal asing masuk yang cuma hanya membuat rakyat menjadi konsumtif. gayanya modernisasi tetapi hanya jadi konsumen bukan produsen.

  27. ari on June 11th, 2009 11:56 am

    Mega?
    ngapain milih dia?
    ekonomi kerakyatan tai kucing !
    Prabowo juga ga jelas, riwayat militernya…tw dah tu kasus gmn jadinya…

  28. agung setiadi on June 16th, 2009 1:49 am

    megawati memang dengan susah payah menerangkan dihadapan majelis rektor perguruan tinggi negri se indonesia tadi malam di tv one, bahwa penyebaran dana pendidikan sebesar 20% dari APBN itu sebaiknya mempertimbangkan faktor sosiologi yang spesifik’…mungkin yang dimaksud adalah pertimbangan secara sosiologis berdasarkan kajian studi yang mendalam tentang potensi dari suatu daerah dimana PTN tersebut berada, misalkan saja bila ternyata kajian tersebut menyatakan bahwa bagian timur indonesia memang diyakini sangat berpotensi di bidang kelautan maka sebaiknyalah alokasi dana itu ditujukan bagi pengembangan pendidikan yang dapat mendukung pengelolaan potensi kelautan itu…jadi perguruan tinggi bukan hanya menghasilkan lulusan dengan IP yang baik tetapi juga langsung bisa terserap keahliannya karena memang dibutuhkan oleh lingkungannya….menilik banyaknya insinyur yang akhirnya bekerja di bank lanjutnya…(HANYA SAJA MEGAWATI TERLIHAT AGAK BELEPOTAN DALAM MENYAMPAIKAN PANDANGANNYA mengingat forum intelek ini dihadiri oleh para rektor PTN se indonesia) meskipun begitu saya berharap agar sebagai kelompok intelektual para rektor didalam forum itu mengabaikan kemampuan verbal megawati dan justru sebaliknya menyimak esensi pandangannya yang menurut saya sangat membumi dan sangat masuk akal dibandingkan dengan rencana pemberlakuan BHP bagi PTN yang jelas jelas banyak perdebatan yang muncul karenanya…

  29. Dyan on November 24th, 2009 1:14 pm

    @ Wisnuoon

    Yang otak udang itu kamu Wisnuoon, si Wisnu mah betull..

    Wisnuoon, kamu tuh udah terlanjur sangat pesimis dgn keadaan ini, dan terbiasa dgn pola pikir birokrat, jadi ndak pernah kenal sm yg namanya strategi INOVATIF,. Kamu suka nya yg biasa-biasa aja, yg standar-standar aja.

    Nah, kalo Usaha nya standar2 aja, gmn mau bisa hasil nya LUAR BIASA??

    MENTAL km tuh masih “terjajah”, belum merdeka..

    Trus menurut mu piye bangkitin negeri ini?..

    Bikin Mall yg banyak?? Opo??

    ada Potensi AREN kenapa ga dimanfaatkan, baca-baca dl lah mengenai Aren, pelajari dl yg mendalam, baru komentar! jgn kayak provokator, otak kosong, mulut lebar! hehehe….

    Km Aren aja ora ngerti sok-sok an ngatin orang otak udang. Sok tau km pren! :)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan





Pemiluindonesia.com - Website Referensi Pemilihan Umum (Pemilu) , Pilkada, Pemilukada Indonesia
© Copyright Pemiluindonesia.com Inc., 2009. All rights reserved