Peraturan Penetapan Caleg Terpilih Siap Diterbitkan

Komisi Pemilihan Umum

Komisi Pemilihan Umum

Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang penetapan calon anggota legislatif terpilih berdasarkan suara terbanyak siap untuk diterbitkan dalam waktu dekat.

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary, di Jakarta, Jumat, mengatakan anggota KPU perlu mengadakan rapat pleno untuk melakukan pembahasan akhir rancangan peraturan KPU tentang penetapan caleg terpilih tersebut.

Seperti yang sudah kami sampaikan sebelumnya, bahwa ada atau tidak ada perppu, peraturan KPU akan tetap ada. Tidak mungkin kita menetapkan caleg terpilih tanpa ada aturan mainnya,” katanya, di Jakarta, Jumat.

Isi peraturan tersebut diantaranya pengaturan apabila partai memperoleh kursi disebuah daerah pemilihan, maka yang ditetapkan sebagai calon terpilih adalah calon yang memiliki suara paling banyak diantara calon lainnya.

Apabila terdapat caleg yang memperoleh suara terbanyak dengan jumlah sama sementara jumlah kursi hanya satu, maka penetapan caleg terpilih didasarkan pada luasnya sebaran perolehan suara.

“Kalau misalnya, sebaran perolehan suaranya juga sama maka akan penentuan caleg terpilih akan diserahkan pada partai yang bersangkutan. Itu hasil pleno yang dulu, sekarang akan kita bahas dalam rapat pleno kembali,” ujar Hafiz.

Mengenai kemungkinan timbulnya gugatan terhadap peraturan yang ditetapkan KPU, ia mengatakan KPU berwenang untuk menetapkan caleg terpilih dan ini dijamin dengan UU 10/2008 pasal 213.

“Selama ini kita khawatir kalau ada gugatan. Ya tentu saja KPU harus siap menghadapi itu, tetapi KPU tidak punya pilihan karena KPU diberi kewenangan untuk menetapkan caleg terpilih,” kata Hafiz.

Ia menilai pemerintah memiliki pertimbangan tersendiri sehingga penetapan caleg terpilih batal diatur dalam perppu.

“Kami yakin pemerintah sudah mempertimbangkan secara matang. Kita sudah mendapat informasi dari berbagai pihak bahwa sebenarnya tanpa perppu itu sudah cukup kuat,” katanya.

Ketua KPU berharap dikemudian hari tidak ada masalah mengenai peraturan penetapan caleg terpilih ini.

Sementara itu secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto setelah memberikan keterangan resmi mengenai Perppu Nomor 1/2009 mengatakan keputusan MK membatalkan pasal 214 tentang penetapan caleg berdasarkan nomor urut dan bilangan pembagi pemilu itu telah memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan menurut undang-undang KPU telah berwenang untuk menetapkan caleg terpilih.

“Sudah jelas aturannya. Saya tidak ingin hal yang sudah jelas ini dipolemikkan,” katanya.

Seperti diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Perppu Nomor 1 Tahun 2009 pada 26 Februari 2009. Perppu ini mengatur tentang dua hal yakni pengesahan penandaan lebih dari satu kali dan penyempurnaan DPT. Penetapan caleg terpilih berdasarkan suara terbanyak tidak diatur dalam perppu tersebut.(*)

3 Responses to Peraturan Penetapan Caleg Terpilih Siap Diterbitkan

  1. Parlianto March 9, 2009 at 2:11 am

    Sebaiknya sistem suara terbanyak di berlakukan pada pemilu mendatang,utk mencegah sengketa pemilu baik di external maupun di internal partai politik yang berkepanjangan ! Dan,sangat terburu – buru kesannya apabila di terapkan suara terbanyak karena pada saat rekruitmen caleg , hampir semua partai masih menerapkan penjaringan yang sedikit tidaknya di dasari oleh system proposional terbuka ! pokoknya hancurlah,….gak ada yang jelas di negeri ini !!!Kalo dah begini,
    siapa yang paling populer di masyarakat pasti dia yang terpilih…gak peduli dia itu memiliki track record bagus atau tidak ! Apalagi bangsa kita masih sangat primordialis!!!Percayalah, kalau suara terbanyak(dengan terburu – buru) di terapkan pada pemilu kali ini , maka hasilnya : ANGGOTA LEGISLATIF YANG POPULER TAPI KUALITASNYA SANGAT DI RAGUKAN !!!”
    KHUSUS UNTUK ANADA – ANDA PEMBUAT UNDANG – UNDANG DAN PERATURAN,TOLONG JANGAN PERNAH DI SAMA RATAKAN KUALITAS,KUANTITAS DAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL RAKYAT DI INDONESIA INI ! GAK SAMA POLA PIKIR RAKYAT DI KOTA BESAR ( DI JAWA ) DENGAN RAKYAT YANG ADA DI PELOSOK – PELOSOK NEGERI !!!!!!jANGAN SEENAK PERUT AJA BUAT PERATURAN…PELAJARI DULU TIPIKAL RAKYATNYA , BARU BUAT PERATURANNYA !Semoga kita semua paham akan hal ini…& Ingat kita ini bukan negara yang menganut faham sosialis !!!!

  2. Parlianto March 9, 2009 at 2:17 am

    Sebaiknya sistem suara terbanyak di berlakukan pada pemilu 2014 mendatang,utk mencegah sengketa pemilu baik di external maupun di internal partai politik yang berkepanjangan !
    Dan,sangat terburu – buru kesannya apabila di terapkan suara terbanyak karena pada saat rekruitmen caleg untuk pemilu kali ini , hampir semua partai masih menerapkan penjaringan yang sedikit tidaknya di dasari oleh system proposional terbuka ! pokoknya hancurlah,….gak ada yang jelas di negeri ini !!!Kalo menggunakan sistem suara terbanyak ( yang sok demokrasi tp kebablasan ),maka siapa yang paling populer di masyarakat pasti dia yang terpilih…gak peduli dia itu memiliki track record bagus atau tidak ! Apalagi , umumnya bangsa kita ini masih sangat primordialis!!!Percayalah, kalau sistem suara terbanyak(dengan terburu – buru) di terapkan pada pemilu kali ini , maka hasilnya : ANGGOTA LEGISLATIF YANG POPULER TAPI KUALITASNYA SANGAT DI RAGUKAN !!!”
    KHUSUS UNTUK ANDA – ANDA PEMBUAT UNDANG – UNDANG DAN PERATURAN,TOLONG JANGAN PERNAH DI SAMA RATAKAN KUALITAS,KUANTITAS DAN KEMAMPUAN INTELEKTUAL RAKYAT DI INDONESIA INI ! GAK SAMA POLA PIKIR RAKYAT DI KOTA BESAR ( DI JAWA ) DENGAN RAKYAT YANG ADA DI PELOSOK – PELOSOK NEGERI !!!!!!jANGAN SEENAK PERUT AJA BUAT PERATURAN…PELAJARI DULU TIPIKAL RAKYATNYA , BARU BUAT PERATURANNYA !Semoga kita semua paham akan hal ini…& Ingat kita ini bukan negara yang menganut faham sosialis !!!!

  3. syahir jee September 9, 2013 at 10:42 pm

    kaemi mendukung kpu dalam menetapkan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak dan itu yang diinginkan oleh rakyat…Tks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Widgetized Section

Go to Admin » appearance » Widgets » and move a widget into Advertise Widget Zone