Tak Dapat Partner, Golkar Siap Rujuk ke SBY
April 29, 2009 by pemiluindonesia.com

Partai Golongan Karya
Gelisah dan ketar-ketir, kini menghinggapi sejumlah elit Partai Golkar. Partai berlambang beringin ini, sulit mencari partner dalam menyiapkan Pilpres 2009. Akibatnya, Golkar mulai berpikir untuk kembali ke pelukan Demokrat.
“Opsi JK jadi capres boleh saja di jalankan. Tapi yang terpenting opsi kedua, Golkar masih membuka komunikasi dengan partai lain termasuk Demokrat. Sinyal dari Demorkat masih menyala hijau,” ujar Ketua DPP Partai Golkar Muladi di kantor Lemhanas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (27/4/2009).
Muladi blak-blakan mengakui, selama ini komunikasi politik dengan partai politik lain belum signifikan, karena terkesan terlambat. Dan Golkar, lanjutnya, memiliki masalah dengan syarat pengajuan capres, yakni 25 persen suara atau 20 persen kursi di DPR.
“Kita sulit memenuhi itu. Berkoalisi dengan Wiranto tidak mencukupi, hanya 17 persen. Dengan gerindra tidak mungkin, sulit sekali. Apalagi dengan partai gurem yang memperoleh satu koma, sangat tidak mungkin. Karena sudah dibagi-bagi,” keluhnya.
Partai Golkar, kata Gubernur Lemhanas ini, kini tengah mengalami hal tersburuk dalam sejarah. “Prihatin. Masak partai besar seperti Golkar sampai ketetran nyari partner engak dapat-dapat,” sesalnya.
Karena itulah, Mulai mengaku telah berkali-kali mendesak JK untuk kembali berkomunikasi dengan SBY, membicarakan kembali koalisi antara Golkar dengan Demokrat.
“Saya kira peluang itu masih terbuka lebar. Adakan pendekatan empat mata yang betul-betul intensif antara keduanya. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan hanya untuk kepetingan partai. Korbankanlah prestise dan harga diri,” pintanya. (ded)
Sumber : okezone












Komentar
Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Pemiluindonesia.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan